BAB III adalah janji prosedural: setelah membacanya, orang lain harus bisa mengulang penelitian Anda tanpa bertanya apa pun kepada Anda. Itu satu-satunya standar yang dipakai penguji. Bab ini juga bab yang paling banyak variasinya antarprodi, karena isinya ditentukan desain penelitian — bukan oleh selera penulisnya. Halaman ini memberi tujuh komponen yang hampir selalu diminta, lalu menunjukkan bagaimana isinya berubah untuk enam desain yang berbeda.
Tujuh komponen BAB III

| # | Komponen | Pertanyaan yang harus terjawab |
|---|---|---|
| 1 | Jenis dan pendekatan penelitian | Kuantitatif atau kualitatif, dan desain spesifiknya apa? |
| 2 | Lokasi dan waktu penelitian | Di mana, kapan, dan selama berapa lama data diambil? |
| 3 | Populasi dan sampel | Siapa populasinya, berapa sampelnya, dan dengan teknik apa dipilih? |
| 4 | Definisi operasional variabel | Bagaimana tiap variabel diukur, dengan skala apa? |
| 5 | Instrumen penelitian | Alat apa yang dipakai, dari mana asalnya, dan apakah sudah diuji? |
| 6 | Teknik pengumpulan data | Prosedur lapangan langkah demi langkah, termasuk perizinan |
| 7 | Teknik analisis data | Uji apa yang dijalankan untuk menjawab tiap rumusan masalah? |
Banyak pedoman menambahkan komponen kedelapan: etika penelitian. Pada prodi kesehatan komponen ini wajib dan disertai nomor kelaikan etik; pada prodi sosial biasanya cukup pernyataan mengenai persetujuan, kerahasiaan, dan penggunaan data.
Urutan menulis yang benar
Tulislah komponen 7 lebih dulu dalam bentuk catatan kasar. Terdengar aneh, tetapi teknik analisis yang Anda rencanakan menentukan skala data yang Anda butuhkan, yang menentukan bentuk instrumen, yang menentukan jumlah sampel. Menulis dari komponen 1 berarti Anda baru menyadari di akhir bahwa data yang sudah dirancang tidak bisa diuji dengan cara yang Anda inginkan.
- Tuliskan uji yang akan menjawab tiap rumusan masalah. Satu rumusan masalah, satu baris rencana analisis.
- Turunkan skala data yang dibutuhkan tiap uji itu. Bila uji Anda menuntut data interval, instrumen Anda tidak boleh menghasilkan kategori.
- Susun definisi operasional dan instrumennya. Rinciannya ada di tabel definisi operasional variabel dan template kuesioner dan pedoman wawancara.
- Hitung sampelnya. Rumus dan batas pemakaiannya dibahas di cara menentukan jumlah sampel skripsi.
- Baru tulis jenis, pendekatan, lokasi, dan prosedur. Empat komponen ini paling mudah ditulis setelah keputusan lain selesai.
Isi bab berubah menurut desain penelitian

| Desain | Yang wajib ada | Yang tidak berlaku |
|---|---|---|
| Survei kuantitatif | Populasi dan teknik sampling, perhitungan sampel, uji validitas dan reliabilitas, uji prasyarat, uji hipotesis | Uji keabsahan data kualitatif |
| Eksperimen dan kuasi-eksperimen | Rancangan kelompok dan pengukuran, prosedur perlakuan, kontrol ancaman validitas, uji beda | Teknik sampling probabilitas pada banyak kasus, karena kelas atau ruang sudah terbentuk |
| Penelitian tindakan kelas | Jumlah siklus, tahapan tiap siklus, indikator keberhasilan yang ditetapkan di muka | Kelompok kontrol |
| Kualitatif | Pemilihan informan dan alasannya, prosedur wawancara dan observasi, teknik keabsahan data, tahapan analisis | Perhitungan sampel, uji hipotesis, uji prasyarat |
| Pengembangan (R&D) | Model pengembangan dan tahapannya, instrumen validasi ahli, uji coba terbatas, kriteria kelayakan | Uji hipotesis pada populasi luas |
| Hukum normatif | Jenis pendekatan, bahan hukum primer dan sekunder, teknik pengumpulan bahan hukum, teknik analisis | Populasi, sampel, kuesioner, uji statistik |
| Rekayasa perangkat lunak | Metode pengembangan, kebutuhan sistem, perancangan, skenario pengujian, metrik evaluasi | Teknik sampling responden, kecuali untuk pengujian penerimaan pengguna |
Kalau Anda masih memilih antara dua desain, mulailah dari metode kualitatif atau kuantitatif untuk skripsi. Untuk prodi pendidikan, perbandingan tiga desain yang paling sering dipakai ada di PTK, eksperimen, atau R&D. Untuk prodi hukum, konsekuensi tiap jalur dibahas di yuridis normatif vs yuridis empiris.
Menulis teknik analisis data yang benar-benar berguna
Komponen ini paling sering ditulis sebagai daftar nama uji tanpa menyebut uji mana untuk pertanyaan mana. Bentuk yang jauh lebih kuat adalah tabel pemetaan:
| Rumusan masalah | Data yang dianalisis | Uji yang dijalankan |
|---|---|---|
| 1. Pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja | Skor total dua variabel | Regresi linear sederhana, didahului uji prasyarat |
| 2. Pengaruh kepuasan kerja terhadap niat keluar | Skor total dua variabel | Regresi linear sederhana |
| 3. Peran mediasi kepuasan kerja | Skor total tiga variabel | Analisis jalur dengan pengujian efek tidak langsung |
Untuk penelitian kuantitatif berbasis regresi, jangan lupa menuliskan uji prasyaratnya beserta ambangnya; urutan dan cara membacanya ada di cara uji asumsi klasik di SPSS. Untuk penelitian kualitatif, sebutkan model analisis yang Anda pakai dan tahapannya, misalnya seperti dibahas di analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Bila datanya nanti tidak memenuhi asumsi, jalur penyelamatannya dibahas di data skripsi tidak normal, apa yang harus dilakukan.
Contoh BAB III per prodi yang sudah ditulis lengkap
Tiga program studi punya tuntutan yang cukup khas sehingga dibahas terpisah, lengkap dengan urutan subbabnya:
- BAB III skripsi keperawatan — desain, populasi, instrumen baku, dan etik penelitian.
- BAB III skripsi teknik informatika dan sistem informasi — metode pengembangan, pemodelan, dan pengujian.
- metodologi skripsi teknik sipil — uji beban, material, dan rujukan standar.
Perizinan dan etika: bagian yang sering ditulis terakhir dan diurus paling akhir
Ini kesalahan yang paling mahal dalam hitungan waktu. Izin penelitian, izin instansi, dan kelaikan etik bisa memakan berminggu-minggu, dan tanpa keduanya Anda tidak boleh mengambil data. Tuliskan di BAB III izin apa saja yang diperlukan dan dari siapa, lalu mulai mengurusnya pada hari yang sama Anda menulisnya. Untuk penelitian yang melibatkan manusia di bidang kesehatan, prosedurnya dibahas di persetujuan etik dan informed consent.
Daftar periksa sebelum seminar proposal
- Setiap rumusan masalah punya satu baris rencana analisis.
- Skala data tiap variabel mendukung uji yang direncanakan.
- Jumlah sampel dihitung, bukan ditetapkan, dan perhitungannya ditulis.
- Teknik pengambilan sampel disebut dengan namanya, beserta kriteria inklusi dan eksklusi.
- Instrumen disebut asal-usulnya; bila buatan sendiri, rencana uji cobanya ada.
- Prosedur pengumpulan data bisa dibaca sebagai langkah, bukan sebagai deskripsi.
- Izin yang diperlukan disebutkan dan sudah mulai diurus.
- Tidak ada satu pun kalimat yang berbunyi “akan dianalisis menggunakan SPSS” tanpa menyebut ujinya.
Lima kesalahan yang paling sering ditemukan penguji
- Menyebut pendekatan kuantitatif tetapi menuliskan prosedur kualitatif. Biasanya karena bab ini disalin dari dua sumber berbeda.
- Menuliskan nama perangkat lunak sebagai teknik analisis. SPSS bukan uji; ia alat untuk menjalankan uji.
- Populasi tidak didefinisikan sehingga sampel tidak bisa dinilai. Sebutkan jumlahnya bila diketahui, dan katakan terus terang bila tidak.
- Instrumen disebut “kuesioner” tanpa jumlah butir, sumber, dan skala. Penguji akan langsung membuka lampiran.
- Bab ini ditulis dengan kata kerja masa depan lalu tidak diperbarui setelah data terkumpul. Pada naskah skripsi final, prosedurnya adalah yang benar-benar Anda lakukan, termasuk bila jumlah responden yang diperoleh berbeda dari target.
Menyusun BAB III yang konsisten dengan bab lainnya
Yang membuat bab ini melelahkan bukan menulisnya, melainkan menjaga agar variabel, jumlah butir, jumlah sampel, dan rencana uji tetap cocok satu sama lain setiap kali satu keputusan berubah. Tesify menyimpan rantai itu dalam satu tempat sehingga satu perubahan terlihat di semua bagian yang terpengaruh, dari BAB I sampai bab hasil. Keputusan metodologis dan tanggung jawab atas naskahnya tetap sepenuhnya milik Anda.
Susun Bab 3 Anda bersama Tesify — 100% ditulis oleh Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa halaman BAB III skripsi yang wajar?
Sepuluh sampai dua puluh halaman pada sebagian besar program studi. Bab yang jauh lebih pendek biasanya kehilangan prosedur; yang jauh lebih panjang biasanya berisi teori yang seharusnya di BAB II.
Apa bedanya metode penelitian dan metodologi penelitian?
Metode adalah cara konkret yang dipakai; metodologi adalah pembahasan mengenai pilihan cara itu. Dalam praktik skripsi Indonesia, judul bab ini dipakai bergantian dan mengikuti pedoman masing-masing kampus.
Apakah BAB III ditulis dengan kalimat masa depan?
Di proposal, ya. Di naskah skripsi final, ubah menjadi apa yang sudah dilakukan, dan sesuaikan angkanya dengan kenyataan lapangan.
Apakah penelitian kualitatif perlu menghitung sampel?
Tidak. Yang dijelaskan adalah pemilihan informan, alasan pemilihannya, dan kapan pengumpulan data dihentikan karena tidak ada tema baru yang muncul.
Apakah uji validitas dan reliabilitas wajib?
Wajib untuk instrumen buatan sendiri. Untuk instrumen baku yang dipakai apa adanya, sebutkan hasil pengujian dari sumber aslinya, dan tetap laporkan reliabilitas pada data Anda sendiri.
Bolehkah mengubah teknik analisis setelah data terkumpul?
Boleh bila datanya ternyata tidak memenuhi asumsi uji yang direncanakan, dan perubahan itu harus dijelaskan di naskah. Yang tidak boleh adalah mengganti uji sampai hasilnya menjadi signifikan.
Apakah lokasi dan waktu penelitian harus spesifik?
Ya. Sebutkan tempat dan rentang bulan pengambilan data. Ini yang membuat penelitian Anda bisa ditempatkan dalam konteks dan bisa diulang.
Bagaimana menulis populasi yang jumlahnya tidak diketahui?
Nyatakan bahwa jumlahnya tidak diketahui, jelaskan batas populasinya secara konseptual, lalu gunakan rumus sampel yang memang dirancang untuk populasi tak diketahui.
Apakah kerangka konsep diletakkan di BAB II atau BAB III?
Sebagian besar pedoman meletakkannya di akhir BAB II. Beberapa pedoman kesehatan meminta kerangka konsep dibuka kembali di awal BAB III; periksa milik Anda.
Apa yang paling sering membuat BAB III dikembalikan?
Teknik analisis yang tidak dipetakan ke rumusan masalah, dan jumlah sampel yang ditetapkan tanpa perhitungan. Keduanya bisa diperbaiki dalam satu sore.
