Cara Menulis BAB I Skripsi Lengkap 2026: Contoh Utuh dari Latar Belakang sampai Sistematika

BAB I skripsi terdiri dari enam subbab yang saling mengunci: latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. Bab ini biasanya delapan sampai lima belas halaman, dan ia satu-satunya bab yang dibaca ulang oleh penguji sebelum sidang. Halaman ini memberi urutan penulisan yang benar, lalu satu contoh BAB I yang ditulis utuh supaya Anda bisa melihat bagaimana keenam subbab itu tersambung.

Enam subbab dan fungsinya

Enam kartu bernomor tersusun menurun mewakili enam subbab bab pertama
Setiap subbab mempersempit yang sebelumnya. Kalau ada yang melebar, di situ letak masalahnya.
Subbab Menjawab pertanyaan Panjang wajar
1.1 Latar belakang Mengapa masalah ini layak diteliti sekarang? 4–8 halaman
1.2 Rumusan masalah Pertanyaan apa yang akan dijawab? ½ halaman
1.3 Tujuan penelitian Apa yang akan dihasilkan? ½ halaman
1.4 Manfaat penelitian Siapa yang memakai hasilnya? ½–1 halaman
1.5 Batasan masalah Apa yang sengaja tidak diteliti? ½–1 halaman
1.6 Sistematika penulisan Apa isi tiap bab berikutnya? 1 halaman

Urutan subbab bisa sedikit berbeda antarpedoman — beberapa kampus menempatkan batasan masalah tepat setelah latar belakang, beberapa menambahkan keaslian penelitian. Ikuti daftar subbab di pedoman fakultas Anda, dan pastikan tata letaknya sesuai pedoman format skripsi.

Urutan menulis yang benar, dan mengapa bukan dari atas

Kesalahan yang paling mahal adalah menulis BAB I dari halaman pertama ke halaman terakhir. Latar belakang adalah subbab yang paling sulit dan paling sering dirombak, dan menulisnya lebih dulu berarti Anda akan menulis ulang lima subbab lainnya setiap kali ia berubah.

  1. Tulis rumusan masalah dulu, dalam bentuk kasar. Dua sampai empat pertanyaan. Belum perlu rapi.
  2. Ubah menjadi tujuan penelitian. Kalau ada pertanyaan yang sulit diubah menjadi pernyataan tindakan, pertanyaan itu belum jelas.
  3. Periksa ketersediaan data untuk tiap tujuan. Berhenti di sini kalau ada satu tujuan yang datanya tidak bisa Anda peroleh. Ganti sekarang, bukan nanti.
  4. Tulis batasan masalah. Sekarang Anda tahu persis apa yang Anda kerjakan dan apa yang tidak.
  5. Baru tulis latar belakang. Tugasnya hanya satu: membawa pembaca dari konteks luas sampai ke rumusan masalah yang sudah Anda kunci.
  6. Tulis manfaat dan sistematika terakhir. Keduanya turunan dari lima subbab sebelumnya dan selesai dalam satu jam.

Rincian tiap subbab ada di panduan terpisah: latar belakang, rumusan masalah dengan 30 contoh per jurusan, tujuan dan manfaat penelitian, serta batasan masalah dan ruang lingkup. Halaman ini menunjukkan bagaimana semuanya bertemu.

Contoh BAB I utuh

Lembar demi lembar draf bab pertama tersusun berjajar di atas meja
Contoh berikut sengaja diringkas agar seluruh rantainya terlihat dalam satu layar.

Topik contoh: beban kerja dan niat keluar karyawan pada satu perusahaan manufaktur. Setiap subbab ditulis dalam bentuk yang sama seperti di naskah, hanya latar belakangnya diringkas agar muat di halaman ini.

1.1 Latar Belakang

[Lapis 1 — konteks industri.] Industri manufaktur padat karya menghadapi tantangan mempertahankan tenaga kerja terampil, karena pergantian karyawan menimbulkan biaya rekrutmen dan pelatihan ulang yang berulang.

[Lapis 2 — mempersempit ke masalah.] Salah satu faktor yang berulang kali dikaitkan dengan keputusan karyawan untuk keluar adalah beban kerja yang dirasakan tidak seimbang antarunit.

[Lapis 3 — bukti di objek penelitian.] Pada PT X, catatan bagian sumber daya manusia menunjukkan bahwa pengunduran diri dalam dua tahun terakhir terkonsentrasi pada divisi produksi, sementara divisi lain relatif stabil. Wawancara awal dengan tiga penyelia menyebut jam lembur dan target harian sebagai keluhan yang paling sering muncul.

[Lapis 4 — celah penelitian.] Sudah banyak penelitian yang menghubungkan beban kerja dengan niat keluar pada sektor jasa dan kesehatan, namun penelitian pada divisi produksi manufaktur dengan sistem target harian masih terbatas, terutama yang menguji peran kepuasan kerja sebagai perantara.

[Lapis 5 — urgensi konkret.] Tanpa gambaran yang terukur, kebijakan penambahan tenaga kerja atau penyesuaian target pada PT X akan terus diambil berdasarkan dugaan. Penelitian ini menyediakan dasar kuantitatif untuk keputusan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan divisi produksi PT X?
  2. Bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap niat keluar karyawan divisi produksi PT X?
  3. Bagaimana peran kepuasan kerja dalam memediasi pengaruh beban kerja terhadap niat keluar karyawan divisi produksi PT X?

1.3 Tujuan Penelitian

  1. Menganalisis pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan divisi produksi PT X.
  2. Menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap niat keluar karyawan divisi produksi PT X.
  3. Menganalisis peran kepuasan kerja dalam memediasi pengaruh beban kerja terhadap niat keluar karyawan divisi produksi PT X.

Perhatikan bahwa tidak ada satu pun kata benda baru di 1.3 yang tidak muncul di 1.2, dan nomornya sejajar. Inilah yang pertama kali diperiksa penguji.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat teoretis. Penelitian ini memperluas kajian hubungan beban kerja dan niat keluar pada konteks divisi produksi manufaktur dengan sistem target harian, serta menyediakan instrumen yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia untuk digunakan peneliti berikutnya.

Manfaat praktis bagi PT X. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi manajemen PT X dalam meninjau distribusi beban kerja dan target harian pada unit dengan tingkat pengunduran diri tertinggi.

Manfaat praktis bagi praktisi sumber daya manusia. Temuan ini memberi gambaran kapan penurunan kepuasan kerja layak diperlakukan sebagai sinyal awal risiko kehilangan karyawan.

1.5 Batasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada karyawan tetap divisi produksi PT X di Surabaya pada periode 2026, dengan variabel yang diteliti terbatas pada beban kerja, kepuasan kerja, dan niat keluar. Faktor kompensasi dan gaya kepemimpinan diakui berkaitan dengan niat keluar, tetapi tidak diukur agar panjang kuesioner tetap wajar bagi responden yang mengisi di sela jam kerja. Karyawan kontrak tidak diikutsertakan karena struktur insentif dan masa kerjanya berbeda.

1.6 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA memuat landasan teori mengenai beban kerja, kepuasan kerja, dan niat keluar, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, serta hipotesis penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN memuat jenis dan pendekatan penelitian, populasi dan sampel, definisi operasional variabel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN memuat gambaran umum objek penelitian, karakteristik responden, hasil uji instrumen, hasil pengujian hipotesis, dan pembahasan temuan.

BAB V PENUTUP memuat kesimpulan yang menjawab rumusan masalah, keterbatasan penelitian, dan saran bagi perusahaan serta peneliti berikutnya.

Subbab sistematika ini sering ditulis asal salin dari skripsi lain. Jangan. Sesuaikan isi tiap bab dengan yang benar-benar akan Anda tulis — penguji membandingkannya dengan daftar isi.

Uji lima menit sebelum dikirim ke pembimbing

  1. Hitung. Jumlah rumusan masalah, jumlah tujuan, dan nanti jumlah kesimpulan harus sama.
  2. Bandingkan kata bendanya. Setiap variabel di 1.2 harus muncul persis di 1.3 dan di 1.6 pada baris BAB III.
  3. Baca kalimat terakhir latar belakang, lalu langsung baca rumusan masalah. Kalau terasa melompat, corong Anda belum sampai ke bawah.
  4. Periksa apakah ada janji tersembunyi. Kalimat di latar belakang seperti “penelitian ini juga akan melihat perbedaan antarunit” menciptakan tujuan keempat yang tidak Anda tulis.
  5. Cek setiap angka dan klaim punya sumber. Data pendukung yang tidak bisa Anda tunjukkan asalnya adalah pertanyaan pertama di sidang.

Berapa lama BAB I sebaiknya selesai

Dengan topik yang sudah disetujui dan akses data yang jelas, BAB I realistis selesai dalam satu sampai dua minggu kerja. Yang membuatnya berbulan-bulan hampir selalu satu dari dua hal: topiknya belum terkunci sehingga latar belakang ditulis ulang terus-menerus, atau datanya belum dipastikan tersedia. Keduanya masalah keputusan, bukan masalah menulis. Kalau waktu Anda sudah mepet, urutan kerja yang realistis ada di rencana kerja 30 hari sampai siap sidang, dan struktur proposalnya di panduan lolos seminar proposal.

Menyusun BAB I tanpa menulis ulang tiga kali

Bagian yang paling melelahkan bukan menulis kalimatnya, melainkan menjaga enam subbab tetap cocok setiap kali pembimbing meminta satu variabel diganti. Tesify menyimpan rantai rumusan masalah, tujuan, batasan, dan sistematika dalam satu tempat, sehingga satu perubahan langsung terlihat di semua bagian yang terpengaruh. Isi, keputusan ilmiah, dan tanggung jawab atas naskah tetap sepenuhnya milik Anda.

Susun BAB I Anda bersama Tesify — 100% ditulis oleh Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa halaman BAB I skripsi yang wajar?

Delapan sampai lima belas halaman pada sebagian besar program studi, dengan latar belakang mengambil sebagian besar porsinya. Periksa apakah pedoman Anda menetapkan batas tersendiri.

Subbab apa saja yang wajib ada di BAB I?

Umumnya latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah, dan sistematika penulisan. Beberapa pedoman menambahkan keaslian penelitian atau definisi istilah.

Apakah BAB I ditulis pertama?

Ditulis pertama, tetapi tidak dari subbab pertama. Mulailah dari rumusan masalah, lalu naik ke latar belakang setelah pertanyaannya terkunci.

Apakah BAB I proposal sama dengan BAB I skripsi?

Hampir sama. Perbedaannya biasanya pada kala kalimat dan pada penyesuaian setelah data terkumpul. Sebagian besar mahasiswa memakai ulang BAB I proposal dengan revisi ringan.

Apakah latar belakang harus memuat data statistik?

Tidak wajib, tetapi bukti empiris di lapis ketiga membuat masalah Anda terasa nyata. Bila angka nasional tidak tersedia, data internal objek penelitian yang Anda peroleh secara sah sudah cukup.

Berapa banyak sitasi yang wajar di BAB I?

Sekitar sepuluh sampai dua puluh lima rujukan, sebagian besar di latar belakang saat menunjukkan celah penelitian. Rumusan masalah dan tujuan biasanya tanpa sitasi.

Apakah sistematika penulisan boleh disalin dari skripsi senior?

Polanya boleh diikuti, isinya tidak boleh disalin. Isi tiap bab harus sesuai dengan yang benar-benar Anda tulis, dan penguji membandingkannya dengan daftar isi Anda.

Apa yang paling sering membuat BAB I dikembalikan?

Jumlah tujuan yang tidak sama dengan jumlah rumusan masalah, dan latar belakang yang berhenti di konteks umum tanpa pernah sampai ke objek penelitian.

Apakah hipotesis ditulis di BAB I?

Pada sebagian besar pedoman Indonesia, hipotesis ditulis di akhir BAB II setelah kerangka pemikiran. Beberapa pedoman meletakkannya di BAB I; periksa milik Anda.

Apakah BAB I perlu direvisi setelah Bab 4 selesai?

Biasanya hanya penyesuaian kecil: kala kalimat, jumlah responden yang benar-benar diperoleh, dan penajaman celah penelitian. Rumusan masalah dan tujuan tidak boleh diubah agar cocok dengan hasil.