Contoh Kuesioner dan Pedoman Wawancara Skripsi 2026: Template Siap Pakai

Sebelum menulis satu butir pun, putuskan dulu satu hal: apakah Anda menyusun instrumen sendiri atau memakai instrumen baku yang sudah ada. Untuk variabel yang punya alat ukur baku — stres, kecemasan, kepatuhan, status fungsional — menyusun sendiri hampir selalu keputusan yang salah, dan halaman ini bukan untuk Anda. Halaman ini untuk variabel yang memang perlu instrumen buatan sendiri, dan ia memberi template yang bisa langsung Anda salin.

Menyusun sendiri atau memakai instrumen baku?

Pakai instrumen baku bila… Susun sendiri bila…
Variabel Anda adalah konstruk psikologis atau klinis yang sudah punya alat ukur mapan Variabel Anda spesifik pada objek penelitian, misalnya persepsi karyawan atas kebijakan tertentu di satu perusahaan
Pembimbing meminta hasil yang bisa dibandingkan dengan penelitian lain Tidak ada instrumen yang mengukur persis apa yang Anda maksud
Anda perlu titik potong untuk mengategorikan responden Anda mengukur fakta, bukan konstruk — misalnya frekuensi perilaku atau karakteristik demografis

Sebelum memutuskan, periksa dulu daftarnya: skala baku untuk skripsi psikologi, alat ukur baku keperawatan, dan kuesioner kepatuhan minum obat untuk skripsi farmasi. Sebagian berlisensi dan memerlukan izin, dan itu perlu Anda urus sebelum proposal, bukan sesudah.

Anatomi lembar kuesioner

Lembar kuesioner dengan lima bagian ditandai penanda di tepi halaman
Lima bagian, selalu dalam urutan ini. Bagian yang paling sering dilupakan adalah yang kedua.
  1. Pengantar. Siapa Anda, dari kampus mana, judul penelitian, dan berapa lama pengisian memakan waktu. Tiga sampai lima kalimat.
  2. Pernyataan persetujuan. Kesediaan menjadi responden, jaminan kerahasiaan, dan hak untuk berhenti kapan saja. Jangan dilewati, termasuk pada kuesioner daring.
  3. Identitas responden. Hanya yang benar-benar akan Anda analisis. Setiap pertanyaan demografis yang tidak masuk Bab 4 adalah beban yang tidak perlu bagi responden.
  4. Butir pernyataan per variabel. Dikelompokkan per variabel, dengan petunjuk pengisian dan keterangan skala di awal tiap kelompok.
  5. Penutup. Ucapan terima kasih dan, bila perlu, kontak Anda.

Delapan aturan menulis butir pernyataan

  1. Satu butir, satu gagasan. “Atasan saya adil dan komunikatif” tidak bisa dijawab oleh orang yang setuju pada satu bagian saja.
  2. Hindari kata “dan” serta “atau” di tengah butir. Keduanya hampir selalu tanda butir ganda.
  3. Jangan memakai negasi ganda. “Saya tidak pernah merasa tidak dihargai” akan dijawab asal.
  4. Jangan menggiring. “Seberapa berat beban kerja Anda?” sudah mengandaikan bebannya berat.
  5. Sebutkan rentang waktunya. “Dalam tiga bulan terakhir” membuat jawaban bisa dibandingkan antarresponden.
  6. Sesuaikan bahasanya dengan responden. Istilah teori Anda bukan istilah mereka. Ganti “beban kognitif” menjadi “harus berpikir keras”.
  7. Seimbangkan skalanya. Jumlah pilihan positif dan negatif sama. Putuskan sejak awal apakah ada pilihan netral, lalu konsisten.
  8. Sisipkan dua sampai tiga butir terbalik. Butir berarah negatif membantu mendeteksi responden yang mengisi asal, dan skornya dibalik sebelum dijumlahkan — jangan lupa menuliskan hal itu di Bab 3.

Template kuesioner utuh

Contoh berikut mengukur beban kerja dengan tiga indikator dan dua belas butir, memakai skala Likert lima titik. Ganti variabel, indikator, dan butirnya dengan milik Anda; strukturnya tetap.

KUESIONER PENELITIAN

Pengantar. Saya [nama], mahasiswa Program Studi [prodi] [universitas], sedang menyusun skripsi berjudul “[judul]”. Saya memohon kesediaan Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini, yang memerlukan waktu sekitar sepuluh menit. Tidak ada jawaban benar atau salah; yang saya perlukan adalah keadaan yang sebenarnya Bapak/Ibu rasakan.

Pernyataan persetujuan. Jawaban Bapak/Ibu hanya digunakan untuk keperluan penelitian ini, tidak dikaitkan dengan nama atau nomor induk, dan tidak dilaporkan secara perorangan. Bapak/Ibu berhak berhenti mengisi kapan saja tanpa akibat apa pun. Dengan melanjutkan ke halaman berikutnya, Bapak/Ibu menyatakan bersedia menjadi responden.

Bagian A — Identitas. Jenis kelamin. Usia. Lama bekerja di unit ini. Status kepegawaian.

Bagian B — Petunjuk. Berilah tanda centang pada kolom yang paling sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu dalam tiga bulan terakhir. STS = sangat tidak setuju, TS = tidak setuju, N = netral, S = setuju, SS = sangat setuju.

Indikator 1 — Beban kuantitatif
1. Jumlah pekerjaan yang harus saya selesaikan setiap hari terasa banyak.
2. Saya sering menyelesaikan pekerjaan di luar jam kerja resmi.
3. Target harian di unit saya dapat dicapai tanpa tergesa-gesa. (butir terbalik)
4. Pekerjaan saya menumpuk ketika ada rekan yang tidak masuk.

Indikator 2 — Beban waktu
5. Waktu yang tersedia cukup untuk menyelesaikan tugas saya dengan teliti. (butir terbalik)
6. Saya harus bekerja dengan cepat untuk mengejar tenggat.
7. Saya kesulitan mengambil jeda istirahat sesuai jadwal.
8. Jadwal kerja saya berubah mendadak.

Indikator 3 — Beban mental
9. Pekerjaan saya menuntut konsentrasi tinggi sepanjang waktu.
10. Saya khawatir membuat kesalahan yang berakibat serius.
11. Saya masih memikirkan pekerjaan setelah tiba di rumah.
12. Saya merasa tenang saat menjalankan tugas rutin saya. (butir terbalik)

Penutup. Terima kasih atas waktu dan kesediaan Bapak/Ibu.

Dua belas butir untuk tiga indikator adalah proporsi yang wajar: tiga sampai lima butir per indikator. Butir yang terlalu sedikit membuat reliabilitas rendah; terlalu banyak membuat responden berhenti di tengah.

Template pedoman wawancara utuh

Pedoman wawancara bukan daftar pertanyaan yang dibacakan urut. Ia adalah peta topik dengan pertanyaan pembuka dan pertanyaan pendalaman yang siap dipakai bila jawaban terlalu singkat.

PEDOMAN WAWANCARA

Pembuka. Perkenalan, tujuan penelitian, permintaan izin merekam, jaminan kerahasiaan dan penggunaan nama samaran, perkiraan durasi.

Topik 1 — Latar dan peran informan
Pembuka: “Bisa Bapak/Ibu ceritakan pekerjaan sehari-hari di unit ini?”
Pendalaman: sejak kapan, apa yang berubah, bagian mana yang paling menyita waktu.

Topik 2 — Pengalaman atas fenomena yang diteliti
Pembuka: “Bagaimana pengalaman Bapak/Ibu ketika [fenomena] terjadi?”
Pendalaman: bisa diceritakan satu kejadian yang paling Anda ingat, apa yang Anda lakukan saat itu, siapa saja yang terlibat.

Topik 3 — Faktor yang memengaruhi
Pembuka: “Menurut Bapak/Ibu, apa yang membuat keadaan itu terjadi?”
Pendalaman: apakah selalu begitu, kapan berbeda, apa yang biasanya membantu.

Topik 4 — Harapan dan penutup
Pembuka: “Kalau ada satu hal yang bisa diubah, apa yang Bapak/Ibu pilih?”
Penutup: “Apakah ada hal penting yang belum saya tanyakan?”

Catatan pewawancara: tanggal, tempat, durasi, kondisi wawancara, dan hal yang teramati di luar rekaman.

Pertanyaan penutup “apakah ada yang belum saya tanyakan” sering menghasilkan data terbaik dalam seluruh wawancara. Jangan dihilangkan demi menghemat waktu.

Uji coba sebelum turun lapangan

Beberapa lembar kuesioner terisi ditumpuk di samping laptop dengan tabel angka
Uji coba pada responden serupa, bukan pada teman sekelas yang tidak mewakili populasi Anda.

Untuk instrumen buatan sendiri, uji coba wajib. Empat langkahnya:

  1. Minta dua penilai ahli membaca butir Anda dan menilai apakah tiap butir benar-benar mengukur indikator yang dimaksud. Simpan lembar penilaiannya sebagai lampiran.
  2. Ujicobakan pada responden yang karakteristiknya serupa dengan populasi Anda, dan yang tidak akan ikut menjadi sampel utama.
  3. Hitung validitas dan reliabilitasnya. Prosedur dan pilihan perangkat lunaknya dibahas di SPSS vs JASP vs Excel untuk uji validitas dan reliabilitas.
  4. Buang butir yang gugur, lalu perbarui Bab 3. Jumlah butir dan rentang skor di tabel definisi operasional harus cocok dengan instrumen final, bukan dengan versi uji coba.

Untuk wawancara, uji cobanya berbentuk satu wawancara percobaan. Yang Anda uji bukan reliabilitas statistik, melainkan apakah pertanyaan Anda dipahami dan apakah durasinya masuk akal.

Menyebarkan dan menjaga datanya

Pilihan platform, pencegahan jawaban ganda, dan pertanyaan tentang penyimpanan data dibahas terpisah di aplikasi kuesioner online terbaik untuk skripsi. Satu hal yang perlu diputuskan lebih dulu karena memengaruhi isi lembar persetujuan: apakah kuesioner Anda anonim, atau Anda perlu mengenali responden untuk mencegah pengisian ganda. Anda tidak bisa mendapatkan keduanya sekaligus, dan pilihan itu harus ditulis di Bab 3. Berapa banyak responden yang perlu Anda kejar dibahas di cara menentukan jumlah sampel skripsi.

Lima kesalahan yang paling sering ditemukan penguji

  1. Jumlah butir di lampiran tidak sama dengan yang tertulis di Bab 3. Ini yang paling mudah dicek dan paling sering salah.
  2. Butir terbalik tidak dibalik skornya. Akibatnya reliabilitas anjlok dan Anda tidak tahu sebabnya.
  3. Tidak ada lembar persetujuan. Pada penelitian kesehatan ini bisa menggagalkan kelaikan etik.
  4. Indikator di kuesioner tidak sama dengan indikator di tabel definisi operasional. Penguji membuka keduanya berdampingan.
  5. Pedoman wawancara berisi pertanyaan tertutup. Pertanyaan yang dijawab “ya” atau “tidak” menghasilkan transkrip yang tidak bisa dianalisis.

Menyiapkan instrumen tanpa kehilangan jejaknya

Instrumen adalah bagian skripsi yang paling sering berubah setelah uji coba, dan setiap perubahan menuntut pembaruan di tabel definisi operasional, Bab 3, dan lampiran. Tesify menjaga ketiganya tetap terhubung sehingga satu butir yang gugur tidak meninggalkan angka lama di tempat lain. Isi tiap butir dan keputusan metodologisnya tetap sepenuhnya milik Anda.

Susun Bab 3 Anda bersama Tesify — 100% ditulis oleh Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jumlah butir kuesioner yang ideal untuk skripsi?

Tiga sampai lima butir per indikator, dan total keseluruhan sebaiknya dapat diisi dalam sepuluh sampai lima belas menit. Kuesioner yang terlalu panjang menurunkan tingkat pengembalian.

Apakah skala Likert harus lima titik?

Tidak. Empat titik dipakai bila Anda ingin memaksa responden memihak; lima dan tujuh titik lebih umum. Yang penting adalah konsisten dan menuliskan pilihan Anda di Bab 3.

Apakah boleh memakai kuesioner dari skripsi orang lain?

Boleh bila Anda menyebutkan sumbernya dan memeriksa apakah instrumen aslinya memerlukan izin. Bila Anda mengubah butirnya, uji coba dan uji reliabilitasnya harus diulang.

Berapa responden untuk uji coba instrumen?

Banyak pedoman menyebut sekitar tiga puluh responden sebagai patokan praktis. Yang lebih penting adalah mereka menyerupai populasi Anda dan tidak ikut menjadi sampel utama.

Apakah pedoman wawancara perlu dilampirkan?

Ya, hampir semua pedoman kampus memintanya bersama transkrip. Lampirkan juga catatan pewawancara bila ada.

Berapa informan yang cukup untuk penelitian kualitatif S1?

Tidak ada angka baku; yang menjadi patokan adalah kejenuhan data, yaitu saat wawancara berikutnya tidak lagi menghasilkan tema baru. Nyatakan kapan kejenuhan itu tercapai di Bab 3.

Apakah wawancara harus direkam?

Sangat dianjurkan, dan izinnya harus diminta di awal. Bila informan menolak direkam, andalkan catatan lapangan dan nyatakan hal itu sebagai keterbatasan.

Bagaimana kalau responden mengisi asal-asalan?

Butir terbalik membantu mendeteksinya. Nyatakan kriteria pengeluaran data di Bab 3 sebelum Anda menerapkannya, bukan setelah melihat hasil.

Apakah kuesioner daring memerlukan lembar persetujuan juga?

Ya. Letakkan sebagai halaman pertama dengan pilihan bersedia atau tidak bersedia, sehingga persetujuan tercatat.

Apakah identitas responden boleh ditanyakan?

Boleh sejauh Anda benar-benar memerlukannya untuk analisis. Bila penelitian Anda anonim, jangan menanyakan nama, nomor induk, atau apa pun yang bisa mengidentifikasi seseorang.