,

Cara Menulis BAB III Skripsi Keperawatan 2026: Desain, Populasi, Instrumen, dan Etik Penelitian

BAB III Metode Penelitian adalah bab yang paling sering dikembalikan dosen pembimbing di program studi keperawatan. Bukan karena mahasiswa tidak paham metode, melainkan karena bab ini menuntut delapan komponen yang harus saling mengunci: desain, lokasi dan waktu, populasi dan sampel, definisi operasional, instrumen, prosedur pengumpulan data, analisis data, dan etika penelitian. Begitu satu komponen tidak nyambung dengan rumusan masalah di BAB I, seluruh bab terasa goyah dan naskah kembali ke meja Anda dengan coretan merah.

Panduan ini menyusun kedelapan komponen tersebut dalam urutan yang bisa Anda kerjakan hari ini juga, dilengkapi contoh kalimat yang bisa langsung diadaptasi ke judul skripsi Anda. Sebelum mulai, siapkan satu hal: buku pedoman penulisan skripsi fakultas Anda. Aturan selingkung tiap program studi keperawatan berbeda, terutama pada penomoran subbab, format tabel definisi operasional, dan apakah subbab etika ditempatkan di akhir BAB III atau berdiri sebagai bagian tersendiri.

Langkah 1: Tentukan desain penelitian dan tulis alasannya dalam satu paragraf

Desain penelitian bukan label yang dipilih karena terdengar meyakinkan, melainkan konsekuensi logis dari rumusan masalah yang sudah Anda tulis di BAB I. Empat desain berikut menutupi sebagian besar skripsi keperawatan jenjang S1 di Indonesia.

Deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional

Dipakai ketika rumusan masalah Anda berbunyi “adakah hubungan antara X dan Y”. Data variabel bebas dan variabel terikat diambil pada satu waktu yang sama, tanpa tindak lanjut. Contoh judul: hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan kepatuhan cuci tangan enam langkah di ruang rawat inap. Desain ini paling banyak dipakai karena realistis dikerjakan dalam satu semester.

Quasi-experiment pre-test post-test

Dipakai ketika Anda memberikan intervensi keperawatan dan mengukur efeknya. Contoh: pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pasien pasca-operasi laparotomi. Bentuk yang paling umum di skripsi S1 adalah one group pre-test post-test design, karena membentuk kelompok kontrol di ruang rawat sering tidak memungkinkan secara etis maupun praktis. Jika Anda memakai bentuk ini, akui keterbatasannya secara terbuka: tanpa kelompok kontrol, perubahan skor tidak bisa sepenuhnya diklaim sebagai efek intervensi.

Deskriptif sederhana

Dipakai ketika Anda hanya menggambarkan satu variabel, misalnya gambaran tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di satu puskesmas. Desain ini sah, tetapi banyak penguji menuntut nilai tambah. Pastikan Anda punya alasan kuat mengapa gambaran itu belum tersedia untuk populasi tersebut.

Studi kasus asuhan keperawatan

Fokusnya penerapan proses keperawatan pada satu atau dua pasien, dari pengkajian sampai evaluasi. Tujuannya bukan generalisasi, melainkan kedalaman. Jika Anda masih ragu berada di jalur kuantitatif atau kualitatif, selesaikan dulu keputusan itu dengan membaca cara memilih metode kuantitatif atau kualitatif sebelum melanjutkan ke langkah kedua.

Setelah memilih, tulis satu paragraf pembuka BAB III yang menyebut desain, pendekatan, dan alasannya. Contoh kalimat siap adaptasi: “Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Desain ini dipilih karena tujuan penelitian adalah mengidentifikasi hubungan antara beban kerja dan kejadian burnout pada perawat dalam satu titik waktu pengukuran, tanpa memberikan perlakuan apa pun kepada responden.”

Langkah 2: Tulis lokasi dan waktu penelitian secara spesifik

Subbab ini pendek tetapi sering menjadi bahan pertanyaan penguji. Sebutkan nama institusi, unit atau ruangan yang spesifik, dan rentang bulan pengambilan data. Tambahkan satu kalimat alasan pemilihan lokasi yang berbasis data, bukan berbasis kemudahan akses.

Contoh yang lemah: “Penelitian dilakukan di RSUD X karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal peneliti.” Contoh yang kuat: “Penelitian dilakukan di ruang rawat inap bedah RSUD X karena unit tersebut memiliki angka kejadian jatuh tertinggi di antara seluruh unit rawat inap berdasarkan laporan indikator mutu rumah sakit tahun sebelumnya.” Alasan kedua langsung menyambung ke latar belakang Anda dan menutup satu celah pertanyaan sidang.

Langkah 3: Susun populasi, sampel, dan teknik sampling sebagai satu alur menyempit

Bagian inilah yang membedakan BAB III keperawatan dari jurusan lain, karena populasi Anda adalah manusia dalam kondisi klinis tertentu. Tulis empat hal berurutan.

Pertama, populasi target dan populasi terjangkau. Populasi target adalah kelompok yang ingin Anda generalisasi, misalnya seluruh pasien diabetes melitus tipe 2. Populasi terjangkau adalah bagian populasi target yang benar-benar bisa Anda jangkau, misalnya pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD X selama Maret sampai Mei. Sebutkan jumlah populasi terjangkau berdasarkan data rekam medis atau register kunjungan, dan cantumkan periode datanya.

Kedua, teknik sampling. Tiga teknik yang paling sering dipakai di skripsi keperawatan:

  • Total sampling — seluruh anggota populasi terjangkau dijadikan sampel. Dipilih ketika populasi kecil, biasanya di bawah seratus orang, misalnya seluruh perawat di satu ruangan.
  • Purposive sampling — sampel dipilih berdasarkan kriteria yang Anda tetapkan sendiri. Harus disertai kriteria inklusi dan eksklusi yang eksplisit, kalau tidak akan dianggap sekadar sampling seadanya.
  • Consecutive sampling — setiap pasien yang datang dan memenuhi kriteria diambil berturut-turut sampai jumlah sampel terpenuhi. Teknik ini sangat lazim di lingkungan klinis dan lebih jujur daripada mengklaim simple random sampling yang sebenarnya tidak Anda lakukan.

Ketiga, besar sampel. Sebutkan rumus yang dipakai, masukkan angkanya, dan tampilkan hasil perhitungan. Untuk desain korelasional, rumus Slovin masih paling umum diterima di kampus Indonesia; untuk desain eksperimen, gunakan rumus beda dua rerata atau analisis daya. Rincian perhitungan tiap rumus beserta contoh angkanya dibahas terpisah di panduan cara menentukan jumlah sampel skripsi. Tambahkan antisipasi drop out sekitar sepuluh persen jika penelitian Anda melibatkan pengukuran berulang.

Keempat, kriteria inklusi dan eksklusi. Tulis dalam bentuk daftar, bukan paragraf. Kriteria inklusi adalah syarat untuk masuk; kriteria eksklusi adalah kondisi yang mengeluarkan responden meski sudah memenuhi inklusi. Contoh untuk penelitian nyeri pasca-operasi:

  • Inklusi: pasien pasca-operasi laparotomi hari pertama sampai ketiga; usia 18 sampai 60 tahun; sadar penuh dan mampu berkomunikasi; bersedia menjadi responden dan menandatangani lembar persetujuan.
  • Eksklusi: pasien dengan gangguan kognitif atau penurunan kesadaran; pasien yang sedang mendapat analgesik opioid intravena kontinu; pasien yang mengundurkan diri di tengah penelitian.

Kesalahan yang paling sering muncul adalah menaruh kebalikan kriteria inklusi sebagai kriteria eksklusi. “Usia 18 sampai 60 tahun” di inklusi tidak perlu diulang menjadi “usia di bawah 18 tahun” di eksklusi. Eksklusi seharusnya berisi kondisi yang mengganggu pengukuran variabel Anda.

Langkah 4: Buat tabel definisi operasional dengan lima kolom

Tabel definisi operasional adalah jantung BAB III keperawatan dan hampir selalu diminta dalam format tabel, bukan narasi. Lima kolom standarnya: variabel, definisi operasional, alat ukur, hasil ukur, dan skala ukur.

Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala
Tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan jatuh Kemampuan perawat menjawab benar pernyataan mengenai asesmen risiko jatuh, intervensi, dan pelaporan insiden Kuesioner 20 butir pilihan benar-salah Baik (76-100%), Cukup (56-75%), Kurang (<56%) Ordinal
Kepatuhan pelaksanaan asesmen risiko jatuh Kesesuaian tindakan perawat dengan tujuh item standar prosedur operasional asesmen risiko jatuh yang berlaku di rumah sakit Lembar observasi 7 item Patuh (7 item terpenuhi), Tidak patuh (<7 item) Nominal
Intensitas nyeri Persepsi nyeri yang dilaporkan responden pada saat pengukuran Numeric Rating Scale 0-10 Skor 0 sampai 10 Rasio

Dua aturan yang menyelamatkan Anda dari revisi: definisi operasional harus berupa cara mengukur, bukan definisi konseptual dari buku teks; dan skala ukur di kolom terakhir menentukan uji statistik yang boleh Anda pakai di langkah ketujuh. Jika kolom skala Anda salah, seluruh analisis di BAB IV ikut salah.

Langkah 5: Jelaskan instrumen dan status uji validitas serta reliabilitasnya

Ada tiga situasi, dan masing-masing menuntut kalimat yang berbeda.

Situasi pertama: Anda memakai instrumen baku yang sudah tervalidasi dalam versi Indonesia. Banyak instrumen keperawatan berada di kategori ini, misalnya skala penilaian risiko jatuh, skala penilaian risiko luka tekan, indeks kemandirian aktivitas harian, atau skala pengukuran nyeri numerik. Yang wajib Anda tulis: nama instrumen, jumlah butir, rentang skor, penulis asli, dan rujukan penelitian yang melakukan uji validitas versi Indonesia beserta nilai koefisiennya. Anda tidak wajib mengulang uji validitas, tetapi banyak pembimbing tetap meminta uji reliabilitas ulang pada populasi Anda.

Situasi kedua: Anda mengadaptasi instrumen berbahasa asing. Sebutkan bahwa Anda meminta izin kepada pemegang hak instrumen, lalu jelaskan prosedur alih bahasa maju-mundur: terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh dua penerjemah, sintesis, terjemahan balik ke bahasa asli, dan uji keterbacaan pada beberapa responden yang karakteristiknya mirip. Prosedur ini sering menjadi nilai tambah di mata penguji.

Situasi ketiga: Anda menyusun kuesioner sendiri. Ini menuntut kerja paling banyak. Anda wajib melakukan uji validitas dan reliabilitas pada sekitar tiga puluh responden di luar sampel penelitian tetapi dengan karakteristik serupa. Butir dinyatakan valid jika koefisien korelasi item-total melebihi nilai r tabel pada taraf lima persen, dan instrumen dinyatakan reliabel jika koefisien alfa Cronbach mencapai ambang yang ditetapkan pedoman fakultas Anda, umumnya 0,70. Langkah teknisnya di perangkat lunak statistik diuraikan pada perbandingan alat untuk uji validitas dan reliabilitas. Jika pengumpulan data Anda dilakukan secara daring, pertimbangan platform yang aman untuk data responden dibahas di ulasan aplikasi kuesioner online untuk skripsi.

Langkah 6: Uraikan prosedur pengumpulan data sebagai urutan yang bisa diulang orang lain

Tolok ukurnya sederhana: apakah mahasiswa lain bisa mengulang penelitian Anda hanya dengan membaca subbab ini? Tulis dalam bentuk tahapan bernomor, dan pisahkan tahap administratif dari tahap teknis.

  1. Pengurusan surat izin penelitian dari fakultas ke bagian pendidikan dan pelatihan rumah sakit atau dinas kesehatan.
  2. Pengurusan kelaikan etik ke komisi etik penelitian kesehatan institusi.
  3. Koordinasi dengan kepala ruangan untuk menentukan waktu pengambilan data yang tidak mengganggu pelayanan.
  4. Penjelasan tujuan penelitian kepada calon responden dan penandatanganan lembar persetujuan.
  5. Pengisian kuesioner dengan pendampingan peneliti, atau observasi sesuai lembar observasi.
  6. Pemeriksaan kelengkapan jawaban di tempat, sebelum responden meninggalkan lokasi.
  7. Pengolahan data: penyuntingan, pemberian kode, entri, dan pembersihan data.

Tahap keenam sering dilewatkan mahasiswa dan berujung pada data tidak lengkap yang baru ketahuan saat entri. Memeriksa kelengkapan di tempat menghemat berhari-hari kerja.

Langkah 7: Tentukan uji statistik sebelum data terkumpul, bukan sesudahnya

Menentukan uji setelah melihat data adalah kesalahan metodologis yang mudah dikenali penguji. Tentukan sekarang, berdasarkan skala ukur yang sudah Anda kunci di tabel definisi operasional.

Bentuk pertanyaan penelitian Skala data Uji yang lazim dipakai
Hubungan dua variabel kategorik Nominal – nominal Kai kuadrat; Fisher exact bila syarat frekuensi harapan tidak terpenuhi
Hubungan dua variabel bertingkat Ordinal – ordinal Korelasi Spearman
Hubungan dua variabel numerik Interval atau rasio Korelasi Pearson bila sebaran normal, Spearman bila tidak
Perbedaan sebelum dan sesudah intervensi Numerik berpasangan Uji t berpasangan bila normal, Wilcoxon bila tidak
Perbedaan dua kelompok bebas Numerik tidak berpasangan Uji t independen bila normal, Mann-Whitney bila tidak

Perhatikan syarat kai kuadrat: proporsi sel dengan frekuensi harapan kurang dari lima tidak boleh melampaui ambang yang ditetapkan, dan bila terlampaui Anda perlu menggabungkan kategori atau beralih ke uji alternatif. Untuk uji berbasis normalitas, tuliskan sejak awal bahwa Anda akan melakukan uji normalitas dan bahwa uji nonparametrik disiapkan sebagai cadangan. Rencana cadangan ini menutup pertanyaan penguji sebelum sempat diajukan; skenario lengkapnya diuraikan pada pembahasan apa yang harus dilakukan ketika data tidak normal.

Langkah 8: Tulis subbab etika penelitian dengan lima prinsip dan bukti kelaikan etik

Di jurusan keperawatan, subbab etika bukan formalitas. Penelitian Anda menyentuh pasien dalam kondisi rentan, dan penguji akan menilai apakah Anda memahami konsekuensinya. Uraikan lima prinsip berikut, masing-masing satu paragraf pendek yang menjelaskan tindakan konkret Anda, bukan definisi teoretis.

  • Persetujuan setelah penjelasan — jelaskan bahwa calon responden menerima penjelasan tujuan, prosedur, risiko, dan hak untuk mundur kapan saja tanpa konsekuensi terhadap pelayanan yang mereka terima.
  • Tanpa nama — nama responden tidak dicantumkan pada instrumen; digunakan kode responden.
  • Kerahasiaan — data disimpan pada berkas terkunci, hanya diakses peneliti dan pembimbing, dan dimusnahkan setelah jangka waktu tertentu.
  • Berbuat baik dan tidak mencederai — jelaskan manfaat yang mungkin diperoleh responden serta bagaimana Anda meminimalkan ketidaknyamanan, misalnya menghentikan pengukuran bila responden mengeluh nyeri bertambah.
  • Keadilan — semua responden yang memenuhi kriteria mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan diperlakukan setara.

Tutup subbab ini dengan pernyataan kelaikan etik: sebutkan nama komisi etik, nomor surat, dan tanggalnya. Jika surat belum terbit saat naskah proposal diajukan, tulis bahwa penelitian akan dilaksanakan setelah kelaikan etik diperoleh. Menyembunyikan status ini jauh lebih berisiko daripada menyatakannya apa adanya.

Daftar periksa BAB III sebelum menemui dosen pembimbing

  • Desain yang tertulis di paragraf pertama konsisten dengan kata kerja di rumusan masalah BAB I.
  • Jumlah populasi terjangkau disertai sumber data dan periodenya.
  • Rumus besar sampel ditampilkan lengkap dengan angka yang dimasukkan, bukan hanya hasil akhirnya.
  • Kriteria eksklusi bukan sekadar kebalikan kriteria inklusi.
  • Setiap variabel di tabel definisi operasional muncul juga di kerangka konsep.
  • Kolom skala ukur cocok dengan uji statistik yang Anda rencanakan.
  • Status validitas dan reliabilitas setiap instrumen dinyatakan eksplisit.
  • Subbab etika menyebut lima prinsip dan status kelaikan etik.

Menyusun BAB III lebih cepat tanpa mengurangi tanggung jawab Anda

Sebagian besar waktu yang habis di BAB III bukan untuk berpikir, melainkan untuk merapikan: memindahkan definisi operasional ke format tabel yang benar, menyamakan istilah antara BAB I dan BAB III, dan memastikan setiap variabel muncul konsisten di seluruh naskah. Pekerjaan itu bisa dipercepat. Susun kerangka BAB III skripsi keperawatan Anda bersama Tesify, lalu isi setiap komponen dengan data lapangan dan keputusan metodologis Anda sendiri. Anda tetap penulis dan penanggung jawab penuh atas naskah yang Anda ajukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa halaman idealnya BAB III skripsi keperawatan?

Umumnya sepuluh sampai delapan belas halaman, tergantung banyaknya variabel dan panjang tabel definisi operasional. Tidak ada ambang resmi. Yang dinilai penguji adalah kelengkapan delapan komponen dan konsistensinya dengan BAB I, bukan jumlah halaman. Periksa buku pedoman fakultas Anda karena beberapa program studi menetapkan batas minimum.

Apa bedanya populasi target dan populasi terjangkau?

Populasi target adalah kelompok yang ingin Anda generalisasi hasilnya, misalnya seluruh pasien gagal jantung. Populasi terjangkau adalah bagian populasi target yang benar-benar bisa Anda akses dalam waktu dan tempat penelitian, misalnya pasien gagal jantung yang kontrol di satu poliklinik selama tiga bulan. Sampel diambil dari populasi terjangkau, dan generalisasi hasil Anda dibatasi olehnya.

Bolehkah skripsi keperawatan memakai total sampling?

Boleh, dan sering justru yang paling tepat ketika populasi terjangkau berjumlah kecil, misalnya seluruh perawat di satu ruangan. Yang perlu Anda tulis adalah alasannya: populasi kecil sehingga seluruh anggotanya dijadikan sampel. Total sampling tidak menghilangkan kewajiban menuliskan kriteria inklusi dan eksklusi.

Apakah wajib melakukan uji validitas jika memakai instrumen baku?

Tidak selalu, tetapi Anda wajib mencantumkan rujukan penelitian yang melakukan uji validitas versi Indonesia beserta nilai koefisiennya. Banyak pembimbing tetap meminta uji reliabilitas ulang pada karakteristik responden Anda. Tanyakan langsung kepada pembimbing sejak awal, karena mengulang uji setelah data terkumpul jauh lebih merepotkan.

Berapa responden yang dibutuhkan untuk uji validitas kuesioner buatan sendiri?

Praktik yang paling umum di kampus Indonesia adalah sekitar tiga puluh responden dengan karakteristik serupa sampel penelitian, tetapi berada di luar sampel yang akan dianalisis. Jumlah ini memungkinkan perbandingan koefisien korelasi butir dengan nilai r tabel. Beberapa pedoman fakultas meminta jumlah berbeda, jadi periksa dulu.

Apa itu ethical clearance dan apakah skripsi S1 wajib memilikinya?

Kelaikan etik adalah surat keterangan dari komisi etik penelitian kesehatan yang menyatakan penelitian Anda layak dilaksanakan secara etis. Sebagian besar program studi keperawatan mewajibkannya untuk penelitian yang melibatkan manusia, termasuk skripsi S1, dan rumah sakit umumnya menolak permohonan izin tanpa surat ini. Urus sejak proposal disetujui karena prosesnya memakan waktu.

Bagaimana menulis BAB III jika penelitian saya studi kasus asuhan keperawatan?

Struktur delapan komponen tetap berlaku, tetapi isinya berubah. Populasi dan sampel diganti dengan subjek studi kasus beserta kriteria pemilihannya, definisi operasional diganti fokus studi, dan analisis data diganti teknik penyajian narasi asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi. Subbab etika justru menjadi lebih penting karena Anda menuliskan kondisi satu individu.

Apakah boleh mengganti desain penelitian di tengah jalan?

Boleh sebelum data dikumpulkan, dan wajib dibicarakan dengan dosen pembimbing serta dilaporkan ke komisi etik bila kelaikan etik sudah terbit. Mengganti desain setelah data terkumpul hampir selalu berarti mengulang pengambilan data, karena instrumen dan skala ukur ikut berubah. Karena itu keputusan desain diletakkan di langkah pertama.

Mengapa kriteria eksklusi saya terus dicoret pembimbing?

Penyebab paling umum adalah kriteria eksklusi yang hanya membalik kriteria inklusi. Kriteria eksklusi seharusnya berisi kondisi yang mengganggu pengukuran variabel Anda meskipun responden sudah memenuhi seluruh syarat inklusi, misalnya gangguan kognitif pada penelitian berbasis kuesioner mandiri, atau terapi lain yang efeknya bercampur dengan intervensi Anda.

Kapan waktu terbaik menulis BAB III?

Bersamaan dengan penyusunan proposal, sebelum pengambilan data dimulai. BAB III adalah rencana kerja, bukan laporan kerja. Menulisnya setelah data terkumpul menimbulkan risiko besar: uji statistik dipilih berdasarkan hasil yang diinginkan, dan penguji berpengalaman sangat mudah mengenali pola tersebut.