Cara Analisis Data Kualitatif Model Miles dan Huberman untuk Skripsi (Edisi Terbaru, 2026)

Model Miles dan Huberman adalah kerangka analisis kualitatif yang paling banyak dipakai di skripsi Indonesia. Sayangnya sebagian besar naskah hanya menyalin tiga kata kunci — reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan — tanpa benar-benar menjalankannya, sehingga bab empat berubah menjadi kumpulan kutipan wawancara yang ditempel berurutan. Panduan ini menjalankan modelnya secara utuh, langkah demi langkah, dengan contoh yang bisa langsung Anda tiru.

Langkah 0: Pastikan edisi yang Anda kutip benar

Sebelum menulis satu kalimat pun di bab tiga, periksa buku yang Anda rujuk. Sebagian besar skripsi Indonesia mengutip Miles dan Huberman edisi awal yang terbit pada 1984 dan terjemahan Indonesianya pada 1992 — itulah asal triad “reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan” yang beredar di mana-mana.

Edisi yang saat ini diterbitkan penerbitnya adalah Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, edisi keempat, terbit Januari 2019 oleh Sage, setebal 408 halaman, dengan tiga penulis: Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña dari Arizona State University. Struktur edisi ini tidak lagi berhenti pada tiga kata kunci. Bab 4 berjudul Fundamentals of Qualitative Data Analysis dan memuat urutan kerja yang jauh lebih rinci: First Cycle Codes and Coding, Coding Craft and Design, Structure and Unity in Code Lists, Definitions of Codes, Second Cycle Coding—Pattern Codes, From Codes to Patterns, Jottings, Analytic Memoing, sampai Within-Case and Cross-Case Analysis. Bagian kedua buku, Displaying the Data, membahas rancangan matriks, jaringan, dan tampilan grafis. Bagian ketiga dibuka bab Drawing and Verifying Conclusions yang berisi taktik menghasilkan makna, taktik menguji temuan, standar mutu kesimpulan, dan dokumentasi analitis. Bahkan ada satu bagian khusus berjudul On Theses and Dissertations.

Apa artinya untuk Anda? Dua hal. Pertama, bila pedoman fakultas Anda meminta rujukan mutakhir, mengutip edisi 1992 sebagai satu-satunya sumber akan ditanyakan. Kedua, kerangka kerja pada edisi terbaru jauh lebih mudah dijalankan karena tahapannya konkret. Tulis rujukan sesuai edisi yang benar-benar Anda pegang; aturan penulisannya ada di cara membuat daftar pustaka APA. Bila Anda memakai terjemahan Indonesia, sebutkan tahun terjemahan dan tahun karya aslinya.

Langkah 1: Siapkan transkrip yang layak dianalisis

Analisis yang buruk hampir selalu berawal dari transkrip yang buruk. Sebelum memberi kode apa pun, pastikan lima hal berikut.

  1. Transkrip verbatim. Tulis apa adanya, termasuk pengulangan dan jeda yang bermakna. Merapikan kalimat informan pada tahap transkrip berarti menghapus data.
  2. Penomoran baris. Setiap baris bernomor supaya kutipan di bab empat dapat dirujuk secara tepat, misalnya (I3, baris 87–92).
  3. Kode informan yang konsisten. I1, I2, I3 dan seterusnya, disertai tabel karakteristik informan di lampiran.
  4. Penyamaran identitas. Ganti nama orang, nama unit kerja yang terlalu spesifik, dan detail yang dapat mengenali seseorang. Sebutkan di bab tiga bahwa penyamaran dilakukan.
  5. Catatan lapangan terpisah. Suasana, bahasa tubuh, dan gangguan selama wawancara dicatat di berkas tersendiri, bukan disisipkan ke dalam kutipan.

Berapa jumlah informannya adalah pertanyaan berbeda yang dijawab oleh kejenuhan data, bukan oleh rumus; pertimbangannya dibahas pada pemilihan metode kualitatif atau kuantitatif.

Langkah 2: Baca menyeluruh sebelum memberi kode

Baca setiap transkrip satu kali tanpa memberi kode sama sekali. Tujuannya membentuk gambaran utuh sebelum perhatian terpecah oleh detail. Sambil membaca, tulis catatan pinggir singkat: satu frasa untuk hal yang mengejutkan, bertentangan dengan dugaan Anda, atau muncul berulang. Pada edisi keempat catatan singkat semacam ini disebut jottings, dan fungsinya bukan hiasan — di sinilah gagasan tema pertama biasanya lahir.

Sisihkan juga satu berkas untuk memo analitis: tulisan bebas setengah sampai satu halaman setiap kali Anda menyadari sesuatu tentang data. Memo inilah yang kelak menjadi paragraf pembahasan. Mahasiswa yang melewatkan tahap ini biasanya kehabisan bahan saat menulis bab empat karena semua pemikirannya tersimpan di kepala dan menguap.

Kode pertama dikelompokkan menjadi pola lalu menjadi tema besar
Dari puluhan kode siklus pertama menjadi beberapa pola, lalu menjadi sedikit tema utama.

Langkah 3: Koding siklus pertama

Koding siklus pertama memberi label pada satuan makna terkecil. Satuannya bisa satu kalimat atau satu paragraf, asalkan konsisten. Tiga jenis kode paling berguna untuk skripsi:

  • Kode deskriptif — kata benda yang meringkas topik satuan itu, misalnya “beban administrasi”.
  • Kode in vivo — istilah asli informan yang dipakai apa adanya sebagai kode, misalnya “kerja rangkap”. Kode jenis ini sangat kuat karena menjaga suara informan.
  • Kode proses — kata kerja berakhiran -ing dalam bahasa Inggris, atau bentuk “me-” dalam bahasa Indonesia, misalnya “menyiasati jadwal”. Cocok bila penelitian Anda tentang proses.

Setelah putaran pertama, susun daftar kode dalam satu tabel dengan tiga kolom: nama kode, definisi satu kalimat, dan satu contoh kutipan. Definisi tertulis adalah bagian yang paling sering dilewatkan dan paling sering ditagih penguji, karena tanpa definisi tidak ada yang bisa menilai apakah kode Anda diterapkan secara konsisten. Bila daftar kode Anda melebihi lima puluh entri pada tiga transkrip pertama, kemungkinan besar kode Anda terlalu rinci; gabungkan dulu sebelum melanjutkan.

Langkah 4: Koding siklus kedua dan pembentukan tema

Siklus kedua tidak membaca ulang transkrip dari nol; siklus kedua bekerja pada daftar kode. Yang Anda cari adalah pola: kode-kode yang selalu muncul bersama, kode yang saling bertolak belakang, dan kode yang hanya muncul pada satu kelompok informan.

  1. Kelompokkan kode yang secara konseptual sejenis menjadi satu kategori, lalu beri kategori itu nama yang lebih abstrak.
  2. Gabungkan kode yang ternyata mengukur hal yang sama dengan nama berbeda.
  3. Buang kode yang hanya muncul sekali dan tidak punya makna teoretis, tetapi catat pembuangannya.
  4. Naikkan kategori yang paling menjelaskan rumusan masalah menjadi tema. Untuk skripsi, tiga sampai lima tema utama biasanya sudah memadai.

Uji setiap calon tema dengan satu pertanyaan sederhana: apakah tema ini menjawab salah satu rumusan masalah saya? Bila tidak, tema itu menarik tetapi bukan milik skripsi ini. Bila tema Anda terasa hanya mengulang variabel yang sudah ada di kerangka konseptual, periksa kembali kerangka teori Anda: pada penelitian kualitatif teori berfungsi sebagai lensa, bukan sebagai kotak yang harus diisi.

Langkah 5: Sajikan data, jangan hanya menarasikannya

Inilah bagian model Miles dan Huberman yang paling sering diabaikan padahal paling khas. Penyajian data berarti menyusun data terkompresi ke dalam bentuk yang memungkinkan pola terlihat — bukan menulis paragraf panjang berisi kutipan berurutan.

Dua bentuk yang paling praktis untuk skripsi:

  • Matriks tema kali informan. Baris berisi tema, kolom berisi informan, sel berisi ringkasan satu frasa atau tanda apakah tema itu muncul. Matriks ini langsung menampilkan tema mana yang lintas informan dan mana yang khas satu orang.
  • Jaringan hubungan antar tema. Kotak berisi tema, panah berisi hubungan yang Anda simpulkan dari data. Berguna bila pertanyaan penelitian Anda tentang proses atau sebab.
Contoh penyajian data kualitatif berbentuk matriks dan jaringan
Matriks tema kali informan dan jaringan antar tema: dua bentuk penyajian yang paling praktis untuk skripsi.

Letakkan matriks di bab empat, lalu tulis narasi sesudah matriks sebagai pembacaan atasnya. Urutan ini membuat pembahasan Anda punya struktur dan mencegah bab empat berubah menjadi daftar kutipan.

Langkah 6: Tarik dan verifikasi kesimpulan

Kesimpulan kualitatif tidak muncul dari jumlah kemunculan kode. Yang membuatnya dapat dipertahankan adalah verifikasi. Empat taktik berikut cukup untuk skripsi dan mudah dijelaskan di sidang.

  • Triangulasi sumber. Bandingkan keterangan informan pada posisi berbeda tentang peristiwa yang sama.
  • Triangulasi metode. Bandingkan hasil wawancara dengan dokumen atau hasil observasi.
  • Pencarian kasus menyimpang. Cari informan yang menolak pola yang Anda temukan, lalu jelaskan mengapa ia berbeda. Menemukan satu kasus menyimpang dan menjelaskannya jauh lebih meyakinkan daripada melaporkan pola yang mulus tanpa cela.
  • Pemeriksaan anggota. Kembalikan ringkasan temuan kepada beberapa informan dan minta konfirmasi. Catat tanggal dan cara pelaksanaannya untuk lampiran.

Kejenuhan data — titik ketika transkrip baru tidak lagi memunculkan kode baru — dilaporkan sebagai kejadian, bukan sebagai target. Tulis pada informan keberapa kode baru berhenti muncul dan berapa wawancara tambahan yang Anda lakukan sesudahnya untuk memastikan. Pernyataan seperti itu jauh lebih kuat daripada kalimat “data telah jenuh” tanpa bukti.

Istilah lama dan padanan kerjanya

Istilah yang beredar di skripsi Pekerjaan nyatanya Keluaran yang harus ada
Reduksi data Koding siklus pertama dan penyusunan daftar kode berdefinisi Tabel kode: nama, definisi, contoh kutipan
Kategorisasi Koding siklus kedua, pencarian pola Tabel kode ke kategori ke tema
Penyajian data Matriks atau jaringan, bukan narasi Minimal satu matriks tema kali informan
Penarikan kesimpulan Menjawab rumusan masalah dari matriks Satu kesimpulan per rumusan masalah
Verifikasi Triangulasi, kasus menyimpang, pemeriksaan anggota Catatan pelaksanaan berikut tanggalnya

Cara menuliskannya di bab tiga dan bab empat

Di bab tiga, tulis tahapan analisis sebagai rencana dan sebutkan edisi buku yang Anda rujuk. Contoh: “Analisis data dilakukan mengikuti model Miles dan Huberman melalui koding siklus pertama, koding siklus kedua untuk membentuk pola, penyajian data dalam bentuk matriks tema, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan melalui triangulasi sumber dan pemeriksaan anggota.”

Di bab empat, susun sub-bab per tema, bukan per informan. Setiap sub-bab memuat pernyataan tema dalam satu kalimat, dua sampai tiga kutipan pendukung dari informan berbeda dengan rujukan baris, satu kutipan yang menunjukkan variasi atau pertentangan, dan satu paragraf pembahasan yang mengaitkan tema itu dengan teori atau penelitian terdahulu. Kutipan yang lebih panjang dari lima baris hampir selalu bisa dipotong.

Kesalahan yang paling sering ditemukan penguji

  • Menyebut model Miles dan Huberman tetapi bab empat berisi kutipan berurutan tanpa matriks. Penyajian data adalah tahap wajib, bukan pilihan.
  • Daftar kode tanpa definisi. Tanpa definisi, konsistensi koding tidak dapat dinilai siapa pun.
  • Menghitung persentase kemunculan tema. Data kualitatif tidak mewakili populasi, sehingga persentase justru melemahkan klaim.
  • Menyatakan data jenuh tanpa menyebut kapan. Sebutkan pada informan keberapa dan atas dasar apa.
  • Tema yang jumlahnya sama persis dengan jumlah pertanyaan wawancara. Itu tanda pertanyaan wawancara disalin menjadi tema, bukan tema yang muncul dari data.
  • Mengutip edisi 1992 sambil menuliskan tahapan yang tidak ada di edisi itu. Samakan rujukan dengan isi.

Langkah berikutnya

Kerjakan tiga hal malam ini: rapikan satu transkrip lengkap dengan penomoran baris, jalankan koding siklus pertama pada transkrip itu saja, lalu tulis definisi untuk setiap kode yang Anda buat. Setelah satu transkrip selesai dikerjakan dengan benar, sisanya menjadi pekerjaan mekanis yang bisa Anda perkirakan waktunya.

Yang paling melelahkan pada skripsi kualitatif biasanya bukan koding, melainkan mengubah matriks menjadi bab empat yang mengalir dan konsisten dengan bab tiga. Tesify membantu menyusun naskah bab demi bab sehingga tahapan yang Anda janjikan di metodologi benar-benar terlihat di hasil — sementara kode, tema, dan tafsirnya tetap sepenuhnya milik Anda. Sebelum hari sidang, cocokkan juga temuan Anda dengan bank pertanyaan penguji, karena pertanyaan tentang konsistensi koding hampir selalu muncul pada skripsi kualitatif.

FAQ analisis data kualitatif

Berapa tema yang ideal untuk skripsi kualitatif?

Tiga sampai lima tema utama biasanya memadai untuk skripsi S1. Yang menentukan bukan jumlahnya, melainkan apakah setiap tema menjawab rumusan masalah dan didukung data dari lebih dari satu informan.

Apakah saya wajib memakai NVivo atau ATLAS.ti?

Tidak wajib. Koding manual dengan tabel di pengolah angka sepenuhnya sah dan masih paling umum di skripsi Indonesia. Perangkat lunak membantu ketika transkrip Anda banyak dan Anda perlu menelusuri kode dengan cepat.

Berapa jumlah informan minimal untuk skripsi kualitatif?

Tidak ada angka baku. Yang dinilai adalah tercapainya kejenuhan data dan kesesuaian informan dengan kriteria. Laporkan kapan kode baru berhenti muncul, bukan sekadar jumlah akhirnya.

Apakah reduksi data berarti membuang data?

Bukan membuang, melainkan memadatkan. Data mentah tetap disimpan dan dilampirkan; yang diringkas adalah bentuk kerjanya menjadi kode dan kategori.

Bolehkah satu satuan teks diberi lebih dari satu kode?

Boleh, dan sering justru perlu. Yang penting definisi setiap kode jelas sehingga pemberian kode ganda punya alasan, bukan karena ragu.

Bagaimana cara menulis kutipan informan di bab empat?

Tulis kutipan dalam paragraf terpisah bila panjangnya lebih dari sekitar empat puluh kata, cantumkan kode informan dan nomor baris, dan jangan mengubah kata-katanya. Terjemahan atau penghalusan bahasa daerah disebutkan sebagai catatan.

Apakah penelitian kualitatif memerlukan uji validitas dan reliabilitas?

Tidak dalam bentuk uji statistik. Padanannya adalah kriteria keterpercayaan: triangulasi, pemeriksaan anggota, kecukupan rujukan, dan jejak audit berupa catatan analisis.

Apakah boleh menggabungkan Miles dan Huberman dengan analisis tematik?

Boleh, selama Anda menyebut tahapan mana yang diambil dari model mana dan tidak mencampur istilah tanpa penjelasan. Konsistensi istilah lebih penting daripada memilih satu nama besar.

Bagaimana bila dua informan memberi keterangan yang bertentangan?

Itu temuan, bukan masalah. Laporkan keduanya, telusuri kemungkinan penyebab perbedaan posisi atau pengalaman, dan jadikan pertentangan itu bagian dari pembahasan.

Apakah wawancara perlu ditranskrip seluruhnya?

Untuk skripsi, transkrip lengkap adalah standar yang paling aman karena menjadi bukti jejak analisis. Bila keterbatasan waktu memaksa transkrip selektif, nyatakan kriterianya secara terbuka di bab tiga.

Berapa lama analisis kualitatif skripsi biasanya memakan waktu?

Perkirakan tiga sampai empat jam kerja per satu jam rekaman untuk transkrip, ditambah satu sampai dua jam per transkrip untuk koding siklus pertama. Menghitungnya di muka mencegah jadwal bab empat meleset jauh.