Contoh Rumusan Masalah Skripsi 2026: 30 Contoh Siap Adaptasi per Jurusan

Rumusan masalah adalah pertanyaan yang seluruh skripsi Anda ada untuk menjawabnya. Kalau Bab 4 tidak menjawabnya, atau kalau pertanyaannya bisa dijawab tanpa mengumpulkan data, rumusan masalah itu belum jadi. Halaman ini berisi tiga puluh contoh dari sepuluh jurusan — setiap contoh disertai bentuknya dan data yang harus Anda kumpulkan untuk menjawabnya, supaya bisa langsung Anda uji kelayakannya.

Tiga bentuk rumusan masalah, dan cara memilihnya

Hampir semua rumusan masalah skripsi jatuh ke salah satu dari tiga bentuk berikut. Memilih bentuknya lebih dulu akan menentukan data, instrumen, dan uji statistik Anda sekaligus.

Tiga kartu catatan berjajar mewakili bentuk deskriptif, komparatif, dan asosiatif
Satu variabel, dua kelompok, atau dua variabel yang dihubungkan — bentuk pertanyaan menentukan sisa skripsi Anda.
Bentuk Pertanyaan yang diajukan Konsekuensinya
Deskriptif Bagaimana keadaan satu variabel pada satu objek? Cukup satu kelompok data. Analisisnya statistik deskriptif atau analisis kualitatif. Tidak butuh hipotesis.
Komparatif Apakah ada perbedaan antara dua kelompok atau dua waktu? Butuh minimal dua kelompok atau dua pengukuran. Uji beda. Hipotesis wajib.
Asosiatif Apakah ada pengaruh atau hubungan antarvariabel? Butuh dua variabel atau lebih yang terukur pada responden yang sama. Korelasi atau regresi. Hipotesis wajib.

Klasifikasi ini yang dipakai sebagian besar pembimbing di Indonesia, dan buku metode penelitian yang paling sering diminta sebagai rujukan — Sugiyono dan Arikunto — menyusun babnya mengikuti pembagian yang sama. Kalau Anda belum yakin penelitian Anda kuantitatif atau kualitatif, baca dulu panduan kami tentang memilih metode kualitatif atau kuantitatif.

Empat syarat rumusan masalah yang lolos bimbingan

  1. Berbentuk pertanyaan. Bukan pernyataan, bukan judul yang diberi tanda tanya.
  2. Variabelnya bisa diukur. “Apakah kualitas pendidikan memengaruhi masa depan bangsa?” tidak bisa diukur dalam satu semester.
  3. Objek dan batas waktunya jelas. Sebutkan siapa, di mana, dan periode mana.
  4. Jawabannya belum diketahui. Kalau jawabannya sudah pasti sebelum data dikumpulkan, itu bukan penelitian.

Tiga puluh contoh rumusan masalah per jurusan

Ganti objek, lokasi, dan periode dengan milik Anda. Kolom terakhir adalah bagian yang menentukan: kalau Anda tidak bisa mendapatkan data itu, ganti rumusan masalahnya sekarang, bukan setelah seminar proposal.

Manajemen

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Bagaimana pengaruh beban kerja terhadap niat keluar karyawan pada PT X di Surabaya tahun 2026? Asosiatif Kuesioner beban kerja dan niat keluar pada karyawan yang sama
Apakah terdapat perbedaan kepuasan kerja antara karyawan tetap dan karyawan kontrak pada PT X? Komparatif Kuesioner kepuasan kerja pada dua kelompok status kepegawaian
Bagaimana pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan sebagai variabel mediasi pada kedai kopi Y? Asosiatif Kuesioner tiga variabel pada pelanggan yang sama, minimal 100 responden

Akuntansi

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Bagaimana pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada emiten sektor barang konsumen primer periode 2021–2025? Asosiatif Laporan keuangan tahunan emiten dari situs resmi bursa
Apakah terdapat perbedaan kualitas laba antara perusahaan yang diaudit kantor akuntan besar dan kantor akuntan lainnya? Komparatif Laporan keuangan dan nama auditor dari laporan tahunan
Bagaimana penerapan sistem pengendalian internal atas penerimaan kas pada Koperasi Z? Deskriptif Dokumen prosedur, observasi alur kas, wawancara bendahara

Untuk dua contoh pertama, prosedur penyaringan sampelnya dibahas di panduan data perusahaan IDX untuk skripsi akuntansi.

Pendidikan

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri X? Komparatif Nilai pretes dan postes pada kelas yang sama, dua siklus
Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang diajar dengan media interaktif dan kelas yang diajar konvensional? Komparatif Postes dua kelas, izin dari dua guru kelas
Bagaimana kelayakan modul ajar berbasis kearifan lokal untuk mata pelajaran IPS kelas VIII? Deskriptif Lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respons siswa

Ketiganya memakai desain yang berbeda; perbandingannya ada di panduan memilih desain skripsi pendidikan: PTK, eksperimen, atau R&D.

Psikologi

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir? Asosiatif Dua skala baku pada responden yang sama
Apakah terdapat perbedaan regulasi emosi antara mahasiswa yang tinggal bersama keluarga dan yang merantau? Komparatif Satu skala pada dua kelompok tempat tinggal
Bagaimana gambaran kesejahteraan psikologis pada perawat unit gawat darurat? Deskriptif Satu skala baku, atau wawancara mendalam bila kualitatif

Pemilihan dan pelaporan alat ukurnya dibahas di panduan memilih dan melaporkan skala baku untuk skripsi psikologi.

Ilmu Komunikasi

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Bagaimana pembingkaian isu kenaikan tarif transportasi pada dua media daring nasional periode Januari–Maret 2026? Deskriptif Populasi berita periode tertentu, lembar koding, dua koder
Bagaimana pengaruh terpaan konten promosi di media sosial terhadap minat beli generasi Z di Kota Bandung? Asosiatif Kuesioner dua variabel pada responden yang sama
Bagaimana strategi komunikasi krisis Perusahaan X dalam menangani keluhan pelanggan di media sosial? Deskriptif Arsip unggahan dan balasan, wawancara pengelola akun

Untuk contoh pertama, uji kesepakatan antarkoder wajib dilaporkan; lihat Holsti vs Krippendorff’s Alpha untuk analisis isi.

Hukum

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Bagaimana pengaturan perlindungan data pribadi konsumen dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia? Deskriptif (normatif) Teks peraturan dari basis data resmi, bahan hukum sekunder
Bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan perkara X pada Pengadilan Negeri Y periode 2023–2025? Deskriptif (normatif) Salinan putusan dari direktori resmi
Bagaimana pelaksanaan mediasi sengketa konsumen pada lembaga penyelesaian sengketa di Kota Z? Deskriptif (empiris) Wawancara mediator dan para pihak, dokumen berita acara

Perbedaan konsekuensi metodologis antara dua jalur itu dibahas di yuridis normatif vs yuridis empiris.

Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Bagaimana performa algoritma klasifikasi X dibandingkan algoritma Y untuk deteksi ulasan palsu berbahasa Indonesia? Komparatif Dataset berlabel, protokol pembagian data yang sama untuk kedua model
Bagaimana membangun sistem informasi persediaan berbasis web pada UMKM X dan bagaimana hasil pengujian penerimaan penggunanya? Deskriptif Kebutuhan pengguna, artefak perancangan, hasil pengujian
Bagaimana pengaruh teknik penyeimbangan data terhadap nilai recall model prediksi gagal bayar? Komparatif Satu dataset, dua kondisi perlakuan, metrik evaluasi yang sama

Pemilihan metrik evaluasinya menentukan kesimpulan Anda; lihat confusion matrix vs metrik lain.

Keperawatan

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Apakah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien prabedah di RSUD X? Asosiatif Dua instrumen baku, izin etik, izin rumah sakit
Apakah terapi relaksasi napas dalam berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pasien pascaoperasi? Komparatif Pengukuran nyeri sebelum dan sesudah intervensi
Bagaimana tingkat risiko jatuh pada lansia di Panti Werdha Y? Deskriptif Satu instrumen penapisan baku

Status izin tiap instrumen berbeda-beda; periksa daftar alat ukur baku keperawatan beserta status izinnya sebelum memilih.

Kesehatan Masyarakat

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Apakah terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan status gizi pada siswa sekolah dasar di Kecamatan X? Asosiatif Kuesioner kebiasaan makan dan pengukuran antropometri
Bagaimana cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita di wilayah kerja Puskesmas Y tahun 2025? Deskriptif Data sekunder puskesmas, izin dinas kesehatan
Apakah terdapat perbedaan perilaku cuci tangan antara siswa yang mendapat penyuluhan dan yang tidak? Komparatif Lembar observasi pada dua kelompok

Agribisnis dan Ekonomi Pembangunan

Rumusan masalah Bentuk Data yang dibutuhkan
Bagaimana pengaruh luas lahan, tenaga kerja, dan pupuk terhadap produksi padi di Kabupaten X? Asosiatif Kuesioner usaha tani pada petani responden
Bagaimana tingkat efisiensi saluran pemasaran komoditas Y dari petani sampai konsumen akhir? Deskriptif Harga di tiap lembaga pemasaran, penelusuran rantai
Bagaimana pengaruh belanja modal daerah terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota di Provinsi Z periode 2018–2025? Asosiatif Data sekunder resmi tingkat kabupaten dan kota

Untuk contoh terakhir, sumber dan cara mengutip datanya dibahas di data makro Indonesia untuk skripsi ekonomi pembangunan.

Templat isian

Salin salah satu pola berikut dan isi kurungnya.

Deskriptif: Bagaimana [variabel] pada [objek] di [lokasi] periode [waktu]?

Komparatif: Apakah terdapat perbedaan [variabel] antara [kelompok 1] dan [kelompok 2] pada [objek]?

Asosiatif: Bagaimana pengaruh [variabel bebas] terhadap [variabel terikat] pada [objek] di [lokasi] periode [waktu]?

Sebagian besar skripsi memuat dua sampai empat rumusan masalah. Bila Anda menulis lebih dari empat, biasanya ada dua penelitian yang sedang dipaksa jadi satu.

Menurunkan rumusan masalah dari latar belakang

Corong kertas menyempit dari catatan luas menjadi satu kalimat pertanyaan
Rumusan masalah adalah ujung corong latar belakang, bukan ide yang dipilih dari daftar.

Rumusan masalah tidak muncul dari daftar ide. Ia adalah kalimat terakhir dari corong latar belakang Anda, dibalik menjadi pertanyaan. Kalau latar belakang berakhir dengan “penelitian tentang beban kerja perawat di rumah sakit daerah masih jarang dilakukan, padahal beban kerja diduga berkaitan dengan niat keluar”, maka rumusan masalahnya menulis dirinya sendiri.

Kalau bagian itu belum rapi, kerjakan dulu latar belakang skripsi, baru kembali ke halaman ini. Untuk mahasiswa manajemen yang perlu melihat rantai utuh dari rumusan masalah ke hipotesis dan variabel, contoh lengkapnya ada di rumusan masalah, hipotesis, dan variabel skripsi manajemen. Pastikan juga format naskahnya sudah sesuai pedoman format skripsi sebelum berkas Anda masuk ke meja administrasi.

Lima kesalahan yang paling sering dicoret

  1. Pertanyaan yang jawabannya ya atau tidak dan berhenti di situ. “Apakah karyawan puas?” tidak menuntun ke analisis apa pun. Tambahkan pembanding atau variabel kedua.
  2. Variabel yang tidak muncul lagi di Bab 3. Setiap kata benda di rumusan masalah harus punya definisi operasional dan alat ukurnya.
  3. Objek yang tidak bisa diakses. Rumusan masalah tentang satu perusahaan tanpa izin penelitian adalah rencana yang gagal sebelum dimulai.
  4. Menyebut “pengaruh” pada desain yang tidak bisa membuktikan pengaruh. Data satu waktu hanya bisa menunjukkan hubungan. Kalau pembimbing menuntut kata “pengaruh”, pastikan desain Anda mendukungnya.
  5. Rumusan masalah berubah setelah data terkumpul. Boleh dipersempit sebelum pengambilan data, tidak boleh diganti setelahnya hanya agar hasilnya terlihat bagus.

Dari pertanyaan ke Bab 1 yang selesai

Begitu rumusan masalah terkunci, sisa Bab 1 mengikuti: tujuan penelitian adalah rumusan masalah yang diubah menjadi kalimat pernyataan, dan manfaat penelitian menjelaskan siapa yang memakai jawabannya. Tesify menyusun rantai itu dalam satu tempat, menjaga variabel Anda konsisten dari Bab 1 sampai Bab 5, sementara isi dan keputusan ilmiahnya tetap milik Anda sepenuhnya.

Susun Bab 1 Anda bersama Tesify — 100% ditulis oleh Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jumlah rumusan masalah yang ideal untuk skripsi S1?

Dua sampai empat. Satu sering dianggap terlalu tipis untuk lima bab, dan lebih dari empat biasanya berarti ruang lingkupnya terlalu luas.

Apa bedanya rumusan masalah dan latar belakang?

Latar belakang menjelaskan mengapa masalah itu layak diteliti. Rumusan masalah menyatakan pertanyaan yang akan dijawab. Latar belakang bisa panjang; rumusan masalah harus bisa dibaca dalam satu tarikan napas.

Apakah rumusan masalah harus berupa pertanyaan?

Di hampir semua pedoman kampus Indonesia, ya. Beberapa pedoman menerima bentuk pernyataan masalah, tetapi bentuk pertanyaan lebih aman dan lebih mudah dipetakan ke tujuan penelitian.

Bolehkah memakai rumusan masalah dari skripsi orang lain?

Boleh dijadikan acuan bentuk, tidak boleh disalin utuh. Ganti objek, lokasi, dan periodenya — dan pastikan Anda benar-benar bisa mengakses data pengganti itu.

Apakah penelitian kualitatif memerlukan rumusan masalah?

Ya, biasanya dalam bentuk deskriptif dan lebih terbuka: “bagaimana” atau “mengapa”, bukan “apakah ada pengaruh”. Yang tidak diperlukan adalah hipotesis.

Apakah rumusan masalah dan pertanyaan penelitian sama?

Di praktik skripsi Indonesia keduanya dipakai bergantian. Beberapa pedoman memakai “pertanyaan penelitian” untuk penelitian kualitatif dan “rumusan masalah” untuk kuantitatif. Ikuti istilah di pedoman Anda.

Apakah boleh mengubah rumusan masalah setelah seminar proposal?

Boleh bila pembimbing dan penguji menyetujui, dan sebaiknya dilakukan sebelum pengambilan data dimulai. Setiap perubahan menuntut penyesuaian di tujuan, hipotesis, instrumen, dan sistematika.

Bagaimana kalau semua topik yang saya minati sudah pernah diteliti?

Itu normal dan justru bagus. Perbedaan bisa datang dari objek, periode, kelompok responden, atau variabel tambahan. Ganti salah satu unsur, lalu pastikan ada alasan teoretis mengapa hasilnya mungkin berbeda.

Berapa variabel yang sebaiknya masuk ke rumusan masalah?

Untuk skripsi S1, dua sampai empat variabel biasanya cukup. Semakin banyak variabel, semakin besar sampel yang dibutuhkan dan semakin panjang kuesionernya.

Apakah rumusan masalah harus mencantumkan tahun?

Tidak wajib, tetapi mencantumkan periode membuat batas penelitian Anda jelas dan melindungi Anda saat penguji menanyakan kemutakhiran data.