Menurut basis data World Development Indicators (WDI) Bank Dunia yang kami baca langsung melalui API pada 30 Agustus 2026 (pembaruan data 13 Juli 2026), ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% pada 2025, inflasi harga konsumen 1,91%, tingkat pengangguran (estimasi model ILO) 3,24%, PDB per kapita US$5.060, indeks Gini 34,4, dan proporsi penduduk di bawah garis US$3,00 per hari (PPP 2021) 4,0%. Delapan tahun angka untuk sepuluh indikator, beserta alamat sumber yang bisa Anda buka sendiri, tersaji di bawah ini agar skripsi ekonomi pembangunan Anda tidak lagi bergantung pada angka yang dikutip dari skripsi lain.
Tabel 1: sepuluh indikator makro Indonesia 2018–2025 dari WDI Bank Dunia
Semua angka pada tabel ini berasal dari satu sumber, yaitu WDI, agar konsisten satu sama lain. Pembulatan dua desimal kami lakukan sendiri; angka mentahnya memuat lebih banyak desimal. Kode di kolom pertama adalah kode indikator resmi yang Anda perlukan untuk mengunduh ulang serinya.
| Indikator (kode WDI) | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pertumbuhan PDB, % (NY.GDP.MKTP.KD.ZG) | 5,17 | 5,02 | −2,07 | 3,70 | 5,31 | 5,05 | 5,03 | 5,11 |
| Inflasi harga konsumen, % (FP.CPI.TOTL.ZG) | 3,20 | 3,03 | 1,92 | 1,56 | 4,21 | 3,67 | 2,18 | 1,91 |
| Pengangguran, % angkatan kerja, estimasi ILO (SL.UEM.TOTL.ZS) | 4,39 | 3,59 | 4,26 | 3,83 | 3,46 | 3,31 | 3,30 | 3,24 |
| PDB per kapita, US$ berlaku (NY.GDP.PCAP.CD) | 3.861 | 4.107 | 3.854 | 4.287 | 4.731 | 4.876 | 4.925 | 5.060 |
| Indeks Gini (SI.POV.GINI) | 36,3 | 35,4 | 35,3 | 35,5 | 35,5 | 36,1 | 34,9 | 34,4 |
| Kemiskinan US$3,00/hari PPP 2021, % penduduk (SI.POV.DDAY) | 12,5 | 10,9 | 9,8 | 8,6 | 7,9 | 6,7 | 5,4 | 4,0 |
| Investasi asing langsung, arus masuk bersih, % PDB (BX.KLT.DINV.WD.GD.ZS) | 1,81 | 2,23 | 1,81 | 1,79 | 1,87 | 1,57 | 1,74 | 1,54 |
| Ekspor barang dan jasa, % PDB (NE.EXP.GNFS.ZS) | 21,00 | 18,59 | 17,33 | 21,42 | 24,50 | 21,81 | 22,31 | 22,85 |
| Penduduk, juta jiwa (SP.POP.TOTL) | 269,95 | 272,49 | 274,81 | 276,76 | 278,83 | 281,19 | 283,49 | 285,72 |
| Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi, % (SE.TER.ENRR) | 36,15 | 37,32 | 38,17 | 40,63 | 42,33 | 44,88 | — | — |
Sumber: World Bank, World Development Indicators, dibaca melalui api.worldbank.org/v2/country/IDN/indicator/[kode] pada 30 Agustus 2026; tanda “—” berarti nilai belum tersedia pada tanggal itu. Dua hal yang layak dikutip langsung: pertumbuhan 2025 (5,11%) adalah yang tertinggi sejak 2022, dan kemiskinan versi garis internasional turun dari 12,5% menjadi 4,0% dalam tujuh tahun, sementara indeks Gini nyaris tidak bergerak; kesenjangan antara dua fakta itu adalah bahan rumusan masalah yang bagus.
Tabel 2: sumber data makro yang lazim dipakai skripsi ekonomi pembangunan, dan mana yang bisa diakses saat ini
Kami membuka setiap alamat di bawah ini pada 30 Agustus 2026 dan mencatat responsnya apa adanya, karena sebagian portal pemerintah menolak akses otomatis dan mahasiswa sering membuang waktu berhari-hari mencoba alamat yang sudah tidak berlaku.
| Sumber | Isi yang relevan | Cakupan waktu dan wilayah | Biaya | Status saat dibuka (30 Agustus 2026) |
|---|---|---|---|---|
| World Bank WDI dan API-nya | Ribuan indikator makro nasional: PDB, inflasi, kemiskinan, Gini, FDI, perdagangan, pendidikan, kesehatan | Tahunan sejak 1960, tingkat negara saja | Gratis, tanpa akun | Bisa dibuka; API mengembalikan data |
| BPS Web API (webapi.bps.go.id) | Tabel dinamis BPS: PDRB per provinsi, TPT, persentase penduduk miskin, IPM, Gini rasio per provinsi, inflasi per kota | Tahunan, sebagian triwulanan dan bulanan; nasional, provinsi, kabupaten/kota | Gratis, perlu mendaftar untuk kunci API | Bisa dibuka; laman utama bps.go.id menolak akses otomatis (403), buka lewat peramban |
| Bank Indonesia: SEKI dan laman BI-Rate | Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia: uang beredar, kurs, cadangan devisa, kredit, neraca pembayaran; BI-Rate | Bulanan, sebagian mingguan; nasional | Gratis | Bisa dibuka; BI-Rate 5,75% per 19 Agustus 2026 (4,75% pada 17 Desember 2025) |
| CEIC Data | Agregasi seri BPS, BI, dan Kemenkeu dalam satu format | Bulanan hingga tahunan; nasional dan provinsi | Berbayar, sering tersedia lewat langganan kampus | Bisa dibuka |
| DJPK Kemenkeu (data APBD) | Realisasi APBD per daerah: PAD, dana transfer, belanja modal | Tahunan; provinsi dan kabupaten/kota | Gratis | Tidak merespons saat dibuka; coba lagi lewat peramban pada jam kerja |
| IMF World Economic Outlook | Proyeksi PDB, inflasi, neraca berjalan | Tahunan, dengan proyeksi lima tahun ke depan | Gratis | Menolak akses otomatis (403); unduh lewat peramban |
| Satu Data Indonesia | Katalog data lintas kementerian | Beragam | Gratis | Tidak merespons saat dibuka |

Indikator mana untuk topik skripsi yang mana
Judul skripsi ekonomi pembangunan Indonesia sebagian besar jatuh ke enam keluarga topik, dan tiap keluarga mempunyai kombinasi sumber yang sudah baku di mata penguji. Tabel berikut mencocokkan keduanya, sekaligus menyebut metode yang lazim dipakai agar Anda tahu berapa tahun data yang harus dikumpulkan.
| Keluarga topik | Variabel terikat yang lazim | Sumber utama | Bentuk data dan metode yang lazim |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | Pertumbuhan PDB atau PDRB ADHK | WDI; BPS (PDRB per provinsi) | Runtun waktu 25–40 tahun (ARDL, ECM) atau panel provinsi 5–10 tahun |
| Kemiskinan dan ketimpangan | Persentase penduduk miskin, Gini rasio, IPM | BPS (Susenas, tabel provinsi); WDI untuk garis internasional | Panel provinsi atau kabupaten/kota, regresi data panel |
| Pengangguran dan pasar kerja | TPT, TPAK, upah | BPS (Sakernas, tabel provinsi); WDI untuk perbandingan antarnegara | Panel provinsi; hukum Okun pada runtun waktu |
| Moneter dan inflasi | Inflasi IHK, kurs, uang beredar | BI (SEKI, BI-Rate); BPS (IHK per kota) | Runtun waktu bulanan 10–15 tahun (VAR, VECM) |
| Investasi dan perdagangan | FDI, PMA/PMDN, ekspor neto | WDI; BKPM untuk PMA/PMDN; BI untuk neraca pembayaran | Runtun waktu tahunan atau panel provinsi |
| Keuangan daerah dan desentralisasi | PDRB, IPM, kemiskinan sebagai akibat belanja daerah | DJPK Kemenkeu (APBD); BPS | Panel kabupaten/kota, efek tetap |
Perhatikan dua perangkap pada tabel di atas. Pertama, angka pengangguran WDI adalah estimasi model ILO, bukan TPT hasil Sakernas BPS; keduanya berbeda definisi dan nilainya, jadi jangan mencampur keduanya dalam satu seri. Kedua, garis kemiskinan WDI (US$3,00 per hari PPP 2021) berbeda dari garis kemiskinan BPS yang dihitung dari kebutuhan kalori dan non-makanan per kapita per bulan; keduanya sah, tetapi tidak saling menggantikan. Untuk angka provinsi dan kabupaten/kota, BPS adalah satu-satunya sumber resmi; untuk data individu rumah tangga di balik angka itu, prosedur permohonannya dijelaskan pada panduan mikrodata BPS untuk skripsi.
Cara mengunduh seri WDI yang bisa diulang dan dilampirkan
Alamat API Bank Dunia berbentuk tetap sehingga bisa Anda tulis di lampiran skripsi, dan siapa pun, termasuk penguji, bisa membukanya untuk memeriksa angka Anda. Polanya: https://api.worldbank.org/v2/country/IDN/indicator/NY.GDP.MKTP.KD.ZG?format=json&date=1990:2025&per_page=100. Ganti NY.GDP.MKTP.KD.ZG dengan kode indikator lain dari Tabel 1, ganti rentang tahun sesuai kebutuhan, dan tambahkan negara pembanding dengan menulis IDN;MYS;THA;VNM;PHL pada bagian negara bila skripsi Anda membandingkan ASEAN. Simpan hasilnya sebagai berkas CSV atau JSON beserta tanggal unduh; tanggal itu wajib masuk ke daftar pustaka karena WDI direvisi beberapa kali setahun dan angka 2024 yang Anda kutip hari ini bisa berbeda dari angka yang dibaca penguji tiga bulan kemudian.
Bila Anda lebih nyaman dengan antarmuka, laman data.worldbank.org/country/indonesia memuat indikator yang sama dengan tombol unduh CSV dan Excel. Untuk analisis dengan perangkat statistik, paket WDI di R dan perintah wbopendata di Stata mengambil seri langsung dari API yang sama. Sebelum menjalankan regresi, bentuk tabelnya harus rapi: satu baris per tahun untuk runtun waktu, atau satu baris per provinsi-tahun untuk panel; pemilihan model panel beserta perbandingan perangkatnya kami bahas pada artikel EViews vs Stata vs R untuk regresi data panel, yang prosedurnya identik untuk panel provinsi.
Berapa tahun data yang cukup?
Untuk regresi runtun waktu tahunan, 30 observasi adalah batas yang membuat uji stasioneritas (ADF atau Phillips-Perron) dan pendekatan ARDL masih bermakna; WDI menyediakan pertumbuhan PDB Indonesia sejak 1961 dan inflasi sejak 1960, sehingga rentang 1990–2025 (36 tahun) adalah pilihan yang aman dan menghindari data era Orde Baru awal yang definisinya berbeda. Untuk data bulanan BI, sepuluh tahun (120 observasi) cukup untuk VAR atau VECM. Untuk panel provinsi, 34 provinsi dikali 5 sampai 10 tahun menghasilkan 170 sampai 340 observasi; ingat bahwa pemekaran empat provinsi di Papua pada 2022 membuat seri provinsi 2023 ke atas berjumlah 38 dan tidak sebanding dengan tahun sebelumnya kecuali Anda menggabungkannya kembali.
Tahun 2020 dan 2021 adalah masalah tersendiri. Pertumbuhan −2,07% pada 2020 dan lonjakan kemiskinan pada tahun yang sama adalah guncangan pandemi, bukan pola struktural. Tiga cara yang diterima penguji: memasukkan variabel boneka (dummy) pandemi, memotong periode pengamatan sebelum 2020, atau menjadikan pandemi sendiri sebagai fokus. Yang tidak diterima adalah mengabaikannya lalu menafsirkan koefisien seolah tidak ada yang terjadi. Alasan pemilihan periode, apa pun pilihannya, harus ditulis di BAB III dan disinggung di latar belakang agar konsisten.

Cara mengutip angka-angka ini di daftar pustaka
Gaya APA edisi 7 yang dipakai kebanyakan fakultas ekonomi dan bisnis memperlakukan basis data sebagai sumber dengan tanggal akses. Bentuk yang aman: World Bank. (2026). World Development Indicators: Indonesia [Basis data]. Diakses 30 Agustus 2026, dari https://data.worldbank.org/country/indonesia. Untuk BPS, sebutkan judul tabel dan tahun rilis, misalnya Badan Pusat Statistik. (2025). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2020–2024. BPS. Untuk BI, rujuk judul tabel SEKI beserta tanggal akses. Di badan teks, kutip sebagai (World Bank, 2026) atau (BPS, 2025), lalu tuliskan tahun datanya di kalimat, bukan hanya tahun publikasinya, karena keduanya sering berbeda.
Satu kebiasaan yang membedakan skripsi yang lolos cepat: setiap tabel di BAB IV menyebut sumber, tahun data, dan tanggal akses pada baris catatan di bawah tabel, persis seperti Tabel 1 di atas. Penguji yang mencocokkan angka Anda dengan sumber akan menemukannya dalam satu klik, dan revisi yang paling sering diminta, yaitu “angka ini dari mana?”, tidak pernah muncul.
Angka yang sengaja tidak kami muat, dan alasannya
Kami tidak mengutip TPT Sakernas, persentase penduduk miskin versi BPS, PDRB per provinsi, maupun IPM terbaru, karena laman bps.go.id menolak akses otomatis saat artikel ini ditulis dan kami tidak mau menyalin angka dari sumber kedua. Angka-angka itu tersedia dan gratis; bukalah lewat peramban dan catat sendiri tanggal aksesnya. Kami juga tidak memuat proyeksi IMF karena alasan yang sama. Daftar sumber lintas jurusan yang lebih luas, termasuk Kemenkes dan portal peraturan, ada pada panduan sumber data sekunder untuk skripsi.
Kesalahan data yang paling sering dicoret penguji
- Mengutip angka dari skripsi atau artikel lain tanpa membuka sumber aslinya, lalu tidak bisa menjawab ketika penguji menanyakan tahun dasar atau definisinya.
- Mencampur seri dari dua sumber untuk satu variabel, misalnya pengangguran 2010–2017 dari BPS dan 2018–2025 dari WDI, sehingga ada lompatan yang bukan berasal dari fenomena ekonomi.
- Memakai PDB atas dasar harga berlaku untuk mengukur pertumbuhan riil; pertumbuhan harus dihitung dari harga konstan (ADHK), yang di WDI ditandai kode berakhiran KD.
- Tidak menuliskan tanggal akses, padahal WDI dan BPS merevisi angka; penguji yang membuka sumber tiga bulan kemudian menemukan angka yang berbeda dan menganggap Anda salah kutip.
- Menjalankan regresi runtun waktu tanpa uji stasioneritas, lalu melaporkan R Square 0,98 yang sebenarnya regresi lancung.
- Menggabungkan 34 dan 38 provinsi dalam satu panel tanpa penyesuaian, sehingga jumlah unit berubah di tengah periode.
- Menafsirkan estimasi model ILO atau garis kemiskinan internasional seolah-olah itu angka resmi pemerintah Indonesia.
Dari tabel data ke naskah BAB I dan BAB IV
Data yang sudah terkumpul biasanya berhenti di lembar kerja selama berminggu-minggu karena mahasiswa tidak tahu bagaimana mengubah delapan kolom angka menjadi paragraf latar belakang yang berargumen, atau tabel regresi menjadi pembahasan yang menghubungkan hasil dengan teori pertumbuhan endogen, kurva Kuznets, atau hukum Okun. Tesify membantu tahap itu: Anda menempel tabel seperti Tabel 1 beserta sumbernya, dan editor menyusun draf paragraf deskriptif lengkap dengan kutipan tahun dan sumber, yang lalu Anda periksa dan ubah. Angkanya tetap dari WDI, BPS, dan BI; tafsirnya tetap tanggung jawab Anda. Skripsi yang memakai data sekunder makro juga rentan mirip dengan puluhan skripsi bertopik sama, sehingga pemeriksaan kemiripan sebelum bimbingan menghemat satu putaran revisi. Susun BAB I dan BAB IV skripsi ekonomi pembangunan Anda di Tesify, gratis untuk bab pertama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah data World Bank boleh dipakai untuk skripsi ekonomi pembangunan di Indonesia?
Boleh dan lazim, terutama untuk seri nasional yang panjang dan perbandingan antarnegara. Untuk angka provinsi dan kabupaten/kota, gunakan BPS karena WDI hanya memuat tingkat negara.
Mengapa angka pengangguran WDI berbeda dari TPT BPS?
WDI memakai estimasi model ILO yang diselaraskan antarnegara, sedangkan TPT BPS berasal dari Sakernas dengan definisi nasional. Pilih salah satu dan sebutkan alasannya di BAB III; jangan menggabungkan keduanya dalam satu seri.
Berapa tahun data minimal untuk regresi runtun waktu?
Sekitar 30 observasi tahunan agar uji stasioneritas dan model ARDL atau ECM bermakna. Untuk data bulanan, sepuluh tahun sudah memberi 120 observasi.
Bagaimana bila angka pada dua sumber resmi berbeda?
Itu wajar karena definisi, tahun dasar, dan waktu revisi berbeda. Pakai satu sumber untuk satu variabel secara konsisten, dan tulis perbedaannya sebagai keterbatasan penelitian di BAB V.
Apakah tahun pandemi harus dikeluarkan dari data?
Tidak harus. Tiga pilihan yang diterima: variabel boneka pandemi, memotong periode sebelum 2020, atau menjadikan pandemi sebagai fokus. Apa pun pilihannya, jelaskan alasannya di BAB III.
Apakah data WDI bisa berubah setelah saya unduh?
Bisa. WDI direvisi beberapa kali setahun. Simpan berkas mentah beserta tanggal unduh, cantumkan tanggal akses di daftar pustaka, dan lampirkan berkas itu agar angka Anda dapat diperiksa.
Bagaimana mengutip BI-Rate di skripsi?
Rujuk laman BI-Rate Bank Indonesia beserta tanggal akses, dan sebutkan tanggal penetapan sukunya di teks, misalnya BI-Rate 5,75% per 19 Agustus 2026. Untuk seri bulanan, ambil dari tabel SEKI.
Apakah penguji menerima data dari CEIC atau Trading Economics?
CEIC umumnya diterima karena mengutip sumber resmi dan sering dilanggan kampus. Untuk situs agregator gratis, penguji biasanya meminta Anda menunjukkan sumber aslinya, jadi lebih aman langsung mengutip BPS, BI, atau WDI.
Berapa jumlah provinsi yang dipakai untuk panel?
34 provinsi untuk periode sampai 2022; sejak 2023 ada 38 setelah pemekaran Papua. Untuk panel yang seimbang, gabungkan kembali provinsi hasil pemekaran ke provinsi induknya atau batasi periode sampai 2022.
Apakah skripsi berbasis data sekunder makro dianggap lebih mudah oleh penguji?
Tidak. Pengumpulan datanya lebih cepat, tetapi tuntutan pada pemilihan periode, uji stasioneritas, dan tafsir ekonomi lebih tinggi. Kelemahan yang paling sering dicoret adalah data yang dikutip dari skripsi lain tanpa memeriksa sumber aslinya.
