Laporkan uji validitas dan reliabilitas kuesioner skripsi dalam tiga tempat: Bab III menjelaskan prosedurnya (validasi ahli, uji coba, uji butir, uji reliabilitas), Bab IV menampilkan hasilnya dalam tabel per butir dan per dimensi, dan pembahasan menyebut tindakan untuk butir yang gugur. Panduan ini menunjukkan isi masing-masing bagian dengan contoh angka ilustratif, bukan data penelitian.
Apa Saja yang Harus Dilaporkan dan di Mana?
| Hal yang dilaporkan | Letak | Isi minimal |
|---|---|---|
| Validitas isi (validasi ahli) | Bab III | Jumlah dan kualifikasi ahli, skala penilaian, indeks yang dipakai (misalnya V Aiken), kriteria, dan revisi yang dilakukan |
| Uji coba instrumen | Bab III | Jumlah responden uji coba, kemiripan dengan responden penelitian, waktu pelaksanaan |
| Validitas butir | Bab IV (atau lampiran) | Nilai korelasi tiap butir, kriteria keputusan, butir yang gugur dan tindakannya |
| Reliabilitas | Bab IV (atau lampiran) | Koefisien per dimensi atau variabel, jenis koefisien, kriteria, dan jumlah butir |
| Alat bantu analisis | Bab III | Nama perangkat lunak dan versi |
Perhatikan bahwa Bab III berisi rencana dan kriteria, sedangkan hasil angkanya diletakkan di Bab IV atau lampiran. Sebagian fakultas meminta tabel lengkap di Bab III karena uji coba dilakukan sebelum seminar proposal. Ikuti pedoman fakultas Anda; yang tidak boleh adalah melaporkan hasil tanpa menyebut kriterianya.
Bagaimana Melaporkan Validasi Ahli dengan V Aiken?
Validasi ahli menguji validitas isi: apakah setiap butir mewakili konstruk yang diukur. Aiken (1985), “Three Coefficients for Analyzing the Reliability and Validity of Ratings”, Educational and Psychological Measurement 45(1), 131–142, memperkenalkan koefisien V untuk menilai kesepakatan penilai atas relevansi butir. Studi yang memakainya menjelaskan bahwa V bernilai 0 sampai 1 dan dibandingkan dengan tabel probabilitas binomial dari Aiken; salah satu contohnya memakai V di atas 0,70 (p kurang dari 0,01) sebagai batas validitas yang dapat diterima (Korakakis dkk., 2019, PLoS ONE). Karena kriteria bergantung pada jumlah penilai dan kategori skala, sebutkan sumber kriteria yang Anda pakai.
Rumus yang dipakai dalam penelitian lain: V sama dengan rata-rata penilaian ahli dikurangi nilai terendah skala, dibagi rentang skala (nilai tertinggi dikurangi nilai terendah). Rumus itu setara dengan jumlah selisih penilaian terhadap nilai terendah dibagi jumlah penilai dikali (jumlah kategori dikurangi satu).
Contoh perhitungan (ilustratif)
Lima ahli menilai relevansi butir dengan skala 1 sampai 5. Untuk butir A, penilaian adalah 5, 4, 5, 4, dan 5. Rata-ratanya 4,6, sehingga V = (4,6 − 1) / (5 − 1) = 0,90. Untuk butir B, penilaian adalah 3, 4, 3, 4, dan 3. Rata-ratanya 3,4, sehingga V = (3,4 − 1) / 4 = 0,60. Dengan kriteria V di atas 0,70, butir A dipertahankan dan butir B direvisi berdasarkan saran ahli lalu dinilai ulang.
| Butir (ilustratif) | Penilaian 5 ahli | Rata-rata | V | Keputusan |
|---|---|---|---|---|
| Butir A | 5, 4, 5, 4, 5 | 4,6 | 0,90 | Dipertahankan |
| Butir B | 3, 4, 3, 4, 3 | 3,4 | 0,60 | Direvisi lalu dinilai ulang |
Alternatif yang juga dikenal adalah rasio validitas isi (CVR) dari Lawshe (1975), Personnel Psychology 28(4), 563–575. Pilih satu indeks, jelaskan alasannya, dan jangan mencampur dua indeks tanpa penjelasan. Siapa yang layak menjadi ahli (dosen bidang, praktisi, pengguna instrumen) perlu Anda sebutkan di Bab III beserta alasannya.

Bagaimana Melaporkan Uji Validitas Butir dengan r Tabel?
Pada skripsi kuesioner, validitas butir biasanya diuji dengan korelasi setiap butir terhadap skor total pada data uji coba. Keputusannya dibuat dengan membandingkan nilai korelasi (r hitung) dengan nilai kritis r pada derajat bebas dan taraf signifikansi tertentu (r tabel), atau memakai nilai signifikansi dari perangkat lunak. Cara membaca tabel nilai kritis dijelaskan di panduan tabel r, t, F, dan chi-square untuk skripsi. Laporkan tiga hal: berapa responden uji coba (n), derajat bebas yang dipakai, dan kriteria keputusan yang Anda terapkan.
Tabel hasil yang rapi memuat nomor butir, r hitung, r tabel (atau nilai signifikansi), dan keputusan. Butir yang gugur tidak boleh dihilangkan diam-diam. Tulis nomor butir yang gugur, alasan memperbaiki atau membuangnya, dan bagaimana kuesioner akhir disusun. Bila butir yang dibuang membuat satu dimensi kehilangan perwakilan indikator, perbaiki redaksinya dan uji ulang, bukan sekadar menghapus.
Contoh tabel validitas butir (ilustratif)
Misalkan uji coba memakai 30 responden. Derajat bebas untuk korelasi adalah n dikurangi 2, yaitu 28. Pada taraf signifikansi 5 persen dua arah, nilai kritis r untuk derajat bebas 28 adalah 0,361 (dihitung dari nilai kritis t 2,048 dengan rumus r = t dibagi akar dari t kuadrat ditambah derajat bebas). Angka korelasi di bawah ini fiktif dan hanya memperlihatkan format laporan.
| Butir (ilustratif) | r hitung | r tabel (df 28, 5%) | Keputusan |
|---|---|---|---|
| Butir 1 | 0,52 | 0,361 | Valid |
| Butir 2 | 0,61 | 0,361 | Valid |
| Butir 3 | 0,28 | 0,361 | Tidak valid, direvisi |
| Butir 4 | 0,47 | 0,361 | Valid |
| Butir 5 | 0,19 | 0,361 | Tidak valid, direvisi |
| Butir 6 | 0,55 | 0,361 | Valid |
Pada contoh ini dua dari enam butir tidak memenuhi kriteria. Tuliskan tindakan untuk keduanya, misalnya redaksi diperjelas dan diuji ulang pada kelompok uji coba yang sama atau kelompok baru sesuai pedoman fakultas. Jika kriteria Anda memakai nilai signifikansi dari perangkat lunak, laporkan nilai signifikansi dan tetap nyatakan taraf yang dipakai.
Bagaimana Melaporkan Reliabilitas dengan Alpha Cronbach?
Alpha Cronbach dikembangkan oleh Cronbach (1951), Psychometrika 16(3), 297–334, sebagai ukuran konsistensi internal skala. Tavakol dan Dennick (2011), “Making sense of Cronbach’s alpha”, International Journal of Medical Education 2, 53–55, merangkum beberapa hal yang bisa langsung Anda pakai di Bab III dan Bab IV.
- Alpha berada antara 0 dan 1, dan beberapa rujukan melaporkan nilai yang dapat diterima berkisar dari 0,70 sampai 0,95.
- Nilai alpha dipengaruhi jumlah butir, keterkaitan antarbutir, dan dimensionalitas; alpha yang terlalu tinggi (di atas 0,90) dapat menandakan butir yang berlebihan.
- Bila instrumen mengukur lebih dari satu konsep, alpha sebaiknya dihitung untuk setiap konsep, bukan satu angka untuk seluruh kuesioner.
- Butir dengan korelasi mendekati nol terhadap skor total perlu ditinjau ulang.
Untuk tes dengan butir bernilai benar atau salah (0 dan 1), koefisien yang sepadan adalah Kuder-Richardson (KR-20), dari Kuder dan Richardson (1937), Psychometrika 2(3), 151–160. Cantumkan jenis koefisien yang Anda pakai dan alasan pemilihannya.
Contoh tabel reliabilitas (ilustratif)
| Dimensi (ilustratif) | Jumlah butir | Alpha Cronbach | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Beban kerja | 6 | 0,81 | Memenuhi kriteria ≥ 0,70 |
| Dukungan atasan | 5 | 0,76 | Memenuhi kriteria ≥ 0,70 |
| Kinerja karyawan | 8 | 0,88 | Memenuhi kriteria ≥ 0,70 |
Angka di tabel ini hanya contoh bentuk laporan. Pada skripsi Anda, tulis kriteria beserta sumbernya, dan laporkan nilai yang benar-benar Anda peroleh, termasuk bila ada dimensi yang tidak memenuhi kriteria.
Contoh Paragraf Bab III dan Bab IV (Ilustratif)
Bab III. “Instrumen penelitian diuji validitas isi melalui penilaian lima ahli menggunakan skala relevansi 1 sampai 5. Kesepakatan ahli dihitung dengan koefisien V Aiken (1985) dan butir dipertahankan bila V lebih dari 0,70. Instrumen kemudian diujicobakan kepada responden yang memiliki karakteristik serupa dengan responden penelitian. Validitas butir diuji dengan korelasi butir terhadap skor total, dan reliabilitas dengan alpha Cronbach per dimensi, memakai perangkat lunak statistik yang disebutkan di bagian analisis data.”
Bab IV. “Hasil uji coba menunjukkan dua butir pada dimensi beban kerja tidak memenuhi kriteria validitas dan direvisi redaksinya, kemudian diuji ulang. Setelah revisi, seluruh butir memenuhi kriteria. Koefisien alpha Cronbach masing-masing dimensi tercantum pada Tabel 4.1.”
Kedua paragraf di atas adalah contoh pola kalimat. Sesuaikan dengan prosedur, jumlah, dan hasil yang benar-benar Anda lakukan; jangan menulis prosedur yang tidak dijalankan.
Bagaimana Memilih Perangkat Lunak untuk Uji Ini?
Perangkat lunak hanya alat hitung; yang dinilai penguji adalah prosedur, kriteria, dan pelaporan. Perbandingan SPSS, JASP, Excel, dan R untuk uji validitas dan reliabilitas, termasuk biaya dan ketersediaan lisensi kampus, ada di perbandingan SPSS vs JASP vs Excel untuk uji validitas dan reliabilitas. Pilih satu alat, sebutkan versinya di Bab III, dan jangan mengganti alat di tengah analisis tanpa menjelaskan.

Bagaimana Bila Memakai Instrumen yang Sudah Baku?
Instrumen baku tetap perlu diuji pada sampel Anda karena reliabilitas adalah sifat data, bukan sifat kuesioner semata. Sebutkan sumber instrumen, proses penerjemahan atau adaptasi bila ada, dan hasil uji pada sampel Anda. Contoh pelaporan skala baku untuk psikologi ada di panduan memilih dan melaporkan skala baku untuk skripsi psikologi. Untuk menyusun kuesioner dari awal, lihat contoh kuesioner dan pedoman wawancara skripsi.
Urutan Pengerjaan yang Aman Sebelum Mengambil Data Penelitian
- Susun butir dari definisi operasional dan indikator, satu butir untuk satu gagasan.
- Minta penilaian ahli, hitung indeks kesepakatan, revisi butir yang di bawah kriteria.
- Uji coba kepada responden yang mirip dengan responden penelitian.
- Hitung validitas butir dan reliabilitas per dimensi; catat semua angka.
- Perbaiki atau buang butir yang gugur, dan dokumentasikan perubahan.
- Kunci versi akhir kuesioner dan minta persetujuan pembimbing sebelum pengambilan data.
Urutan ini membuat bagian Bab III dan Bab IV Anda hampir menulis dirinya sendiri, karena setiap langkah menghasilkan catatan yang bisa disalin menjadi laporan. Simpan lembar penilaian ahli, daftar hadir uji coba, dan keluaran perangkat lunak sebagai lampiran; penguji kerap meminta bukti ketika angka di tabel terlihat terlalu sempurna.
Mengapa Tidak Cukup Menulis “Valid dan Reliabel”?
Dua kata itu adalah kesimpulan, bukan bukti. Penguji ingin melihat jalan menuju kesimpulan: siapa yang menilai, berapa angkanya, apa kriterianya, dan apa yang Anda lakukan terhadap butir yang bermasalah. Kuesioner yang pernah dipakai penelitian lain pun tidak otomatis valid pada sampel Anda, karena konteks, bahasa, dan responden berbeda. Karena itu, laporan yang kuat selalu memuat angka dari data Anda sendiri, sumber kriteria, dan keterbatasannya, misalnya uji coba pada sampel kecil atau di satu lokasi.
Bagaimana dengan Jumlah Responden Uji Coba?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua fakultas. Tentukan jumlah uji coba berdasarkan pedoman fakultas dan pertimbangan pembimbing, sebutkan alasannya, dan pastikan responden uji coba tidak dihitung ulang sebagai responden penelitian bila pedoman melarang. Pertimbangan jumlah sampel penelitian dibahas di panduan jumlah sampel skripsi, dan struktur Bab III secara utuh di cara menyusun Bab III metodologi skripsi.
Catatan tentang Skala Ordinal dan Asumsi
Kuesioner Likert menghasilkan data ordinal yang sering diperlakukan sebagai interval ketika skor butir dijumlahkan menjadi skor dimensi. Banyak pembimbing menerima praktik ini untuk skripsi S1 selama Anda menyatakannya secara terbuka dan menjelaskan alasan pemilihan uji, tetapi sebagian fakultas meminta uji yang sesuai dengan skala ordinal. Nyatakan pilihan Anda di Bab III dan konsisten antara uji validitas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis. Bila ada keraguan, tanyakan kepada pembimbing sebelum menjalankan analisis, sebab mengganti pendekatan setelah data dikumpulkan jauh lebih mahal daripada memutuskannya sejak awal.
Kesalahan yang Paling Sering Dikritik Penguji
- Melaporkan satu alpha untuk seluruh kuesioner padahal terdiri dari beberapa variabel atau dimensi.
- Menyebut “valid dan reliabel” tanpa angka, kriteria, dan jumlah responden uji coba.
- Membuang butir yang gugur tanpa menyebut nomor dan alasannya.
- Menyatakan validasi ahli telah dilakukan tanpa menyebut jumlah, kualifikasi, dan indeks kesepakatan.
- Menyebut ambang alpha atau V tanpa sumber.
- Menguji validitas dan reliabilitas pada data penelitian akhir, bukan data uji coba, tanpa menyatakan bahwa itu pilihan desain.
Menyusun Bab Metode Lebih Rapi, Tetap Tulisan Anda
Tesify membantu mahasiswa menyusun struktur bab skripsi. Tesify dipakai oleh 9.000+ mahasiswa untuk mengerjakan 15.000+ bab, dan seluruh tulisan tetap 100% ditulis oleh Anda, termasuk prosedur, kriteria, dan hasil uji instrumen Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah uji validitas dan reliabilitas wajib untuk semua skripsi kuantitatif?
Untuk kuesioner buatan sendiri, hampir selalu diminta. Untuk instrumen baku, sebagian fakultas meminta pelaporan ulang pada sampel Anda. Ikuti pedoman fakultas.
Berapa nilai alpha Cronbach yang dianggap cukup?
Tavakol dan Dennick (2011) melaporkan bahwa nilai yang dapat diterima berkisar dari 0,70 sampai 0,95 menurut berbagai rujukan. Sebutkan ambang yang Anda pakai beserta sumbernya.
Apa beda validitas isi dan validitas butir?
Validitas isi dinilai oleh ahli apakah butir mewakili konstruk. Validitas butir diuji secara statistik pada data uji coba, biasanya melalui korelasi butir dengan skor total.
Berapa jumlah ahli yang dibutuhkan untuk V Aiken?
Tidak ada angka tunggal. Kriteria V bergantung pada jumlah penilai dan kategori skala, jadi tentukan jumlahnya dengan pembimbing dan gunakan tabel kritis dari sumber yang Anda rujuk.
Bolehkah membuang butir yang tidak valid?
Boleh, asalkan dilaporkan: nomor butir, alasan, dan susunan kuesioner akhir. Bila membuangnya menghilangkan indikator suatu dimensi, perbaiki redaksi dan uji ulang.
Apa yang dilakukan bila alpha di bawah kriteria?
Tinjau butir dengan korelasi rendah terhadap skor total, periksa apakah butir mengukur konsep yang sama, perbaiki atau tambah butir, lalu uji ulang. Laporkan prosesnya.
Apakah alpha yang sangat tinggi selalu baik?
Tidak selalu. Tavakol dan Dennick (2011) menyebut alpha di atas 0,90 dapat menandakan butir yang berlebihan sehingga panjang instrumen bisa dipangkas.
Untuk data benar-salah, apakah memakai alpha atau KR-20?
KR-20 dari Kuder dan Richardson (1937) dirancang untuk butir dikotomi. Tanyakan pembimbing apakah fakultas Anda lebih menyukai KR-20 atau alpha pada kasus ini.
Apakah uji validitas dilakukan pada data penelitian atau data uji coba?
Umumnya pada data uji coba sebelum pengambilan data penelitian. Bila Anda mengujinya pada data penelitian, nyatakan itu sebagai pilihan desain dan jelaskan alasannya.
Apakah perlu menulis rumus V Aiken di skripsi?
Disarankan menulis rumus ringkas dan satu contoh perhitungan di lampiran, sehingga penguji dapat memeriksa cara Anda menghitung kesepakatan ahli.
