Temuan utama: untuk N = 100 responden, nilai kritis r pada taraf 0,05 dua sisi adalah 0,1966; untuk N = 385 — angka yang paling sering muncul dari rumus Slovin — nilainya tepat 0,1000. Seluruh nilai pada halaman ini dihitung ulang dari distribusinya dan dicocokkan dengan nilai baku yang diterbitkan, bukan disalin dari pindaian tabel yang beredar tanpa sumber.
Malam sebelum bimbingan, pertanyaannya biasanya sesederhana ini: “responden saya 87, r tabelnya berapa?” Halaman ini menjawabnya, sekaligus menjawab pertanyaan yang lebih penting dan lebih sering salah — derajat bebas mana yang harus Anda pakai untuk setiap uji.
Apa itu nilai kritis, dan mengapa skripsi membutuhkannya?
Nilai kritis adalah ambang pada distribusi teoretis yang memisahkan hasil yang dianggap kebetulan dari hasil yang dianggap bermakna secara statistik. Bila nilai hitung Anda melewati ambang itu, hipotesis nol ditolak. Setiap keluarga uji punya distribusinya sendiri — r memakai distribusi t yang ditransformasi, uji parsial memakai distribusi t, uji simultan memakai distribusi F, dan uji keterkaitan data kategori memakai distribusi chi-kuadrat.
Ambang itu bergerak mengikuti dua hal: taraf kesalahan yang Anda pilih (0,05 atau 0,01) dan derajat bebas, yang berasal dari ukuran sampel dan jumlah parameter. Inilah sebabnya menyalin r tabel dari skripsi kakak tingkat berbahaya: derajat bebasnya hampir pasti berbeda dari milik Anda.

Bagaimana nilai pada halaman ini dihitung?
Transparansi metode adalah bagian dari nilai halaman ini. Semua angka di bawah dihasilkan dengan membalik fungsi distribusi kumulatif masing-masing distribusi secara numerik, lalu diperiksa terhadap nilai baku yang sudah lama diterbitkan. Hasil pemeriksaannya cocok sampai empat angka di belakang koma: t(0,05; df = 30) = 2,0423; t(0,05; df = 98) = 1,9845; t(0,01; df = 10) = 3,1693; chi-kuadrat(0,05; df = 1) = 3,8415; chi-kuadrat(0,05; df = 10) = 18,3070; F(0,05; 2; 97) = 3,0902.
Nilai r diturunkan dari nilai t dengan hubungan baku r = t / akar(t² + df), dengan df = N − 2. Karena itu setiap baris pada tabel r dapat Anda periksa ulang sendiri dari tabel t di halaman yang sama.
Tabel r product moment (dua sisi)
Dipakai untuk uji validitas butir kuesioner dan untuk uji korelasi Pearson. Derajat bebas = N − 2, dengan N adalah jumlah responden — bukan jumlah butir pertanyaan. Kesalahan memakai jumlah butir sebagai N adalah kekeliruan paling sering pada bab tiga.
| N | df = N−2 | r kritis 0,05 | r kritis 0,01 |
|---|---|---|---|
| 10 | 8 | 0,6319 | 0,7646 |
| 15 | 13 | 0,5140 | 0,6411 |
| 20 | 18 | 0,4438 | 0,5614 |
| 25 | 23 | 0,3961 | 0,5052 |
| 30 | 28 | 0,3610 | 0,4629 |
| 35 | 33 | 0,3338 | 0,4296 |
| 40 | 38 | 0,3120 | 0,4026 |
| 45 | 43 | 0,2940 | 0,3801 |
| 50 | 48 | 0,2787 | 0,3610 |
| 60 | 58 | 0,2542 | 0,3301 |
| 70 | 68 | 0,2352 | 0,3060 |
| 80 | 78 | 0,2199 | 0,2864 |
| 90 | 88 | 0,2072 | 0,2702 |
| 100 | 98 | 0,1966 | 0,2565 |
| 120 | 118 | 0,1793 | 0,2343 |
| 150 | 148 | 0,1603 | 0,2097 |
| 200 | 198 | 0,1388 | 0,1818 |
| 250 | 248 | 0,1241 | 0,1626 |
| 300 | 298 | 0,1133 | 0,1485 |
| 385 | 383 | 0,1000 | 0,1311 |
| 400 | 398 | 0,0981 | 0,1287 |
| 500 | 498 | 0,0877 | 0,1151 |
Perhatikan baris N = 385. Angka itu muncul di ribuan skripsi karena merupakan hasil rumus Slovin untuk populasi sangat besar pada taraf kesalahan lima persen, dan nilai kritis r-nya jatuh persis di 0,1000. Konsekuensinya sering mengejutkan: pada sampel sebesar itu, korelasi butir sekecil 0,10 pun sudah dinyatakan valid secara statistik, padahal secara praktis butir itu nyaris tidak berhubungan dengan skor totalnya. Sebagian pedoman fakultas karena itu menetapkan ambang praktis tambahan, misalnya 0,30, terlepas dari nilai tabel. Periksa pedoman Anda; asal-usul angka 385 dibahas di cara menentukan jumlah sampel skripsi.
Tabel t (dua sisi)
Dipakai untuk uji t parsial pada regresi dan uji beda rata-rata. Derajat bebasnya berbeda menurut ujinya:
- Uji t parsial pada regresi berganda: df = n − k − 1, dengan k jumlah variabel bebas.
- Uji t dua sampel bebas: df = n₁ + n₂ − 2.
- Uji t sampel berpasangan: df = jumlah pasangan − 1.
| df | t kritis 0,05 | t kritis 0,01 |
|---|---|---|
| 8 | 2,3060 | 3,3554 |
| 13 | 2,1604 | 3,0123 |
| 18 | 2,1009 | 2,8784 |
| 23 | 2,0687 | 2,8073 |
| 28 | 2,0484 | 2,7633 |
| 33 | 2,0345 | 2,7333 |
| 38 | 2,0244 | 2,7116 |
| 48 | 2,0106 | 2,6822 |
| 58 | 2,0017 | 2,6633 |
| 68 | 1,9955 | 2,6501 |
| 78 | 1,9908 | 2,6403 |
| 88 | 1,9873 | 2,6329 |
| 98 | 1,9845 | 2,6269 |
| 118 | 1,9803 | 2,6181 |
| 148 | 1,9761 | 2,6095 |
| 198 | 1,9720 | 2,6009 |
| 298 | 1,9680 | 2,5924 |
| 398 | 1,9659 | 2,5882 |
| 498 | 1,9647 | 2,5857 |
Satu hal yang terlihat jelas dari kolom kedua: begitu derajat bebas melewati sekitar 100, nilai kritis t bergerak sangat lambat dan mendekati 1,96. Karena itu selisih beberapa responden tidak akan mengubah kesimpulan Anda pada sampel besar — dan karena itu pula membulatkan derajat bebas ke baris terdekat pada tabel adalah praktik yang dapat diterima selama Anda menyebutkannya.
Tabel F pada taraf 0,05
Dipakai untuk uji F simultan pada regresi berganda dan untuk ANOVA. Pada regresi, df1 = k (jumlah variabel bebas) dan df2 = n − k − 1. Pada ANOVA satu arah, df1 = jumlah kelompok − 1 dan df2 = jumlah total responden − jumlah kelompok.
| df2 | df1 = 1 | df1 = 2 | df1 = 3 | df1 = 4 | df1 = 5 |
|---|---|---|---|---|---|
| 25 | 4,242 | 3,385 | 2,991 | 2,759 | 2,603 |
| 30 | 4,171 | 3,316 | 2,922 | 2,690 | 2,534 |
| 40 | 4,085 | 3,232 | 2,839 | 2,606 | 2,449 |
| 50 | 4,034 | 3,183 | 2,790 | 2,557 | 2,400 |
| 60 | 4,001 | 3,150 | 2,758 | 2,525 | 2,368 |
| 70 | 3,978 | 3,128 | 2,736 | 2,503 | 2,346 |
| 80 | 3,960 | 3,111 | 2,719 | 2,486 | 2,329 |
| 90 | 3,947 | 3,098 | 2,706 | 2,473 | 2,316 |
| 100 | 3,936 | 3,087 | 2,696 | 2,463 | 2,305 |
| 145 | 3,906 | 3,058 | 2,667 | 2,434 | 2,277 |
| 195 | 3,890 | 3,042 | 2,651 | 2,418 | 2,260 |
| 295 | 3,873 | 3,026 | 2,635 | 2,402 | 2,245 |
| 380 | 3,866 | 3,019 | 2,628 | 2,395 | 2,238 |
Contoh pemakaian: penelitian dengan 200 responden dan 3 variabel bebas memiliki df1 = 3 dan df2 = 200 − 3 − 1 = 196. Baris terdekat pada tabel adalah df2 = 195, sehingga F tabel ≈ 2,651. Bila F hitung Anda 18,4, model dinyatakan signifikan secara simultan.
Tabel chi-kuadrat
Dipakai untuk uji keterkaitan dua variabel kategori dan uji kesesuaian. Untuk tabel silang, df = (jumlah baris − 1) × (jumlah kolom − 1).
| df | 0,05 | 0,01 |
|---|---|---|
| 1 | 3,8415 | 6,6349 |
| 2 | 5,9915 | 9,2103 |
| 3 | 7,8147 | 11,3449 |
| 4 | 9,4877 | 13,2767 |
| 5 | 11,0705 | 15,0863 |
| 6 | 12,5916 | 16,8119 |
| 8 | 15,5073 | 20,0902 |
| 10 | 18,3070 | 23,2093 |
| 12 | 21,0261 | 26,2170 |
| 15 | 24,9958 | 30,5779 |
| 20 | 31,4104 | 37,5662 |
| 30 | 43,7730 | 50,8922 |
Angka 3,8415 pada df = 1 mungkin terasa akrab: nilai itu juga muncul sebagai konstanta pada rumus penentuan sampel Krejcie dan Morgan. Keduanya memang berasal dari sumber yang sama, yaitu nilai kritis chi-kuadrat pada satu derajat bebas untuk taraf kepercayaan 95 persen.
Cara membandingkan nilai hitung dan nilai tabel

- Tentukan uji yang Anda pakai dan derajat bebasnya sesuai aturan di atas.
- Ambil nilai kritis dari tabel yang sesuai pada taraf yang Anda tetapkan di bab tiga.
- Bandingkan nilai hitung dengan nilai tabel. Untuk r, t, F, dan chi-kuadrat, hipotesis nol ditolak bila nilai hitung lebih besar dari nilai tabel.
- Tuliskan keduanya dalam kalimat pelaporan, bukan hanya kesimpulannya.
Contoh kalimat: “Nilai t hitung variabel motivasi sebesar 3,142 lebih besar daripada t tabel 1,9720 pada derajat bebas 198 dan taraf kesalahan 5 persen, sehingga hipotesis pertama diterima.” Kalimat semacam ini menutup pertanyaan yang paling sering muncul di sidang; daftar pertanyaan lainnya ada di bank pertanyaan penguji.
Kejujuran yang jarang ditulis: Anda mungkin tidak membutuhkan tabel ini
Bila analisis Anda dijalankan dengan perangkat lunak, keputusan sebaiknya diambil dari nilai Sig., bukan dari perbandingan dengan tabel. Alasannya sederhana: nilai Sig. dihitung pada derajat bebas Anda yang persis, sedangkan tabel memaksa Anda membulatkan ke baris terdekat. Nilai Sig. juga memberi informasi lebih banyak — 0,049 dan 0,000 sama-sama “signifikan”, tetapi kekuatan buktinya jauh berbeda.
Tabel tetap berguna dalam tiga keadaan: uji validitas butir yang memang lazim dilaporkan sebagai perbandingan r hitung dengan r tabel; pemeriksaan kewajaran keluaran ketika Anda curiga ada salah input; dan pemenuhan pedoman fakultas yang masih mensyaratkan kolom nilai tabel. Untuk perbandingan perangkat yang menghasilkan nilai Sig. ini, lihat SPSS, JASP, Excel, dan R.
Cara menghitung sendiri di Excel
Anda tidak perlu bergantung pada tabel siapa pun. Empat rumus berikut menghasilkan nilai kritis untuk derajat bebas apa pun.
- t dua sisi:
=T.INV.2T(0,05; df) - F satu ekor kanan:
=F.INV.RT(0,05; df1; df2) - Chi-kuadrat:
=CHISQ.INV.RT(0,05; df) - r product moment: hitung t lebih dulu, lalu
=t/AKAR(t^2+df)dengan df = N−2
Bila komputer Anda memakai pemisah argumen koma, ganti titik koma pada rumus di atas. Menyimpan keempat rumus ini di satu lembar kerja jauh lebih cepat daripada mencari pindaian tabel setiap kali jumlah responden berubah — dan jumlah responden hampir selalu berubah setelah kuesioner yang tidak lengkap dibuang.
Lima kesalahan yang paling sering ditemukan penguji
- Memakai jumlah butir sebagai N pada uji validitas. N adalah jumlah responden uji coba instrumen.
- Memakai df = n − 1 untuk uji t parsial regresi. Yang benar n − k − 1; jumlah variabel bebas ikut mengurangi.
- Memakai nilai satu sisi pada hipotesis dua arah. Bila hipotesis Anda hanya menyatakan “berpengaruh” tanpa arah, gunakan nilai dua sisi.
- Menyalin r tabel dari skripsi lain. Derajat bebasnya hampir pasti berbeda dari milik Anda.
- Melaporkan tabel tetapi tidak melaporkan taraf kesalahannya. Nilai kritis tanpa taraf tidak bermakna apa pun.
Bila nilai hitung Anda tidak melewati ambang, itu bukan alasan mengubah data. Hasil yang tidak signifikan adalah temuan yang sah dan dapat dibahas; yang tidak sah adalah membuang responden sampai angkanya berpindah. Prinsip yang sama berlaku pada pemeriksaan asumsi, yang urutannya ada di panduan uji asumsi klasik, dan pada penanganan sebaran yang menyimpang di artikel data tidak normal.
Langkah berikutnya
Salin baris yang sesuai dengan jumlah responden Anda ke satu lembar catatan, tulis derajat bebas untuk setiap uji yang akan Anda jalankan, lalu simpan lembar itu untuk dibawa ke bimbingan dan ke ruang sidang. Satu halaman berisi angka Anda sendiri lebih berguna daripada seluruh tabel di internet.
Sesudah angkanya siap, pekerjaan yang tersisa adalah mengubahnya menjadi kalimat bab empat yang konsisten dengan janji di bab tiga. Tesify membantu menyusun naskah bab demi bab agar setiap angka yang Anda laporkan punya kalimat pengantar dan kesimpulan yang cocok — sementara seluruh perhitungan dan tafsirnya tetap milik Anda.
FAQ nilai kritis statistik
Berapa r tabel untuk N sama dengan 100?
Derajat bebasnya 98, sehingga r kritis pada taraf 0,05 dua sisi adalah 0,1966, dan pada taraf 0,01 adalah 0,2565.
Berapa derajat bebas untuk uji validitas butir kuesioner?
N − 2, dengan N adalah jumlah responden uji coba instrumen. Jumlah butir pertanyaan tidak masuk hitungan.
Berapa derajat bebas untuk uji t parsial pada regresi berganda?
n − k − 1. Untuk 200 responden dan 3 variabel bebas, derajat bebasnya 196.
Apakah saya masih perlu tabel ini kalau memakai SPSS?
Untuk keputusan, nilai Sig. lebih presisi. Tabel tetap berguna untuk uji validitas butir, pemeriksaan kewajaran keluaran, dan pemenuhan pedoman fakultas yang mensyaratkannya.
Derajat bebas saya tidak ada di tabel. Bagaimana?
Gunakan baris terdekat dan sebutkan bahwa Anda membulatkan, atau hitung sendiri dengan rumus Excel di atas. Pada derajat bebas besar, selisihnya tidak mengubah kesimpulan.
Kapan memakai taraf 0,01 dan bukan 0,05?
Taraf 0,05 adalah konvensi umum di ilmu sosial dan ekonomi. Taraf 0,01 dipakai bila bidang Anda menuntut bukti lebih kuat atau bila pedoman fakultas menetapkannya. Tetapkan di bab tiga dan jangan mengubahnya setelah melihat hasil.
Apakah r tabel berlaku untuk korelasi Spearman?
Tidak sepenuhnya. Spearman punya tabel nilai kritisnya sendiri untuk sampel kecil, meskipun pada sampel besar pendekatannya mendekati distribusi yang sama. Gunakan nilai Sig. yang dihasilkan perangkat lunak Anda.
Mengapa nilai t mendekati 1,96 pada sampel besar?
Karena distribusi t mendekati distribusi normal baku seiring bertambahnya derajat bebas, dan 1,96 adalah nilai kritis dua sisi pada distribusi normal baku untuk taraf 0,05.
Butir saya valid menurut tabel tetapi korelasinya hanya 0,12. Apakah aman?
Secara statistik lolos pada sampel besar, tetapi secara praktis butir itu hampir tidak berhubungan dengan skor totalnya. Banyak pedoman menetapkan ambang praktis tambahan; periksa pedoman fakultas Anda dan bahas dengan pembimbing.
Apakah nilai pada halaman ini bisa saya kutip di skripsi?
Sebaiknya kutip sumber primer berupa buku statistik atau keluaran perangkat lunak Anda sendiri, dan gunakan halaman ini sebagai alat kerja. Cara paling kuat adalah menyertakan rumus Excel yang Anda pakai sehingga nilai Anda dapat diperiksa ulang siapa pun.
Bagaimana bila jumlah responden berubah setelah pembersihan data?
Hitung ulang derajat bebas dan nilai kritisnya, lalu perbarui seluruh tabel di bab empat. Ketidaksesuaian antara N di bab tiga dan N di tabel hasil adalah temuan sidang yang paling mudah ditemukan.
