Cara Menulis Tinjauan Pustaka (BAB II) Skripsi 2026: Struktur dan Contoh per Jurusan

BAB II bukan kumpulan teori yang ditumpuk, melainkan empat blok yang dibangun dalam urutan tertentu: landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan hipotesis. Bab ini paling sering macet bukan karena bahannya kurang, tetapi karena ditulis sebelum jelas variabel mana yang akan diuji. Halaman ini menyusun arsitekturnya, menunjukkan variasi struktur per jurusan, dan memberi prosedur menyaring rujukan sebelum Anda menulis satu paragraf pun.

Empat blok penyusun BAB II

Empat blok kertas bertumpuk membentuk struktur bab kedua
Tiap blok memakai hasil blok sebelumnya. Melompat satu blok membuat bab ini terasa tidak nyambung.
Blok Isinya Yang dihasilkan untuk blok berikutnya
1. Landasan teori Teori induk untuk tiap variabel, definisi konseptual, dan dimensi atau indikatornya Daftar indikator yang nanti masuk definisi operasional
2. Penelitian terdahulu Penelitian sejenis, hasilnya, dan perbedaannya dengan penelitian Anda Celah penelitian dan arah hubungan yang bisa diduga
3. Kerangka pemikiran Alur penalaran dari teori dan temuan terdahulu menuju hubungan antarvariabel Anda, biasanya disertai bagan Model yang akan diuji
4. Hipotesis Dugaan arah hubungan untuk tiap jalur di model, satu per satu Daftar uji yang harus dijalankan di Bab 4

Penelitian kualitatif dan penelitian hukum normatif biasanya berhenti di blok ketiga dan tidak memuat hipotesis. Itu bukan kekurangan, melainkan konsekuensi desain.

Urutan membangunnya

  1. Kunci variabel Anda lebih dulu. BAB II ditulis untuk variabel yang sudah tetap. Kalau variabel masih berubah, setiap subbab teori yang Anda tulis berisiko dibuang.
  2. Kumpulkan penelitian terdahulu sebelum menulis teori. Urutan ini terasa terbalik, tetapi penelitian terdahulu yang menunjukkan teori mana yang benar-benar dipakai orang untuk variabel Anda.
  3. Pilih satu teori induk untuk tiap hubungan, bukan untuk tiap variabel. Skripsi S1 dengan tiga variabel jarang memerlukan lebih dari dua atau tiga teori.
  4. Tulis landasan teori dari indikator ke belakang. Anda tahu indikator apa yang akan diukur; jelaskan teori yang melahirkan indikator itu, bukan seluruh sejarah konsepnya.
  5. Gambar kerangka pemikiran, lalu baca bagan itu keras-keras. Kalau Anda tidak bisa menjelaskannya dalam satu menit, baganya terlalu rumit untuk skripsi S1.
  6. Turunkan hipotesis satu per satu dari tiap panah di bagan. Jumlah hipotesis sama dengan jumlah panah.

Blok ketiga dibahas lebih dalam, lengkap dengan contoh per jurusan, di panduan cara membuat kerangka teori skripsi. Halaman ini fokus pada bagaimana seluruh babnya disusun.

Menyaring rujukan sebelum menulis

Dua tumpukan artikel terpisah, satu diterima dan satu disisihkan
Menyisihkan rujukan yang tidak akan dipakai lebih cepat daripada memaksakannya masuk paragraf.

Kesalahan yang paling memboroskan waktu adalah membaca lima puluh artikel lalu berusaha memasukkan semuanya. Pakai empat saringan berikut, dalam urutan ini.

  1. Saring dari judul dan abstrak. Apakah variabelnya benar-benar sama dengan variabel Anda, bukan sekadar bertema mirip?
  2. Saring dari kemutakhiran. Untuk penelitian terdahulu, sebagian besar pedoman meminta terbitan lima sampai sepuluh tahun terakhir. Teori induk boleh jauh lebih tua — teori klasik memang tidak diganti tiap dekade.
  3. Saring dari keterbacaan sumber. Kalau Anda hanya bisa membaca abstraknya, artikel itu tidak bisa dipakai sebagai rujukan penelitian terdahulu. Anda perlu tahu metode dan hasilnya.
  4. Saring dari status artikelnya. Pastikan artikel yang Anda kutip tidak dicabut. Cara memeriksanya dibahas di artikel ilmiah Indonesia yang dicabut.

Untuk memilih tempat mencari, perbandingan pangkalan datanya ada di GARUDA vs SINTA vs Google Scholar vs DOAJ.

Berapa banyak rujukan yang wajar

Sebagian besar program studi S1 di Indonesia mengharapkan sekitar 25 sampai 50 rujukan untuk keseluruhan skripsi, dengan sebagian besar terpakai di BAB II. Yang dinilai bukan jumlahnya, melainkan tiga hal: proporsi artikel jurnal terhadap buku dan laman web, kemutakhiran penelitian terdahulu, dan apakah setiap rujukan di daftar pustaka benar-benar muncul di dalam teks. Ketidakcocokan dua arah antara teks dan daftar pustaka adalah temuan yang paling mudah ditemukan penguji; cara memeriksanya ada di panduan daftar pustaka APA 7.

Struktur BAB II per jurusan

Jurusan Susunan yang lazim diminta Yang membedakannya
Manajemen dan Akuntansi Landasan teori per variabel → penelitian terdahulu (tabel) → kerangka pemikiran → hipotesis Teori induk sering berupa satu teori besar yang menaungi seluruh model
Pendidikan Kajian teori → penelitian relevan → kerangka berpikir → hipotesis tindakan atau hipotesis penelitian Perlu menjelaskan materi ajar dan karakteristik peserta didik sebagai bagian kajian
Psikologi Teori tiap variabel → dinamika hubungan antarvariabel → kerangka konseptual → hipotesis Subbab dinamika psikologis biasanya diminta eksplisit sebelum hipotesis
Ilmu Komunikasi Landasan teori dan konsep → penelitian terdahulu → kerangka pemikiran Sering tanpa hipotesis karena banyak yang kualitatif atau deskriptif
Hukum Tinjauan umum konsep → tinjauan peraturan perundang-undangan → tinjauan teori hukum Peraturan diperlakukan sebagai bahan hukum primer, bukan sebagai teori
Teknik Informatika Landasan teori teknis → penelitian terdahulu (tabel perbandingan) → kerangka pemecahan masalah Penelitian terdahulu dibandingkan berdasarkan metode, dataset, dan metrik
Keperawatan dan Kesmas Tinjauan teori → penelitian terkait → kerangka teori → kerangka konsep → hipotesis Kerangka teori dan kerangka konsep diminta sebagai dua bagan terpisah

Untuk jurusan hukum, pemilihan jalur normatif atau empiris mengubah isi seluruh bab ini; perbandingannya ada di yuridis normatif vs yuridis empiris.

Menulis paragrafnya supaya tidak terbaca sebagai tempelan

Masalah paling umum di BAB II bukan strukturnya, melainkan paragrafnya: satu kutipan, satu kutipan lagi, lalu pindah subbab, tanpa satu kalimat pun dari penulisnya. Pola paragraf yang mengubah kumpulan kutipan menjadi sintesis dibahas tersendiri di pola paragraf sintesis untuk Bab 2, lengkap dengan contoh sebelum dan sesudah. Gunakan halaman ini untuk memutuskan apa yang masuk bab, lalu halaman itu untuk memutuskan bagaimana kalimatnya disusun.

Tabel penelitian terdahulu

Hampir semua pedoman meminta tabel ringkasan penelitian terdahulu. Kolom yang paling berguna: nama penulis dan tahun, judul, variabel, metode, hasil, dan perbedaan dengan penelitian ini. Kolom terakhir itu yang paling sering dikosongkan dan paling sering ditanyakan penguji, karena di situlah celah penelitian Anda terlihat. Bentuk tabel yang membuat celah itu tampak jelas dibahas di panduan lolos seminar proposal.

Enam kesalahan yang membuat BAB II dikembalikan

  1. Membahas teori yang tidak dipakai lagi. Kalau sebuah teori tidak melahirkan indikator atau hipotesis, ia tidak perlu ada di bab ini.
  2. Definisi berlapis dari banyak ahli tanpa kesimpulan. Setelah menyajikan beberapa definisi, tutup dengan satu kalimat: definisi mana yang Anda pakai dan mengapa.
  3. Penelitian terdahulu tanpa kolom perbedaan. Tanpa itu, tabel Anda hanya daftar bacaan.
  4. Kerangka pemikiran yang tidak cocok dengan hipotesis. Jumlah panah di bagan dan jumlah hipotesis harus sama.
  5. Mengutip dari skripsi orang lain sebagai sumber teori. Telusuri ke sumber aslinya; kutipan berantai adalah temuan yang serius.
  6. Bab yang tebal tetapi tidak menyiapkan Bab 3. Kalau setelah membaca BAB II pembaca belum tahu apa yang akan diukur, bab itu belum selesai berapa pun halamannya.

Berapa lama BAB II sebaiknya selesai

Dengan variabel yang sudah terkunci dan dua puluh rujukan yang sudah terbaca, BAB II realistis selesai dalam dua sampai tiga minggu. Yang membuatnya berlarut hampir selalu membaca tanpa saringan. Tetapkan jumlah rujukan target, penuhi, lalu berhenti membaca dan mulai menulis. Rangkaian bab sebelumnya ada di panduan BAB I skripsi lengkap, dan variabel yang Anda kunci di sini akan langsung dipakai di tabel definisi operasional.

Menyusun BAB II tanpa kehilangan jejak rujukan

Bagian yang melelahkan adalah menjaga agar setiap rujukan yang Anda baca tetap terhubung ke variabel yang tepat, dan agar daftar pustaka tetap cocok dengan teks setelah lima kali revisi. Tesify menyimpan rujukan, variabel, dan bab dalam satu tempat sehingga jejaknya tidak putus. Penilaian atas mutu tiap sumber, dan setiap kalimat tafsir di bab ini, tetap sepenuhnya milik Anda.

Susun Bab 2 Anda bersama Tesify — 100% ditulis oleh Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa halaman BAB II skripsi yang wajar?

Lima belas sampai tiga puluh halaman pada sebagian besar program studi S1. Periksa apakah pedoman Anda menetapkan batas, dan ingat bahwa tebal tidak sama dengan lengkap.

Apa bedanya tinjauan pustaka dan landasan teori?

Tinjauan pustaka adalah nama babnya; landasan teori adalah salah satu subbab di dalamnya. Beberapa pedoman memakai istilah yang tertukar, jadi ikuti pedoman Anda.

Berapa jumlah penelitian terdahulu yang cukup?

Lima sampai sepuluh penelitian yang benar-benar sejenis biasanya cukup untuk skripsi S1, asalkan tiap entri disertai kolom perbedaan dengan penelitian Anda.

Bolehkah memakai buku terbitan lama sebagai rujukan?

Boleh untuk teori induk, yang memang tidak diganti tiap dekade. Untuk penelitian terdahulu, gunakan terbitan terbaru sesuai rentang yang diminta pedoman Anda.

Apakah semua variabel harus punya subbab teori sendiri?

Umumnya ya, agar indikatornya punya dasar. Yang tidak perlu adalah subbab untuk konsep yang tidak diukur.

Apakah BAB II boleh memuat gambar dan tabel?

Boleh, dan bagan kerangka pemikiran hampir selalu diminta. Ikuti aturan penomoran dan sumber sesuai pedoman format skripsi Anda.

Apakah hipotesis wajib ada di BAB II?

Hanya untuk penelitian yang mengujinya. Penelitian deskriptif, kualitatif, dan hukum normatif umumnya tanpa hipotesis.

Bolehkah mengutip skripsi orang lain di BAB II?

Untuk penelitian terdahulu, boleh dan lazim. Untuk teori, telusuri ke sumber aslinya, bukan ke skripsi yang mengutipnya.

Bagaimana kalau tidak ada penelitian terdahulu tentang topik saya?

Hampir selalu ada penelitian tentang salah satu variabelnya, walaupun kombinasinya belum diteliti. Justru di situlah celah penelitian Anda, dan itu perlu dinyatakan secara eksplisit.

Kapan BAB II bisa dianggap selesai?

Ketika setiap variabel punya definisi konseptual dan indikator, setiap panah di kerangka pemikiran punya dukungan teori atau temuan terdahulu, dan setiap hipotesis bisa Anda jelaskan asalnya tanpa membuka catatan.