GARUDA vs SINTA vs Google Scholar vs DOAJ: Mana untuk Referensi Skripsi?

Keempatnya bukan pilihan yang saling menggantikan. GARUDA dan Google Scholar dipakai untuk menemukan artikel, DOAJ untuk memastikan jurnalnya telah melewati penyaringan, dan SINTA untuk memeriksa peringkat jurnal nasional. Urutan pemakaian yang tepat adalah mencari dahulu, lalu memeriksa, bukan sebaliknya. Berikut perbandingannya.

Portal Fungsi utama Cakupan (12 Agustus 2026) Penyaringan mutu Terbaik untuk
GARUDA Mencari artikel Indonesia 29.822 jurnal, 5.510.860 dokumen Longgar, cakupan luas Topik berkonteks Indonesia yang sangat spesifik
SINTA Memeriksa peringkat jurnal dan rekam jejak penulis 334.304 penulis, 5.559 afiliasi Memberi peringkat S1–S6 Menilai kelayakan jurnal sebelum mengutip
DOAJ Memastikan jurnal akses terbuka tepercaya 2.738 jurnal Indonesia dari 23.306 sedunia Ketat, ada proses penilaian Menyaring jurnal yang meragukan
Google Scholar Mencari lintas bahasa dan lintas negara Tidak dipublikasikan Tidak ada Penelusuran awal dan mencari sitasi

Angka GARUDA, SINTA, dan DOAJ diambil langsung dari portal masing-masing pada 12 Agustus 2026.

Kriteria penilaian yang dipakai

  1. Cakupan. Seberapa besar peluang menemukan artikel yang relevan dengan topik Anda?
  2. Keandalan. Apakah portal itu menyaring penerbit yang bermasalah?
  3. Kemudahan menilai jurnal. Bisakah Anda memeriksa status jurnal tanpa berpindah tempat?
  4. Kesesuaian dengan konteks Indonesia. Apakah artikel berlokus Indonesia mudah ditemukan?

Peringkat menurut kegunaannya untuk skripsi

Peringkat 1: GARUDA

GARUDA (Garba Rujukan Digital) dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan mengindeks 29.822 jurnal serta 5.510.860 dokumen per 12 Agustus 2026.

Kelebihannya: tidak ada portal lain yang cakupan artikel Indonesianya sebanding. Bila topik Anda berlokus Indonesia, misalnya kinerja koperasi di suatu kabupaten atau penerapan kurikulum di sekolah tertentu, GARUDA jauh lebih besar peluangnya memberi hasil daripada portal internasional. Gratis sepenuhnya dan tidak memerlukan akun.

Kelemahannya, disebutkan terus terang: cakupan yang luas berarti penyaringan yang longgar. Jurnal yang terbit tidak teratur dan jurnal dengan telaah sejawat yang dipertanyakan dapat muncul berdampingan dengan jurnal bereputasi. GARUDA menunjukkan bahwa suatu artikel ada, bukan bahwa artikel itu layak dikutip. Penyaringan tetap menjadi tanggung jawab Anda.

Peringkat 2: SINTA

SINTA bukan tempat mencari artikel, melainkan tempat memeriksa. Fungsinya adalah menilai, dan justru di situlah nilainya besar.

Kelebihannya: Anda dapat menelusuri peringkat suatu jurnal nasional, dinyatakan dari S1 sebagai tertinggi sampai S6. Sebelum memasukkan artikel ke daftar pustaka, periksa peringkat jurnalnya di sini. SINTA juga memuat rekam jejak publikasi penulis, sehingga berguna untuk memeriksa apakah calon dosen pembimbing Anda memang menekuni bidang yang Anda tuju, atau untuk menilai apakah seorang penulis benar-benar pakar di bidang yang ia tulis.

Kelemahannya: hanya mencakup jurnal dan penulis Indonesia, sehingga tidak membantu untuk literatur internasional. Peringkat juga dapat berubah seiring siklus akreditasi, sehingga status hari ini belum tentu sama dengan status ketika artikel itu terbit.

Satu kebingungan yang perlu diluruskan: peringkat S1 pada SINTA menunjukkan tingkat akreditasi jurnal, sama sekali tidak berhubungan dengan jenjang sarjana yang juga disingkat S1.

Ilustrasi proses penyaringan dan penilaian mutu jurnal ilmiah
Mencari dahulu, lalu menyaring. Langkah penyaringan inilah yang paling sering dilewati mahasiswa.

Peringkat 3: DOAJ

Directory of Open Access Journals adalah direktori internasional yang hanya memuat jurnal akses terbuka setelah melewati proses penilaian. Per 12 Agustus 2026, terdapat 2.738 jurnal terbitan Indonesia dari total 23.306 jurnal sedunia, atau sekitar 11,7%.

Kelebihannya: inilah alat penyaring paling praktis yang tersedia gratis. Bila Anda ragu terhadap sebuah jurnal, periksa apakah jurnal itu terdaftar di DOAJ. Terdaftarnya sebuah jurnal bukan jaminan mutu artikel, tetapi menunjukkan penerbitnya telah memenuhi sejumlah persyaratan dasar mengenai keterbukaan proses telaah, kejelasan biaya, dan etika penerbitan.

Kelemahannya: hanya memuat jurnal akses terbuka. Banyak jurnal bereputasi yang berlangganan tidak ada di sana, sehingga tidak terdaftar di DOAJ bukan berarti bermasalah. DOAJ berguna sebagai penanda positif, bukan sebagai bukti negatif.

Peringkat 4: Google Scholar

Kelebihannya: paling luas dan paling mudah dipakai, mencakup berbagai bahasa dan jenis dokumen. Fitur yang paling berguna untuk skripsi adalah penelusuran sitasi, yaitu melihat artikel mana saja yang mengutip suatu artikel. Ini cara tercepat menemukan penelitian terbaru dari sebuah artikel lama yang menjadi rujukan utama Anda.

Kelemahannya, dan ini serius: Google Scholar tidak melakukan penyaringan mutu sama sekali. Artikel dari jurnal bermasalah muncul dengan tampilan yang sama persis dengan artikel dari jurnal bereputasi. Bagi mahasiswa yang belum berpengalaman menilai penerbit, ini risiko nyata. Google Scholar juga tidak mempublikasikan besar cakupannya, sehingga Anda tidak dapat mengetahui seberapa lengkap penelusuran Anda.

Urutan pemakaian yang disarankan

Alih-alih memilih satu, pakai keempatnya secara berurutan:

  1. Mulai dari Google Scholar untuk memetakan topik secara cepat dan menemukan artikel kunci beserta yang mengutipnya.
  2. Lanjutkan ke GARUDA untuk mencari penelitian berlokus Indonesia yang tidak muncul di penelusuran internasional.
  3. Periksa setiap jurnal di SINTA untuk melihat peringkat nasionalnya sebelum memasukkannya ke daftar pustaka.
  4. Periksa di DOAJ bila jurnalnya berbahasa asing atau Anda meragukan penerbitnya.

Langkah ketiga dan keempat inilah yang paling sering dilewati mahasiswa, dan justru itulah yang membedakan daftar pustaka yang kuat dari daftar pustaka yang rapuh.

Cara menyusun kata kunci agar hasilnya tidak nihil

Keluhan paling sering saat memakai keempat portal ini bukan hasil yang terlalu banyak, melainkan hasil yang nihil. Penyebabnya hampir selalu penyusunan kata kunci, bukan ketiadaan penelitian.

  1. Telusuri per variabel, bukan sekaligus. Mencari “pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada koperasi” kemungkinan besar menghasilkan nol. Telusuri “kompensasi kinerja karyawan” lebih dahulu, lalu persempit.
  2. Gunakan padanan kata. Satu konsep sering punya beberapa istilah, misalnya “kinerja karyawan” dan “prestasi kerja”, atau “kepuasan kerja” dan “kepuasan pegawai”. Telusuri semuanya.
  3. Telusuri dalam dua bahasa. Banyak penelitian Indonesia diterbitkan dalam bahasa Inggris, dan sebaliknya. Padanan istilah asing sering membuka kumpulan literatur yang sama sekali berbeda.
  4. Perhatikan ejaan dan imbuhan. Bentuk berimbuhan dan bentuk dasar dapat memberi hasil berbeda pada mesin pencari yang tidak melakukan pemenggalan kata.
  5. Telusuri lewat daftar pustaka artikel yang sudah Anda temukan. Ini sering lebih efektif daripada menambah kata kunci baru, karena penulis sebelumnya sudah melakukan penyaringan untuk Anda.

Tanda jurnal yang sebaiknya dihindari

  • Menjanjikan penerbitan sangat cepat, misalnya dalam hitungan hari, tanpa penjelasan proses telaah.
  • Cakupan bidang yang terlalu luas, misalnya satu jurnal menerima tulisan dari kedokteran sampai teknik sipil.
  • Tidak menjelaskan proses telaah sejawat di situsnya.
  • Susunan dewan penyunting tidak menyebutkan afiliasi yang dapat diperiksa.
  • Terbitan tidak teratur atau berhenti beberapa tahun lalu dilanjutkan tiba-tiba.
  • Mengirimi Anda ajakan menerbitkan melalui surel padahal Anda tidak pernah berhubungan dengan mereka.

Bila jurnal yang sudah Anda kutip ternyata bermasalah, gantilah selagi masih tahap penyusunan. Mengganti satu rujukan hari ini jauh lebih ringan daripada mempertanggungjawabkannya saat sidang.

Catatan penting: alamat portal sudah berubah

Alamat SINTA dan GARUDA yang berakhiran kemdikbud.go.id sudah tidak dapat diakses sama sekali per Agustus 2026. Alamat yang berlaku adalah sinta.kemdiktisaintek.go.id dan garuda.kemdiktisaintek.go.id.

Bila panduan skripsi di kampus Anda, materi kuliah metodologi, atau artikel yang Anda baca masih mencantumkan alamat lama, tautannya sudah mati. Perbarui pula tautan yang Anda cantumkan dalam daftar pustaka.

Di mana Tesify berdiri, dan di mana tidak

Agar perbandingan ini jujur, batasnya perlu dinyatakan: Tesify bukan mesin pencari jurnal. Tesify tidak menggantikan GARUDA, SINTA, DOAJ, maupun Google Scholar, dan tidak memutuskan artikel mana yang layak Anda kutip. Pemilihan dan penilaian sumber tetap pekerjaan Anda, dan memang seharusnya begitu.

Yang dikerjakan Tesify adalah tahap sesudahnya: menyusun bacaan yang sudah Anda kumpulkan menjadi tinjauan pustaka yang mengalir, memetakan kesenjangan penelitian, dan menjaga konsistensi penulisan sitasi sepanjang naskah. Anda tetap penulis dan penanggung jawab seluruh isinya.

Susun tinjauan pustaka Anda di Tesify

Langkah berikutnya setelah referensi terkumpul

Setelah artikel terkumpul, pekerjaan berikutnya adalah menyusunnya menjadi landasan teori yang menopang hipotesis Anda, bukan sekadar merangkum satu per satu. Panduan cara membuat kerangka teori skripsi menjelaskan urutan penyusunannya, sedangkan gambaran besar mengenai jumlah literatur Indonesia yang tersedia dibahas pada statistik publikasi ilmiah Indonesia 2026. Untuk data statistik dan kumpulan data resmi, lihat sumber data sekunder untuk skripsi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa banyak referensi yang dibutuhkan skripsi?

Tidak ada ketentuan nasional. Setiap fakultas menetapkan sendiri melalui pedoman penulisan karya ilmiahnya, dan sebagian tidak menetapkan angka sama sekali. Yang lebih menentukan adalah apakah setiap pernyataan penting dalam skripsi Anda memiliki dasar rujukan.

Apakah artikel lama masih boleh dikutip?

Boleh, terutama untuk teori induk yang memang berasal dari sumber lama. Yang perlu mutakhir adalah penelitian terdahulu yang menunjukkan keadaan terkini. Pola yang lazim diterima adalah teori dari sumber aslinya, disertai penerapan mutakhir dari beberapa tahun terakhir.

Apakah semua jurnal terakreditasi SINTA pasti bermutu?

Peringkat SINTA menunjukkan jurnal telah melewati proses akreditasi nasional, dan itu penanda yang berarti. Namun mutu tiap artikel tetap beragam di dalam satu jurnal yang sama. Bacalah metodenya, jangan menilai sebuah artikel semata-mata dari peringkat jurnalnya.

Bagaimana bila artikel yang saya butuhkan berbayar?

Periksa dahulu apakah perpustakaan kampus Anda berlangganan pangkalan data yang memuatnya, karena banyak perguruan tinggi menyediakan akses yang tidak disadari mahasiswanya. Bila tidak tersedia, cari versi yang disimpan penulis di repositori lembaganya, atau hubungi penulisnya secara sopan melalui surel resmi.

Apakah boleh mengutip artikel berbahasa Inggris untuk skripsi berbahasa Indonesia?

Boleh dan umumnya justru dianjurkan, terutama untuk teori induk yang sumber aslinya berbahasa asing. Terjemahkan gagasannya dengan kalimat Anda sendiri dan tetap cantumkan sumbernya, jangan menerjemahkan mentah satu paragraf utuh.

Apakah repositori kampus bisa dijadikan sumber?

Repositori berguna untuk melihat contoh format penulisan dan menemukan penelitian terdahulu di program studi Anda. Namun skripsi orang lain bukan sumber teori yang otoritatif. Bila menemukan teori menarik di sana, telusuri sumber aslinya dan kutip dari sana.

Apa bedanya jurnal dan prosiding?

Prosiding memuat makalah yang dipresentasikan pada konferensi, sedangkan jurnal memuat artikel yang melewati telaah sejawat yang umumnya lebih ketat. Keduanya boleh dikutip, tetapi artikel jurnal umumnya dinilai lebih kuat sebagai rujukan.

Bagaimana cara menyimpan referensi agar tidak berantakan?

Gunakan pengelola referensi sejak artikel pertama Anda unduh, bukan setelah menumpuk. Menyusun ulang daftar pustaka dari puluhan berkas yang tersebar adalah pekerjaan yang jauh lebih lama daripada mencatatnya sejak awal.

Apakah DOAJ memuat jurnal berbahasa Indonesia?

Ya. Dari 2.738 jurnal terbitan Indonesia yang terdaftar per 12 Agustus 2026, banyak di antaranya terbit dalam bahasa Indonesia. Bahasa terbitan bukan syarat pendaftaran di DOAJ.

Mengapa hasil pencarian saya sedikit sekali?

Hampir selalu karena kata kuncinya terlalu sempit. Coba istilah yang lebih umum, gunakan padanan kata, dan telusuri dalam dua bahasa. Dengan lebih dari lima juta dokumen yang terindeks di GARUDA saja, “tidak ada referensi” hampir selalu berarti “belum ketemu kata kuncinya”.