Kerangka teori adalah susunan teori yang Anda pakai untuk menjelaskan hubungan antarvariabel penelitian, bukan kumpulan definisi yang ditumpuk berurutan. Panduan ini menunjukkan enam langkah menyusunnya, dari memilih teori induk sampai menggambar kerangka konseptual, disertai contoh nyata untuk beberapa jurusan.
Kesalahan paling umum pada bab dua adalah menuliskan definisi setiap variabel dari lima sumber berbeda, lalu berhenti. Yang dihasilkan adalah kamus, bukan kerangka teori. Penguji akan langsung bertanya: teori mana yang menjelaskan mengapa variabel X memengaruhi variabel Y? Bila jawabannya tidak ada, kerangka teori Anda belum berdiri.
Langkah 1: Kunci variabel penelitian Anda terlebih dahulu
Kerangka teori dibangun untuk menopang hubungan tertentu, sehingga hubungannya harus jelas lebih dulu. Tuliskan variabel Anda secara eksplisit dan tandai perannya.
- Variabel bebas (independen). Yang diduga memengaruhi.
- Variabel terikat (dependen). Yang dipengaruhi.
- Variabel moderasi. Yang memperkuat atau memperlemah hubungan keduanya, bila ada.
- Variabel mediasi (intervening). Yang menjadi jalur perantara pengaruh, bila ada.
Hasil yang diharapkan: satu kalimat hubungan, misalnya “kompensasi dan lingkungan kerja memengaruhi kinerja karyawan melalui kepuasan kerja”.
Bila penelitian Anda kualitatif, langkah ini berbeda. Anda tidak menetapkan variabel, melainkan menetapkan konsep kunci yang akan menjadi lensa analisis. Bila Anda belum menetapkan pendekatan, tentukan dulu melalui panduan memilih metode kualitatif atau kuantitatif untuk skripsi.
Langkah 2: Tentukan teori induk untuk setiap hubungan
Teori induk (sering disebut grand theory) adalah teori besar yang menjelaskan mengapa hubungan antarvariabel Anda masuk akal. Setiap hubungan dalam model Anda idealnya berpijak pada satu teori, bukan pada penelitian terdahulu semata.
Perbedaan yang penting dipahami: penelitian terdahulu menunjukkan bahwa hubungan itu pernah ditemukan, sedangkan teori menjelaskan mengapa hubungan itu ada. Bab dua yang hanya berisi penelitian terdahulu tanpa teori akan terlihat sebagai daftar temuan orang lain.
Cara menemukannya: telusuri artikel jurnal yang meneliti hubungan serupa, lalu perhatikan bagian awal pembahasan teorinya. Teori yang sama akan muncul berulang di banyak artikel. Teori itulah teori induk yang mapan di bidang tersebut.

Langkah 3: Susun secara berjenjang, bukan berderet
Urutkan penulisan dari yang paling umum ke yang paling khusus:
- Teori induk. Kerangka besar yang menaungi seluruh model.
- Teori menengah. Teori yang lebih khusus untuk masing-masing variabel.
- Definisi konseptual tiap variabel. Diambil dari sumber yang otoritatif, bukan dari sembarang artikel.
- Indikator atau dimensi tiap variabel. Bagian ini yang nantinya diterjemahkan menjadi butir kuesioner.
- Penelitian terdahulu. Bukti empiris yang mendukung atau justru bertentangan.
- Kerangka konseptual dan hipotesis. Rangkuman visual beserta dugaan yang akan diuji.
Perhatikan urutannya. Indikator diturunkan dari definisi, dan definisi diturunkan dari teori. Bila Anda mengambil indikator dari kuesioner skripsi lain tanpa menelusuri teorinya, akan muncul ketidaksesuaian yang mudah ditemukan penguji.
Langkah 4: Manfaatkan penelitian terdahulu untuk menemukan celah
Penelitian terdahulu bukan sekadar bukti pendukung. Nilainya justru paling tinggi ketika hasilnya saling bertentangan, karena di situlah letak celah penelitian Anda.
Susun dalam bentuk tabel yang memuat nama peneliti, tahun, variabel yang diteliti, metode, dan temuannya. Tabel ini memudahkan Anda melihat pola sekaligus menjadi bagian bab dua yang paling sering dipuji penguji karena menunjukkan Anda benar-benar membaca.
Pola kalimat untuk menyatakan celah yang Anda temukan:
“Hasil penelitian mengenai pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan masih belum konsisten. Sebagian penelitian menemukan pengaruh positif dan signifikan, sementara sebagian lain tidak menemukan pengaruh yang signifikan. Ketidakkonsistenan ini menunjukkan kemungkinan adanya variabel lain yang menjembatani hubungan keduanya, sehingga penelitian ini menempatkan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi.”
Kalimat terakhir itulah yang mengubah bab dua dari rangkuman menjadi argumen.
Langkah 5: Gambarkan kerangka konseptualnya
Kerangka konseptual adalah bagan yang meringkas seluruh bab dua dalam satu halaman. Aturan praktisnya sederhana namun sering dilanggar:
- Setiap kotak adalah satu variabel, bukan satu teori.
- Setiap anak panah adalah satu hipotesis, dan harus ada nomornya (H1, H2, dan seterusnya).
- Arah anak panah menunjukkan arah pengaruh yang didugakan, bukan urutan pengerjaan.
- Variabel yang tidak diuji tidak boleh muncul dalam bagan.
Uji sederhana untuk memeriksa kerangka Anda: hitung jumlah anak panah dan jumlah hipotesis. Bila tidak sama, ada yang salah pada salah satunya.
Langkah 6: Rumuskan hipotesis yang dapat diuji
Hipotesis harus menyatakan arah dan dapat dibantah oleh data. Bandingkan dua rumusan berikut:
Lemah: “Diduga terdapat hubungan antara kompensasi dan kinerja karyawan.”
Kuat: “H1: Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada karyawan tetap bagian produksi PT Sumber Makmur.”
Rumusan kedua menyebutkan arah pengaruh, sifat pengaruh, dan objek penelitian, sehingga dapat diuji dan dapat pula ditolak.
Contoh kerangka teori per jurusan
Contoh berikut menggambarkan pola penyusunannya. Sesuaikan dengan literatur mutakhir di bidang Anda dan pedoman program studi masing-masing.
Manajemen sumber daya manusia
Hubungan: kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan kepuasan kerja sebagai mediasi.
Lapisan teori: teori induk mengenai motivasi kerja menjelaskan mengapa imbalan dan kondisi kerja memengaruhi perilaku. Teori menengah mengenai kepuasan kerja menjelaskan mekanisme perantaranya. Definisi kinerja diturunkan dari literatur manajemen kinerja, kemudian dipecah menjadi indikator kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu yang akan menjadi butir kuesioner.
Pendidikan
Hubungan: penerapan model pembelajaran tertentu terhadap hasil belajar siswa.
Lapisan teori: teori induk mengenai bagaimana pengetahuan dibangun oleh pembelajar menjelaskan mengapa model pembelajaran aktif diduga lebih efektif. Teori menengah mengenai hasil belajar dan taksonomi tujuan pembelajaran menjadi dasar penyusunan instrumen tes. Indikator diturunkan dari tingkatan kemampuan kognitif yang hendak diukur.
Psikologi
Hubungan: dukungan sosial terhadap tingkat stres akademik mahasiswa tingkat akhir.
Lapisan teori: teori induk mengenai stres sebagai hasil penilaian individu terhadap tuntutan dan sumber daya yang dimilikinya. Teori menengah mengenai dukungan sosial menjelaskan bagaimana sumber daya itu diperoleh. Indikator diambil dari dimensi dukungan emosional, instrumental, dan informasional, dan sedapat mungkin memakai skala yang sudah teruji, bukan menyusun sendiri dari nol.
Akuntansi dan keuangan
Hubungan: struktur kepemilikan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
Lapisan teori: teori induk mengenai hubungan antara pemilik dan pengelola perusahaan menjelaskan mengapa struktur kepemilikan berpengaruh terhadap perilaku pelaporan. Variabel diukur dari data laporan keuangan yang tersedia untuk umum, sehingga tidak memerlukan kuesioner.
Teknik dan ilmu komputer
Hubungan: penerimaan pengguna terhadap suatu sistem yang dikembangkan.
Lapisan teori: teori induk mengenai penerimaan teknologi menjelaskan mengapa persepsi kemudahan dan kemanfaatan menentukan niat memakai sistem. Pada skripsi berbentuk rekayasa, kerangka teori umumnya lebih ringkas dan digantikan sebagian oleh landasan teknis mengenai metode pengembangan dan pengujian sistem. Periksa pedoman program studi Anda karena format bab dua untuk skripsi rekayasa kerap berbeda.
Keperawatan dan kesehatan masyarakat
Hubungan: pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan menjalani pengobatan.
Lapisan teori: teori induk mengenai perilaku kesehatan menjelaskan mengapa keyakinan seseorang memengaruhi tindakannya. Indikator kepatuhan sebaiknya memakai instrumen yang sudah divalidasi dan diterjemahkan secara benar, bukan hasil susunan sendiri.
Berapa banyak teori yang diperlukan?
Tidak ada jumlah baku. Patokan yang lebih berguna: setiap hubungan dalam kerangka konseptual Anda harus dapat dijelaskan oleh setidaknya satu teori, dan setiap teori yang Anda tulis harus dipakai. Teori yang muncul di bab dua tetapi tidak berkaitan dengan satu pun anak panah pada kerangka konseptual sebaiknya dihapus, sepanjang apa pun uraiannya.
Uji akhir yang bisa Anda lakukan sendiri: tutup bab dua, lalu jelaskan model penelitian Anda secara lisan dalam dua menit. Bila ada bagian yang tidak bisa Anda jelaskan tanpa membaca, bagian itu belum benar-benar menjadi kerangka teori Anda.
Dari kerangka teori ke instrumen penelitian
Setelah kerangka teori selesai, indikator yang Anda turunkan akan menjadi butir kuesioner, dan jumlah responden yang dibutuhkan bergantung pada populasi serta desain analisis. Panduan cara menentukan jumlah sampel skripsi menjelaskan rumus yang sesuai untuk masing-masing desain.
Perlu diingat pula bahwa kedalaman kerangka teori berbeda antarjenjang. Perbandingan lengkapnya dijelaskan pada artikel perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi.
Menyusun bab dua tanpa berhenti di tengah jalan
Bab dua adalah bagian yang paling sering membuat pengerjaan skripsi tersendat, bukan karena sulit dipahami, melainkan karena banyaknya bacaan yang harus disusun ulang menjadi satu alur yang runtut.
Tesify membantu Anda menyusun kerangka bab dua secara bertahap, dari teori induk sampai kerangka konseptual, dengan Anda tetap sebagai penulis dan penanggung jawab isinya. Lebih dari 9.000 mahasiswa telah memakainya untuk menyusun lebih dari 15.000 bab, dan 100% tulisan tetap milik Anda.
Mulai susun bab dua Anda di Tesify
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya kerangka teori, kerangka pemikiran, dan kerangka konseptual?
Kerangka teori adalah uraian teori yang menopang penelitian. Kerangka pemikiran adalah alur penalaran dari masalah menuju dugaan jawaban. Kerangka konseptual adalah bagan yang meringkas hubungan antarvariabel. Sebagian kampus memakai istilah ini secara bergantian, jadi ikuti penamaan pada pedoman fakultas Anda.
Bolehkah memakai teori yang sudah lama?
Boleh, dan untuk teori induk justru wajar karena teori besar memang bertahan lama. Yang harus mutakhir adalah penelitian terdahulunya. Pola yang lazim diterima adalah teori induk dari sumber aslinya, disertai penerapan mutakhir dari artikel jurnal beberapa tahun terakhir.
Apakah boleh mengutip dari skripsi orang lain?
Sebaiknya dihindari sebagai sumber teori. Skripsi adalah karya mahasiswa, bukan sumber otoritatif. Bila Anda menemukan teori menarik di skripsi orang lain, telusuri sumber aslinya dan kutip dari sana. Skripsi terdahulu boleh dirujuk sebagai penelitian terdahulu, bukan sebagai landasan teori.
Berapa halaman idealnya bab dua?
Tidak ada ketentuan nasional. Yang menjadi ukuran adalah kelengkapan, yaitu setiap variabel terdefinisi, setiap hubungan berteori, dan celah penelitian dinyatakan dengan jelas. Bab dua yang panjang tetapi tidak menopang kerangka konseptual tetap dinilai lemah.
Bagaimana bila tidak ada teori yang cocok untuk hubungan yang saya teliti?
Biasanya ini pertanda hubungan yang Anda ajukan terlalu spesifik atau belum dirumuskan dengan tepat. Naikkan satu tingkat keumumannya dan cari teori pada tingkat itu. Bila benar-benar tidak ada teori yang menjelaskan, hubungan tersebut kemungkinan besar terlalu berisiko untuk skripsi dan lebih sesuai untuk jenjang yang lebih tinggi.
Apakah kerangka teori diperlukan pada penelitian kualitatif?
Diperlukan, tetapi fungsinya berbeda. Pada penelitian kualitatif, teori berperan sebagai lensa untuk memahami temuan, bukan sebagai sumber hipotesis. Beberapa jenis penelitian kualitatif justru sengaja membatasi penggunaan teori di awal agar temuan muncul dari data lapangan.
Bolehkah satu variabel memakai dua teori sekaligus?
Boleh, sepanjang Anda menjelaskan hubungan antara keduanya dan menyatakan mana yang menjadi acuan utama dalam menurunkan indikator. Yang bermasalah adalah menuliskan dua teori berdampingan tanpa memutuskan yang mana yang dipakai.
Bagaimana menuliskan indikator yang diambil dari instrumen orang lain?
Sebutkan sumbernya secara lengkap dan nyatakan bila Anda melakukan penyesuaian pada redaksi butirnya. Instrumen yang dimodifikasi harus diuji ulang validitas dan reliabilitasnya, karena hasil pengujian pada instrumen asli tidak otomatis berlaku pada versi yang telah Anda ubah.
Apakah kerangka konseptual harus dibuat dengan perangkat lunak tertentu?
Tidak. Bagan kotak dan anak panah sederhana sudah memadai, dan yang dinilai adalah ketepatan hubungannya. Periksa pedoman fakultas mengenai penomoran gambar dan penulisan sumbernya.
Kapan sebaiknya bab dua dianggap selesai?
Ketika setiap anak panah pada kerangka konseptual dapat Anda jelaskan dengan menyebut teori pendukungnya, dan setiap hipotesis memiliki dasar yang dapat ditunjuk pada halaman tertentu di bab dua. Selama masih ada anak panah yang hanya berdasar intuisi, bab dua belum selesai.
