Artikel Ilmiah Indonesia yang Dicabut: 261 Catatan Retraction Watch dan Cara Mengecek Rujukan Skripsi (2026)

Per 18 Agustus 2026, basis data Retraction Watch yang disebarkan Crossref memuat 71.844 catatan penarikan artikel ilmiah, dan 261 di antaranya mencantumkan Indonesia pada kolom negara. Angka itu setara 0,36 persen dari seluruh catatan dan menempatkan Indonesia pada urutan ke-34 dunia menurut jumlah catatan. Kami mengunduh berkasnya sendiri dan menghitung ulang setiap angka di halaman ini; rincian sumber, cara penghitungan, dan hal-hal yang tidak dapat kami simpulkan ada di bagian akhir.

Dari mana angka ini diambil?

Retraction Watch memelihara basis data penarikan artikel ilmiah, dan sejak bermitra dengan Crossref berkas lengkapnya dapat diunduh siapa saja sebagai satu file CSV melalui alamat api.labs.crossref.org/data/retractionwatch dengan menyertakan alamat surel pada parameter mailto. Berkas yang kami unduh pada 18 Agustus 2026 berukuran sekitar 66 MB dan berisi 71.844 baris, masing-masing satu catatan penarikan dengan kolom judul, jurnal, penerbit, negara, tanggal artikel asli, tanggal penarikan, sifat penarikan, dan alasan.

Kami menyaring baris yang memuat kata “Indonesia” pada kolom Country. Kolom itu memuat negara afiliasi penulis, dan satu artikel bisa mencantumkan beberapa negara sekaligus. Dari 261 catatan bertautan Indonesia, 137 mencantumkan Indonesia sebagai satu-satunya negara dan 124 sisanya adalah kolaborasi lintas negara. Keduanya berjumlah 261, sehingga tidak ada baris yang terhitung dua kali.

Berapa banyak per tahun?

Semua 261 catatan memiliki tahun penarikan yang terbaca, sehingga tabel di bawah ini menjumlah tepat 261. Catatan termuda dalam berkas kami bertanggal 8 Juli 2026, jadi angka 2026 masih berjalan dan belum bisa dibandingkan langsung dengan tahun penuh.

Tahun penarikan Jumlah catatan bertautan Indonesia
2011 2
2012 2
2013 2
2016 7
2017 8
2018 55
2019 8
2020 13
2021 15
2022 19
2023 33
2024 31
2025 45
2026 (sampai 8 Juli) 10

Sumber: basis data Retraction Watch melalui Crossref, diunduh 18 Agustus 2026. Penghitungan oleh Tesify.

Grafik batang jumlah artikel dicabut per tahun dengan satu lonjakan
Distribusi per tahun: satu lonjakan tunggal pada 2018, lalu kenaikan bertahap sejak 2022.

Apa yang menyebabkan lonjakan 2018?

Lonjakan 55 catatan pada 2018 bukan gelombang kecurangan nasional, melainkan dua peristiwa penarikan massal pada terbitan prosiding. Dari 55 catatan tahun itu, 34 berasal dari Journal of Physics: Conference Series dan 11 dari Journal of Fundamental and Applied Sciences. Menafsirkan angka 2018 sebagai tren tahunan adalah kesalahan pembacaan yang paling mudah terjadi pada data ini.

Sebaliknya, angka 2025 sebesar 45 catatan tersebar lebih merata, dengan penyumbang terbesar Heliyon sebanyak 16 catatan, disusul PLoS One 4 catatan.

Apa alasan penarikannya?

Satu catatan dapat memuat lebih dari satu alasan, jadi kolom di bawah ini tidak dijumlahkan menjadi 261. Angka menunjukkan berapa kali alasan tersebut muncul di antara 261 catatan.

Alasan (istilah asli Retraction Watch) Kemunculan
Investigation by Journal/Publisher 111
Unreliable Results and/or Conclusions 71
Concerns/Issues about Authorship/Affiliation 55
Concerns/Issues about Referencing/Attributions 49
Objections by Author(s) 40
Error by Journal/Publisher 36
Investigation by Third Party 28
Compromised Peer Review 27
Concerns/Issues about Data 24
Duplication of/in Article 22
Plagiarism of/in Article 21

Dua baris pada tabel ini penting untuk dibaca dengan hati-hati. “Error by Journal/Publisher” muncul 36 kali dan “Objections by Author(s)” 40 kali — keduanya menandakan penarikan yang tidak menuduh penulis berbuat curang. Sebaliknya, “Plagiarism of/in Article” hanya muncul 21 kali, jauh di bawah dugaan umum bahwa penarikan identik dengan plagiarisme. Pembahasan terpisah soal ambang kemiripan dan apa yang sebenarnya diatur ada di artikel batas persentase plagiarisme skripsi.

Jurnal dan penerbit mana yang paling sering muncul?

Jurnal Catatan Penerbit Catatan
Journal of Physics: Conference Series 42 IOP Publishing 56
Heliyon 19 Elsevier 30
Journal of Fundamental and Applied Sciences 11 Elsevier — Cell Press 21
PLoS One 8 Springer — Nature Publishing Group 16
IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering 8 MDPI 12
IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 6 Springer 11

Pola yang paling berguna bagi penulis skripsi bukan nama penerbitnya, melainkan bentuk terbitannya. Dari 261 catatan, 141 berjenis artikel penelitian dan 76 berjenis prosiding atau abstrak konferensi, sisanya artikel tinjauan (25) dan meta-analisis (8). Prosiding konferensi menyumbang hampir tiga dari sepuluh catatan, padahal prosiding jauh lebih jarang dirujuk daripada artikel jurnal. Bila daftar pustaka Anda banyak berisi prosiding, periksa statusnya dengan lebih teliti — cara membedakan jurnal dan prosiding dibahas pada panduan memilih basis data referensi skripsi.

Berapa lama jarak antara terbit dan dicabut?

Kami menghitung selisih tahun antara tanggal artikel asli dan tanggal penarikan untuk seluruh 261 catatan. Nilai tengahnya 1 tahun dan rata-ratanya 1,4 tahun. Sebanyak 166 dari 261 catatan dicabut dalam waktu maksimal satu tahun setelah terbit, sementara 13 catatan baru dicabut lima tahun atau lebih setelah terbit.

Inilah alasan praktis mengapa rujukan perlu diperiksa ulang menjelang sidang, bukan hanya saat pertama kali diunduh. Artikel yang Anda simpan dua tahun lalu bisa saja sudah ditarik sekarang, dan berkas PDF yang tersimpan di komputer Anda tidak akan berubah untuk memberi tahu.

Mahasiswa memeriksa status rujukan di layar sebelum mengutip
Pemeriksaan status rujukan dilakukan sekali lagi menjelang sidang, bukan hanya saat mengunduh.

Cara memastikan rujukan skripsi Anda belum dicabut

  1. Buka DOI-nya, jangan PDF di folder Anda. Ketik https://doi.org/ diikuti DOI artikel. Halaman penerbit akan menampilkan pemberitahuan penarikan bila ada; berkas PDF lama tidak akan.
  2. Pakai pengelola referensi yang memberi peringatan. Zotero menyatakan pada blog resminya bahwa mereka memeriksa basis data pengguna terhadap data Retraction Watch: artikel yang ditarik diberi tanda pada daftar item, dan bila Anda mencoba mengutipnya lewat pengaya pengolah kata, Zotero memperingatkan dan meminta konfirmasi. Perbandingan lengkapnya ada di Mendeley vs Zotero untuk skripsi.
  3. Cari judul artikel disertai kata “retracted” atau “retraction”. Pemberitahuan penarikan biasanya terbit sebagai dokumen terpisah dengan DOI sendiri.
  4. Periksa apakah versi yang Anda pegang berasal dari situs resmi penerbit. Salinan yang beredar di situs berbagi berkas hampir tidak pernah diperbarui setelah penarikan.
  5. Ulangi pemeriksaan sebelum menyerahkan naskah akhir. Cukup untuk rujukan yang menjadi tulang punggung argumen Anda, tidak perlu seluruh daftar.

Bila ternyata satu rujukan Anda sudah ditarik, jangan langsung menghapusnya diam-diam. Tanyakan kepada dosen pembimbing: dalam beberapa kasus artikel yang ditarik justru relevan untuk dibahas, asalkan Anda menyebut statusnya secara eksplisit. Yang tidak boleh adalah mengutipnya sebagai bukti pendukung seolah-olah masih sahih.

Apa yang tidak dapat kami simpulkan dari data ini

  • Ini bukan angka pasti jumlah artikel Indonesia yang ditarik. Basis data ini memuat penarikan yang berhasil dikumpulkan kurator Retraction Watch; penarikan yang tidak diumumkan penerbit tidak akan muncul.
  • Kolom negara adalah afiliasi penulis, bukan kewarganegaraan atau lokasi penerbit. Karena 124 dari 261 catatan melibatkan lebih dari satu negara, angka 261 tidak bisa dibaca sebagai “261 artikel karya peneliti Indonesia”.
  • Kami tidak menghitung tingkat penarikan. Untuk itu diperlukan jumlah total artikel Indonesia pada periode yang sama, dan kami tidak memiliki angka pembanding yang dapat diverifikasi dengan instrumen yang sama.
  • Peringkat ke-34 dunia adalah peringkat jumlah catatan, bukan peringkat mutu. Negara dengan produksi artikel besar otomatis punya catatan lebih banyak; tiga teratas adalah Tiongkok (37.840), Amerika Serikat (7.428), dan India (6.337).
  • Kami tidak memeriksa satu per satu apakah nama institusi Indonesia pada tiap catatan benar. Verifikasi tingkat institusi memerlukan pembacaan manual 261 catatan.

Untuk angka jumlah jurnal dan dokumen ilmiah Indonesia yang dapat dirujuk, lihat statistik publikasi ilmiah Indonesia 2026. Untuk peringkat institusi berdasarkan skor SINTA, lihat peringkat universitas menurut skor SINTA.

Cara mengutip angka pada halaman ini

Sebutkan sumber primernya, bukan halaman ini, dan cantumkan tanggal pengambilan datanya karena berkas ini diperbarui terus-menerus. Contoh kalimat yang bisa Anda adaptasi: “Berdasarkan basis data Retraction Watch yang disebarkan Crossref (data diambil 18 Agustus 2026), terdapat 261 catatan penarikan artikel yang mencantumkan Indonesia pada kolom afiliasi negara.” Format entri daftar pustakanya mengikuti aturan untuk kumpulan data; polanya ada pada panduan daftar pustaka APA 7.

Menyusun tinjauan pustaka yang rujukannya tahan diperiksa

Rujukan yang ditarik biasanya lolos bukan karena mahasiswa ceroboh, melainkan karena daftar pustaka disusun terpisah dari naskah dan tidak pernah ditinjau ulang setelah dikumpulkan. Tesify menyimpan naskah dan rujukan Anda dalam satu tempat sehingga setiap kutipan tetap tertaut ke sumbernya saat Anda menulis bab dua, dan Anda tetap penulis serta penanggung jawab setiap kalimatnya. Bagian abstrak pun jadi lebih mudah disusun ulang saat angka berubah; polanya dibahas pada cara membuat abstrak skripsi.

Mulai susun naskah skripsi Anda di Tesify dan simpan rujukan bersama teksnya sejak awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu artikel yang dicabut?

Artikel yang telah diterbitkan lalu ditarik kembali oleh jurnal atau penerbit karena masalah pada isi, data, proses telaah sejawat, atau kepenulisannya. Artikel tersebut biasanya tetap dapat dibaca, tetapi diberi tanda penarikan dan tidak boleh lagi dipakai sebagai bukti pendukung.

Apakah artikel yang dicabut selalu berarti penulisnya curang?

Tidak. Pada 261 catatan bertautan Indonesia, alasan “Error by Journal/Publisher” muncul 36 kali dan “Objections by Author(s)” 40 kali — keduanya menunjukkan penarikan tanpa tuduhan kecurangan terhadap penulis.

Berapa banyak artikel bertautan Indonesia yang tercatat dicabut?

261 catatan dari total 71.844 catatan dalam basis data Retraction Watch, per pengambilan data 18 Agustus 2026. Sebanyak 137 di antaranya mencantumkan Indonesia sebagai satu-satunya negara afiliasi.

Apakah saya boleh mengutip artikel yang sudah dicabut?

Boleh hanya jika Anda membahas penarikannya secara eksplisit, misalnya saat mengulas kelemahan literatur di bidang Anda. Mengutipnya sebagai bukti pendukung tanpa menyebut statusnya adalah masalah serius saat sidang.

Bagaimana cara cepat mengetahui sebuah artikel sudah dicabut?

Buka DOI-nya di alamat resmi penerbit. Bila artikel telah ditarik, halaman penerbit menampilkan pemberitahuan penarikan. Berkas PDF yang tersimpan di komputer tidak akan menampilkan tanda apa pun.

Apakah Mendeley juga memperingatkan artikel yang dicabut?

Kami hanya dapat memastikan pernyataan resmi Zotero mengenai integrasi Retraction Watch. Untuk perangkat lain, periksa dokumentasi resminya sendiri sebelum mengandalkannya; kami tidak menyatakan apa pun yang tidak dapat kami baca langsung di sumber resmi.

Mengapa banyak catatan berasal dari prosiding konferensi?

Dari 261 catatan, 76 berjenis prosiding atau abstrak konferensi. Penarikan pada prosiding sering terjadi secara massal untuk satu volume sekaligus, seperti terlihat pada lonjakan 2018.

Apakah jumlah 261 berarti mutu penelitian Indonesia buruk?

Tidak dapat disimpulkan dari data ini. Jumlah catatan sangat dipengaruhi oleh volume publikasi dan oleh seberapa aktif penerbit mengumumkan penarikan. Untuk menilai tingkat penarikan diperlukan angka pembanding jumlah total artikel yang tidak kami miliki.

Apakah data ini gratis dan bisa saya unduh sendiri?

Ya. Berkas CSV lengkapnya dapat diunduh melalui layanan data Crossref dengan menyertakan alamat surel pada parameter mailto. Ukurannya sekitar 66 MB pada saat kami mengunduhnya.

Apakah data ini bisa dipakai sebagai data penelitian skripsi?

Bisa, dan cukup sering dipakai untuk kajian bibliometrik. Perlakukan seperti sumber data sekunder lainnya: catat tanggal pengambilan, jelaskan cara penyaringan, dan sebutkan keterbatasannya. Panduan umumnya ada di sumber data sekunder untuk skripsi.

Seberapa sering data ini diperbarui?

Basis datanya diperbarui berkelanjutan oleh kurator Retraction Watch, sehingga angka pada halaman ini akan berbeda bila Anda mengunduhnya di lain hari. Itulah sebabnya tanggal pengambilan data wajib dicantumkan setiap kali angka ini dikutip.