Untuk skripsi minat beli online, pilih TPB bila Anda ingin menjelaskan niat melalui sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku; pilih TAM bila yang diteliti adalah penerimaan teknologi belanja (aplikasi atau situs); pilih S-O-R bila Anda ingin menunjukkan bagaimana rangsangan toko online memicu keadaan internal yang berujung pada niat membeli. Tabel di bawah memuat perbandingan ringkas dengan kriteria yang diumumkan.
Tabel Perbandingan TPB, TAM, dan S-O-R untuk Minat Beli
| Kriteria | TPB (Ajzen, 1991) | TAM (Davis, 1989) | S-O-R (Mehrabian dan Russell, 1974) |
|---|---|---|---|
| Inti teori | Niat dipengaruhi sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan | Penerimaan teknologi dipengaruhi persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan | Rangsangan lingkungan memengaruhi keadaan psikologis internal yang memicu respons perilaku |
| Variabel khas | Sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat | Kegunaan, kemudahan, sikap atau niat menggunakan | Stimulus (misalnya fitur situs), organisme (misalnya emosi atau persepsi), respons (misalnya niat beli) |
| Cocok bila | Fokus pada keputusan pribadi dan pengaruh sosial | Fokus pada platform atau teknologi belanja | Fokus pada pengalaman di toko online atau konten pemasaran |
| Contoh hipotesis | Sikap terhadap belanja online berpengaruh positif terhadap minat beli | Persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap persepsi kegunaan dan minat beli | Kualitas informasi situs berpengaruh positif terhadap kepercayaan, lalu terhadap minat beli |
| Risiko | Tidak menjelaskan faktor platform secara rinci | Kurang menjelaskan faktor emosi dan sosial | Pilihan stimulus dan organisme sangat beragam sehingga perlu alasan teori yang kuat |
Tabel ini dirangkum dari sumber yang dibuka: artikel asli Ajzen (1991), Organizational Behavior and Human Decision Processes 50(2), 179–211, artikel Davis (1989), MIS Quarterly 13(3), 319–340, dan uraian S-O-R dalam studi terbuka tentang niat beli, misalnya PMC13271489 dan PMC13404915 yang menyebut Mehrabian dan Russell (1974) sebagai sumber kerangka ini.
Kriteria Perbandingan
- Kecocokan dengan pertanyaan penelitian: apakah Anda menjelaskan niat individu, penerimaan platform, atau pengaruh stimulus.
- Kemudahan operasionalisasi: apakah tiap konstruk punya indikator yang mudah dirumuskan dan diadaptasi dari sumber.
- Dukungan penelitian terdahulu: apakah ada banyak studi serupa yang bisa menjadi pembanding.
- Beban analisis: berapa jalur dan hipotesis yang akan Anda uji, dan apakah sampel Anda cukup.
- Kelemahan yang jujur: apa yang tidak bisa dijelaskan oleh model itu.

Apa Itu Minat Beli dalam Kerangka Teori?
Dalam TPB, niat (intention) menangkap faktor motivasi yang memengaruhi perilaku, yaitu seberapa keras seseorang mau berusaha dan seberapa besar upaya yang direncanakan. Di skripsi pemasaran, “minat beli” umumnya diterjemahkan sebagai niat membeli produk atau jasa. Artinya, minat beli adalah variabel niat, bukan perilaku pembelian. Perilaku pembelian aktual lebih tepat dilambangkan dengan keputusan pembelian. Bila Anda memakai kedua istilah, nyatakan perbedaannya di definisi operasional agar penguji tidak menganggapnya sama.
Jumlah literatur Indonesia untuk kedua istilah ini besar. Pada pencarian judul di Garuda per 4 Oktober 2026, “minat beli” menghasilkan 9.454 dokumen dan “keputusan pembelian” 31.539; cara hitungan, batasan, dan tabel lengkap ada di hitungan dokumen Garuda untuk 15 variabel skripsi. Angka itu hanya menunjukkan ketersediaan bacaan, bukan kualitas atau kejenuhan topik.
TPB: Menjelaskan Minat Beli Lewat Sikap dan Norma
Model TPB berasal dari Ajzen (1991). Sikap adalah penilaian positif atau negatif terhadap perilaku, norma subjektif adalah tekanan sosial yang dipersepsikan untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan adalah keyakinan tentang mudah atau sulitnya perilaku itu dilakukan. Dalam studi niat beli online, pola ini lazim dipakai; salah satu studi terbuka tentang pembelian produk lokal secara daring melaporkan sikap sebagai prediktor langsung terkuat atas niat membeli dalam sampelnya (PMC12563176), tetapi hasil itu tidak otomatis berlaku untuk skripsi Anda.
Kelebihan: kerangka sederhana, banyak instrumen turunan, dan hipotesisnya mudah dirumuskan. Kelemahan: tidak membedakan fitur platform, sehingga untuk toko online tertentu Anda mungkin perlu menambah variabel seperti kepercayaan atau kualitas informasi, dan itu harus Anda dukung dengan teori tambahan.
TAM: Bila Platform Menjadi Pusat Perhatian
TAM dikenalkan Davis (1989) untuk menjelaskan penerimaan teknologi. Dua faktor utamanya adalah persepsi kegunaan, yaitu keyakinan bahwa memakai teknologi akan meningkatkan kinerja, dan persepsi kemudahan penggunaan. Dalam konteks belanja online, “teknologi” adalah aplikasi atau situs belanja, dan niat memakainya bisa diperluas menjadi niat membeli. Karena itu TAM cocok untuk skripsi tentang marketplace, dompet digital, atau fitur belanja tertentu.
Kelebihan: dua konstruk inti yang mudah dioperasionalkan. Kelemahan: pengaruh sosial dan emosi tidak masuk model dasar, sehingga hasil Anda mungkin menjelaskan penerimaan platform lebih baik daripada keputusan membeli suatu produk.
S-O-R: Bila Pengalaman Situs Menjadi Stimulus
Kerangka S-O-R berasal dari Mehrabian dan Russell (1974) dan, menurut uraian dalam studi terbuka, menyatakan bahwa stimulus eksternal memengaruhi keadaan psikologis internal yang kemudian memicu respons perilaku. Dalam penelitian belanja online, stimulus bisa berupa fitur platform atau konten pemasaran, organisme berupa persepsi atau emosi seperti kepercayaan dan kesenangan, dan respons berupa niat atau perilaku membeli. Karena strukturnya berjenjang, S-O-R sering menghasilkan model mediasi.
Kelebihan: pas untuk pertanyaan tentang bagaimana pengalaman di situs atau konten memengaruhi niat. Kelemahan: tidak ada daftar baku stimulus dan organisme, sehingga Anda harus menjelaskan alasan teori memilih variabel tertentu, dan mediasi menuntut prosedur analisis yang sesuai serta sampel yang memadai.
Rekomendasi Berdasarkan Situasi Anda
| Situasi | Pilihan yang masuk akal |
|---|---|
| Rumusan masalah menanyakan pengaruh sikap dan lingkungan sosial terhadap minat beli | TPB |
| Objek penelitian adalah satu aplikasi atau marketplace dan kemudahan penggunaannya | TAM |
| Anda meneliti pengaruh konten promosi, ulasan, atau fitur situs terhadap niat beli melalui kepercayaan | S-O-R |
| Sampel kecil dan waktu terbatas | TPB atau TAM dengan jalur sedikit; hindari model berjenjang yang terlalu panjang |
| Pembimbing meminta kebaruan | Gabungkan dua kerangka dengan alasan teori yang jelas, bukan sekadar menambah variabel |
Tabel ini adalah pedoman praktis, bukan peringkat mutlak. Keputusan akhir bergantung pada rumusan masalah, teori yang dikuasai pembimbing, dan ketersediaan instrumen yang bisa Anda adaptasi dan uji.
Diagram Teks untuk Tiga Kerangka (Ilustratif)
- TPB: Sikap, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku → Minat Beli.
- TAM: Persepsi Kemudahan → Persepsi Kegunaan → Minat Beli.
- S-O-R: Kualitas Informasi Situs (S) → Kepercayaan (O) → Minat Beli (R).
Diagram teks di atas hanya bentuk. Cara menggambar diagram alur, menulis narasi tiap anak panah, dan menguji konsistensinya dengan rumusan masalah dibahas di cara membuat kerangka pemikiran skripsi. Perbedaan kerangka konseptual dan landasan teori dibahas di cara membuat kerangka teori skripsi.

Contoh Hipotesis dan Operasionalisasi Minat Beli (Ilustratif)
Contoh di bawah hanya memperlihatkan pola penulisan. Indikator dan butir harus Anda adaptasi dari sumber instrumen yang Anda baca dan uji pada sampel Anda.
| Hipotesis (ilustratif) | Variabel | Indikator minat beli (ilustratif) |
|---|---|---|
| H1: Sikap terhadap belanja online berpengaruh positif terhadap minat beli | Sikap (X1), Minat beli (Y) | Keinginan mencari informasi produk, mempertimbangkan membeli, berencana membeli dalam waktu dekat |
| H2: Persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap persepsi kegunaan | Kemudahan (X), Kegunaan (M) | Skor skala persepsi dari instrumen adaptasi |
| H3: Kepercayaan memediasi pengaruh kualitas informasi terhadap minat beli | Kualitas informasi (X), Kepercayaan (M), Minat beli (Y) | Skor skala minat beli dan kepercayaan dari instrumen adaptasi |
Minat beli sering diukur dengan skala Likert beberapa butir yang menanyakan kemungkinan atau rencana membeli. Pilih instrumen dari artikel yang Anda baca, jelaskan penerjemahan atau adaptasi, dan laporkan validitas serta reliabilitasnya per konstruk. Prosedur pelaporannya dibahas di panduan melaporkan uji validitas dan reliabilitas kuesioner.
Contoh Rumusan Masalah untuk Tiap Kerangka (Ilustratif)
- TPB: “Apakah sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku berpengaruh terhadap minat beli produk kecantikan lokal secara daring pada mahasiswa?”
- TAM: “Apakah persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan fitur pembayaran di aplikasi marketplace berpengaruh terhadap minat beli pengguna?”
- S-O-R: “Apakah kualitas informasi dan ulasan pelanggan berpengaruh terhadap minat beli melalui kepercayaan pada toko online?”
Perhatikan bahwa setiap rumusan menyebut variabel yang bisa diukur dan objek yang jelas. Rumusan seperti “Bagaimana minat beli konsumen di era digital?” terlalu luas dan tidak menunjukkan kerangka yang dipakai.
Contoh Narasi Kerangka Konseptual S-O-R (Ilustratif)
“Kualitas informasi pada toko online merupakan stimulus yang diterima konsumen ketika menelusuri produk (Mehrabian dan Russell, 1974, sebagaimana dirujuk dalam sumber yang Anda baca). Stimulus ini membentuk kepercayaan konsumen terhadap toko sebagai keadaan internal, dan kepercayaan tersebut diduga mendorong niat membeli sebagai respons. Penelitian terdahulu pada konteks serupa melaporkan arah hubungan yang sejalan (sitasi penelitian yang Anda baca). Dengan demikian, H1: kualitas informasi berpengaruh positif terhadap kepercayaan; H2: kepercayaan berpengaruh positif terhadap minat beli; H3: kepercayaan memediasi pengaruh kualitas informasi terhadap minat beli.”
Paragraf ini berfungsi sebagai pola. Isi kalimat sitasi dengan sumber yang benar-benar Anda baca, dan sesuaikan variabel dengan objek penelitian Anda. Setiap hipotesis harus muncul sebagai anak panah di diagram dan sebagai butir uji di Bab IV.
Cara Membaca Penelitian Terdahulu Minat Beli dengan Cepat
- Cari artikel dengan kata minat beli atau niat beli plus variabel utama Anda, lalu saring yang terbaru dan dapat diunduh.
- Catat kerangka teori yang dipakai tiap artikel, apakah TPB, TAM, S-O-R, atau gabungan.
- Catat instrumen minat beli dan asalnya, karena itu bahan Anda memilih butir.
- Catat objek dan sampel supaya Anda tahu konteks mana yang belum diteliti.
- Bandingkan hasil: apakah arah hubungannya konsisten atau bertentangan, dan apa kemungkinan alasannya.
Dengan catatan seperti ini, bagian penelitian terdahulu menjadi sintesis, bukan daftar kutipan, dan celah penelitian Anda tampak jelas. Tabel kerja yang sama dapat dipakai untuk variabel lain.
Daftar Periksa Sebelum Mengunci Kerangka
- Rumusan masalah, kerangka, dan hipotesis memakai istilah yang sama persis.
- Setiap konstruk punya definisi, indikator, dan sumber instrumen.
- Jumlah jalur sesuai dengan rencana sampel dan teknik analisis.
- Pembimbing menyetujui pilihan kerangka sebelum kuesioner disusun.
- Perbedaan minat beli dan keputusan pembelian dinyatakan jelas.
Menyelesaikan daftar ini sebelum menyusun kuesioner menghemat waktu, karena perubahan kerangka setelah data terkumpul hampir selalu berarti mengulang pengumpulan data.
Menghubungkan Kerangka dengan Instrumen dan Sampel
Setiap kerangka membawa konsekuensi pada instrumen dan sampel. TPB biasanya menuntut tiga atau empat skala (sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat), TAM dua sampai tiga skala, dan S-O-R sesuai jumlah stimulus dan organisme yang Anda pilih. Semakin banyak skala, semakin panjang kuesioner dan semakin besar kebutuhan sampel untuk analisis jalur. Hitung dulu jumlah butir total dan perkirakan waktu pengisian. Bila kuesioner terlalu panjang, pertimbangkan menyederhanakan model sebelum menyebar data, karena memangkas kuesioner setelah data terkumpul tidak mungkin dilakukan. Diskusikan juga dengan pembimbing batas minimal responden yang berlaku di fakultas Anda.
Memilih Alat Analisis untuk Model Anda
TPB dan TAM sederhana sering cukup dengan regresi berganda. Model berjenjang S-O-R atau gabungan beberapa kerangka biasanya memakai pemodelan persamaan struktural, dengan perangkat seperti SmartPLS atau AMOS. Perbandingan perangkat tersebut, termasuk kebutuhan sampel dan lisensi, ada di perbandingan SmartPLS, AMOS, LISREL, dan lavaan untuk skripsi SEM. Pilih alat setelah kerangkanya jelas, bukan sebaliknya.
Kesalahan yang Sering Muncul pada Skripsi Minat Beli
- Memakai istilah minat beli dan keputusan pembelian bergantian tanpa definisi yang berbeda.
- Menyebut kerangka TPB tetapi hanya menguji satu atau dua variabelnya tanpa alasan.
- Menggabungkan tiga kerangka sekaligus sehingga hipotesis banyak dan sampel tidak cukup.
- Menggambar mediasi tetapi memakai regresi sederhana untuk analisisnya.
- Mengutip teori dari skripsi lain, bukan dari sumber asli atau artikel yang benar-benar dibaca.
- Memakai instrumen terjemahan tanpa uji validitas dan reliabilitas pada sampel sendiri.
Menyusun Kerangka Lebih Rapi, Tetap Tulisan Anda
Tesify membantu mahasiswa menyusun struktur bab skripsi. Tesify dipakai oleh 9.000+ mahasiswa untuk mengerjakan 15.000+ bab, dan seluruh tulisan tetap 100% ditulis oleh Anda. Satu hal yang jujur: Tesify tidak memilihkan kerangka untuk Anda; keputusan antara TPB, TAM, dan S-O-R tetap ada pada Anda dan pembimbing.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda minat beli dan keputusan pembelian?
Minat beli adalah niat membeli, sedangkan keputusan pembelian adalah pilihan atau tindakan membeli yang terjadi. Nyatakan perbedaannya di definisi operasional dan konsisten di seluruh bab.
Mana yang paling banyak dipakai, TPB, TAM, atau S-O-R?
Ketiganya dipakai luas dalam studi belanja online. Pilih berdasarkan rumusan masalah dan ketersediaan instrumen, bukan hanya jumlah pemakaian.
Bolehkah menggabungkan TPB dan TAM dalam satu skripsi?
Boleh bila ada alasan teori dan penelitian terdahulu yang mendukung. Waspadai jumlah hipotesis dan kebutuhan sampel; pembimbing biasanya meminta model yang bisa Anda pertahankan.
Apakah S-O-R termasuk teori perilaku konsumen?
Kerangka ini berasal dari psikologi lingkungan (Mehrabian dan Russell, 1974) dan banyak dipakai dalam studi perilaku konsumen online untuk menjelaskan bagaimana stimulus memengaruhi respons melalui keadaan internal.
Berapa sampel yang cukup untuk model minat beli?
Itu bergantung pada jumlah jalur dan teknik analisis. Tanyakan batas minimum yang diminta fakultas dan jelaskan dasar perhitungan Anda di Bab III.
Bagaimana mengukur minat beli dalam kuesioner?
Gunakan skala Likert beberapa butir yang menanyakan niat atau rencana membeli, diadaptasi dari artikel yang Anda baca, lalu uji validitas dan reliabilitasnya.
Apakah harus memakai SmartPLS untuk skripsi minat beli?
Tidak harus. Model sederhana cukup dengan regresi berganda. Model berjenjang atau banyak konstruk laten lebih cocok dengan pemodelan persamaan struktural.
Bagaimana menulis kebaruan penelitian minat beli?
Kebaruan bisa berupa objek, konteks, periode, atau kombinasi variabel yang belum diuji, tetapi harus dibuktikan dengan membaca penelitian terdahulu, bukan dengan satu pencarian judul.
Apakah teori harus dikutip dari artikel asli?
Disarankan. Kutip Ajzen (1991), Davis (1989), atau Mehrabian dan Russell (1974) dari sumber yang Anda baca, dan sebutkan bila Anda hanya mengakses melalui sumber sekunder.
