Kepuasan Kerja dalam Skripsi: MSQ vs JDI vs JSS, Instrumen Mana yang Dipakai? (2026)

Untuk skripsi kepuasan kerja, JSS cocok bila Anda ingin skala 36 butir dengan sembilan dimensi, MSQ bentuk pendek cocok bila Anda cukup dengan 20 butir dan tiga skor, dan JDI cocok bila Anda mengikuti lima aspek pekerjaan klasik serta bisa memastikan izin dan versinya. Perbandingan di bawah memakai kriteria yang diumumkan di awal dan hanya memuat detail yang bisa dicek ke sumbernya.

Tabel Perbandingan MSQ, JDI, dan JSS

Kriteria MSQ (Weiss dkk., 1967) JDI (Smith, Kendall, dan Hulin, 1969) JSS (Spector, 1985)
Struktur Bentuk panjang 100 butir untuk 20 aspek; bentuk pendek 20 butir dengan skor intrinsik, ekstrinsik, dan umum Lima aspek: pekerjaan itu sendiri, gaji, kesempatan promosi, pengawasan, dan rekan kerja 36 butir dalam sembilan subskala, masing-masing empat butir: gaji, promosi, pengawasan, tunjangan, penghargaan kontingen, prosedur operasi, rekan kerja, sifat pekerjaan, komunikasi
Format jawaban Skala Likert lima pilihan (menurut ulasan validasi bentuk pendek) Cek format dan jumlah butir pada versi yang Anda pakai Skala enam poin dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju; sekitar setengah butir ditulis terbalik
Cocok bila Anda ingin membedakan kepuasan intrinsik dan ekstrinsik, dengan beban pengisian ringan pada bentuk pendek Anda ingin aspek pekerjaan klasik dan siap mengurus izin serta versi Anda ingin profil per aspek yang rinci, termasuk tunjangan dan komunikasi
Hal yang harus Anda cek Versi dan izin; adaptasi bahasa Lisensi, versi, dan jumlah butir sesuai sumber resmi Ketentuan penggunaan pada laman pengembang; butir terbalik saat skoring

Sumber detail tabel: MSQ dan JDI diringkas dalam validasi MSQ-SF di sektor kesehatan Rumania (Healthcare, 2025, PMC12692551); JSS dijelaskan dalam validasi terjemahan Yunani (PMC5994062) dan dalam artikel asli Spector (1985), American Journal of Community Psychology 13(6), 693–713. Karya asli MSQ adalah manual Weiss, Dawis, England, dan Lofquist (1967); JDI bersumber dari buku Smith, Kendall, dan Hulin (1969).

Kriteria Perbandingan

Sebelum memilih instrumen, bandingkan lima hal berikut, karena penguji skripsi manajemen biasanya menanyakan semuanya.

  1. Struktur: dimensi apa yang diukur dan berapa butirnya.
  2. Format jawaban: skala dan arah butir.
  3. Kesesuaian dengan rumusan masalah: apakah Anda butuh satu skor umum atau skor per aspek.
  4. Izin dan versi: apakah Anda boleh memakai dan memodifikasi butir.
  5. Bukti di konteks Anda: adakah studi validasi yang bisa Anda buka untuk bahasa atau sektor Anda, dan apa yang harus Anda uji sendiri.
Formulir survei karyawan cetak di papan jepit dengan pena di meja kantor
Pemilihan instrumen kepuasan kerja menentukan butir, subskala, dan cara skoring yang dilaporkan di Bab III.

Apa Itu Kepuasan Kerja Menurut Rujukan yang Bisa Anda Kutip?

Definisi yang paling sering dikutip berasal dari Locke (1976): kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang menyenangkan atau positif sebagai hasil penilaian terhadap pekerjaan atau pengalaman kerja seseorang (Locke, 1976, hlm. 1304, sebagaimana dikutip dalam beberapa artikel terbuka). Perhatikan dua hal. Pertama, definisi ini menekankan penilaian karyawan sendiri, sehingga kuesioner diisi oleh karyawan, bukan atasan. Kedua, kepuasan kerja bisa dipandang global (satu perasaan keseluruhan) atau berfaset (kepuasan terhadap aspek tertentu seperti gaji dan promosi). Pilihan global atau berfaset menentukan instrumen: JSS dan JDI berfokus pada faset, sedangkan MSQ bentuk pendek memberi skor intrinsik, ekstrinsik, dan umum.

Penilaian Jujur per Instrumen

MSQ: ringkas, punya dua jenis skor

Keunggulan MSQ bentuk pendek adalah beban pengisian yang ringan dan skor intrinsik dan ekstrinsik yang berguna bila Anda ingin menguji teori dua faktor atau teori motivasi serupa. Dalam studi validasi Rumania, bentuk 20 butir menunjukkan alfa Cronbach 0,935, tetapi studi itu juga menemukan struktur tiga faktor dengan beberapa butir dibuang, artinya struktur asli tidak otomatis muncul pada setiap sampel. Kelemahannya: skor per aspek lebih sedikit dibanding bentuk panjang, dan Anda tetap harus menguji validitas dan reliabilitas pada sampel Anda sendiri.

JDI: klasik, lima aspek, perlu cek izin

JDI dikenal luas dan banyak dipakai di berbagai negara. Lima aspeknya mudah dijelaskan dan dihubungkan dengan teori. Kelemahannya bagi mahasiswa adalah kejelasan versi dan izin penggunaan: jumlah butir dan format jawaban berbeda antarversi, dan instrumen ini tidak selalu tersedia bebas. Pastikan Anda memegang sumber resmi sebelum menuliskan jumlah butir di Bab III. Jangan menyalin angka dari skripsi lain tanpa memeriksa versinya.

JSS: rinci dan mudah dijelaskan

JSS menawarkan sembilan subskala berisi empat butir. Hasilnya adalah profil yang bisa dibandingkan antaraspek, misalnya kepuasan terhadap gaji versus kepuasan terhadap rekan kerja, dan itu cocok untuk skripsi dengan hipotesis per aspek. Kelemahannya: butir terbalik harus diskor dengan benar, dan 36 butir lebih panjang daripada MSQ bentuk pendek. Bila Anda memodifikasi butir, jelaskan prosesnya dan ulangi uji validitas serta reliabilitas.

Rekomendasi Berdasarkan Situasi Anda

Situasi Pilihan yang masuk akal
Waktu pengisian responden sangat singkat (misalnya karyawan lapangan) MSQ bentuk pendek, dengan syarat versi dan izin jelas
Hipotesis berbeda untuk tiap aspek (gaji, promosi, pengawasan) JSS karena skor per subskala
Teori yang dipakai membedakan faktor intrinsik dan ekstrinsik MSQ bentuk pendek
Pembimbing meminta instrumen klasik lima aspek JDI, setelah memeriksa izin dan versi resmi
Belum ada waktu menerjemahkan dan mengadaptasi Pertimbangkan instrumen yang sudah punya studi validasi berbahasa Indonesia yang bisa Anda buka sendiri

Tabel ini bukan peringkat mutlak. Ia hanya membantu menyesuaikan pilihan dengan rumusan masalah, teori, dan waktu Anda.

Apa yang Tetap Harus Anda Lakukan Setelah Memilih Instrumen?

  1. Jelaskan sumber instrumen dengan rujukan lengkap dan versi yang dipakai.
  2. Jelaskan penerjemahan dan adaptasi: terjemahan awal, terjemahan balik, telaah ahli, dan uji coba.
  3. Uji validitas dan reliabilitas pada data uji coba dan laporkan per dimensi. Prosedur pelaporannya dibahas di panduan melaporkan uji validitas dan reliabilitas kuesioner.
  4. Skor butir terbalik sebelum menjumlahkan dan sebutkan nomor butirnya.
  5. Nyatakan keterbatasan: instrumen asing, sampel satu organisasi, dan desain potong lintang.

Jika Anda menyusun kuesioner sendiri dari indikator teori, bukan memakai instrumen baku, ikuti jalur yang diuraikan di panduan skripsi kinerja karyawan; logikanya sama untuk kepuasan kerja. Pemilihan skala baku untuk bidang psikologi dibahas di panduan skala baku skripsi psikologi.

Staf SDM meninjau grafik hasil survei karyawan di meja ruang rapat
Skor per aspek memungkinkan hipotesis yang berbeda untuk gaji, promosi, pengawasan, dan rekan kerja.

Contoh Tabel Operasionalisasi untuk Pendekatan Berfaset (Ilustratif)

Bila Anda memakai JSS, tabel operasionalisasi bisa memetakan sembilan subskala ke hipotesis. Contoh di bawah hanya memperlihatkan bentuknya; sesuaikan dengan versi instrumen yang benar-benar Anda pegang dan dengan teori Anda.

Subskala Jumlah butir Hipotesis yang mungkin (ilustratif)
Gaji 4 Kepuasan terhadap gaji berhubungan negatif dengan niat keluar
Promosi 4 Kepuasan terhadap promosi berhubungan positif dengan komitmen
Pengawasan 4 Kepuasan terhadap pengawasan berhubungan positif dengan kinerja
Tunjangan 4 Kepuasan terhadap tunjangan berhubungan negatif dengan niat keluar
Penghargaan kontingen 4 Kepuasan terhadap penghargaan berhubungan positif dengan motivasi
Prosedur operasi 4 Kepuasan terhadap prosedur berhubungan positif dengan kinerja
Rekan kerja 4 Kepuasan terhadap rekan kerja berhubungan positif dengan kinerja kontekstual
Sifat pekerjaan 4 Kepuasan terhadap sifat pekerjaan berhubungan positif dengan keterikatan kerja
Komunikasi 4 Kepuasan terhadap komunikasi berhubungan positif dengan kinerja

Jumlah butir per subskala (empat) dan jumlah subskala (sembilan) berasal dari deskripsi JSS di sumber yang dirujuk. Hipotesis di kolom kanan adalah contoh pola dan tidak berarti bahwa hubungan itu pasti ditemukan.

Contoh Paragraf Bab III tentang Instrumen (Ilustratif)

“Kepuasan kerja diukur dengan instrumen yang dikembangkan oleh Spector (1985), terdiri atas 36 butir dalam sembilan subskala dengan skala jawaban enam poin dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Butir yang ditulis terbalik diskor ulang sebelum dijumlahkan. Instrumen diterjemahkan ke bahasa Indonesia melalui terjemahan awal, terjemahan balik, dan telaah dua ahli, kemudian diujicobakan pada karyawan dengan karakteristik serupa. Validitas butir dan reliabilitas tiap subskala dilaporkan pada Bab IV.”

Perhatikan bahwa paragraf contoh hanya menyebut hal yang bisa Anda buktikan. Bila Anda tidak melakukan terjemahan balik, jangan menulisnya. Bila Anda memodifikasi butir, tambahkan kalimat yang menyatakan modifikasi itu dan alasannya.

Jebakan Penerjemahan dan Adaptasi yang Sering Terjadi

  • Butir terbalik tidak terbaca. Responden yang mengisi cepat sering tidak menyadari butir bernada negatif, sehingga skor tampak aneh. Beri petunjuk pengisian yang jelas dan periksa pola jawaban.
  • Istilah gaji dan tunjangan. Di organisasi pemerintah, swasta, dan pendidikan, istilah seperti tunjangan, insentif, dan honor memiliki makna berbeda. Sesuaikan terjemahan dengan istilah yang dipakai responden.
  • Hierarki dan pengawasan. Kata “atasan” bisa merujuk atasan langsung atau pimpinan unit. Tentukan siapa yang dimaksud dan nyatakan di petunjuk.
  • Skala ganjil dan genap. Skala enam poin tidak punya titik tengah. Jika pembimbing meminta lima poin, sadari bahwa itu mengubah instrumen dan perlu pengujian ulang.
  • Kebiasaan menjawab sopan. Responden cenderung menjawab positif tentang atasan dan organisasi. Jelaskan jaminan kerahasiaan untuk mengurangi bias ini.

Etika dan Izin Mengumpulkan Data di Organisasi

Kuesioner kepuasan kerja menanyakan pendapat tentang gaji, atasan, dan rekan kerja, sehingga responden perlu merasa aman. Minta izin tertulis dari organisasi, jelaskan tujuan akademik, jamin kerahasiaan, dan jangan meminta identitas bila tidak diperlukan. Laporkan hasil dalam bentuk agregat. Bila Anda menggunakan data internal perusahaan, pastikan kebijakan perusahaan mengizinkannya dan sebutkan hal itu di Bab III.

Contoh Rumusan Masalah dan Hipotesis dengan Kepuasan Kerja (Ilustratif)

Contoh berikut menunjukkan bagaimana pilihan instrumen memengaruhi rumusan. Semuanya pola, bukan temuan penelitian.

  • Dengan skor global: “Apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap niat keluar karyawan?” Hipotesis tunggal: kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap niat keluar.
  • Dengan skor per aspek: “Aspek kepuasan kerja manakah (gaji, promosi, pengawasan) yang paling berpengaruh terhadap niat keluar?” Hipotesis per aspek dan analisis regresi berganda.
  • Dengan skor intrinsik dan ekstrinsik: “Apakah kepuasan intrinsik atau ekstrinsik lebih berpengaruh terhadap kinerja karyawan?” Dua hipotesis yang dibandingkan.

Rantai rumusan masalah, hipotesis, dan variabel dibahas lebih lengkap di panduan rumusan masalah skripsi manajemen. Judul-judul pendamping untuk bidang ini ada di 30 judul skripsi manajemen.

Daftar Periksa Memilih Instrumen Kepuasan Kerja

  • Apakah rumusan masalah meminta skor global, skor per aspek, atau skor intrinsik dan ekstrinsik?
  • Apakah Anda memegang sumber resmi instrumen dan tahu versi serta jumlah butirnya?
  • Apakah ada ketentuan penggunaan yang harus dipenuhi, dan sudah Anda baca?
  • Apakah waktu pengisian responden cukup untuk jumlah butir yang Anda pilih?
  • Apakah Anda punya rencana penerjemahan, telaah ahli, dan uji coba?
  • Apakah teori di Bab II konsisten dengan struktur instrumen yang dipilih?

Bila satu butir saja dijawab “belum”, selesaikan dulu sebelum menyebarkan kuesioner. Memperbaiki instrumen setelah data terkumpul hampir selalu berarti mengulang pengambilan data, dan itu jauh lebih mahal daripada satu minggu tambahan di tahap persiapan.

Beban Pengisian dan Kualitas Data

Semakin panjang kuesioner, semakin besar risiko responden mengisi asal-asalan, terutama bila Anda juga menyertakan instrumen untuk variabel lain seperti kinerja atau niat keluar. Hitung jumlah total butir dari seluruh variabel, perkirakan waktu pengisian dengan uji coba kecil, dan pertimbangkan apakah instrumen yang lebih pendek tetap memenuhi kebutuhan hipotesis. Namun jangan memendekkan instrumen hanya demi kenyamanan responden jika itu menghilangkan dimensi yang menjadi pusat hipotesis Anda; lebih baik menyederhanakan variabel lain atau menyebarkan dalam dua tahap.

Kesalahan yang Sering Muncul pada Skripsi Kepuasan Kerja

  • Menyebut instrumen “baku” tanpa menyebut sumber, versi, dan jumlah butir.
  • Memakai skor total padahal hipotesis berbicara tentang aspek tertentu.
  • Tidak membalik butir yang ditulis terbalik.
  • Mengubah butir dan skala tanpa mengulang uji validitas dan reliabilitas.
  • Mencampur definisi kepuasan kerja global dengan indikator berfaset tanpa penjelasan.

Menyusun Bab Metode Lebih Rapi, Tetap Tulisan Anda

Tesify membantu mahasiswa menyusun struktur bab skripsi, tetapi keputusan memilih instrumen dan memverifikasi sumbernya tetap ada pada Anda. Tesify dipakai oleh 9.000+ mahasiswa untuk mengerjakan 15.000+ bab, dan seluruh tulisan tetap 100% ditulis oleh Anda. Satu kelemahan yang jujur: Tesify tidak menggantikan membaca sumber asli instrumen dan meminta izin penggunaannya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Instrumen kepuasan kerja mana yang paling banyak dipakai?

Ketiganya dikenal luas dalam literatur internasional. Jumlah pemakaian bukan alasan cukup; pilih berdasarkan rumusan masalah, teori, dan ketersediaan izin serta bukti validasi di konteks Anda.

Berapa butir MSQ bentuk pendek?

Bentuk pendek berisi 20 butir dengan skor intrinsik, ekstrinsik, dan umum, sedangkan bentuk panjang berisi 100 butir untuk 20 aspek, menurut ulasan validasi yang dirujuk di atas.

Berapa subskala JSS?

JSS memiliki 36 butir dalam sembilan subskala, masing-masing empat butir, dengan skala enam poin dan sekitar setengah butir ditulis terbalik.

Apakah boleh memakai JDI tanpa izin?

Periksa ketentuan penggunaan dari sumber resmi instrumen. Jangan mengandalkan salinan dari skripsi lain; minta kepastian dari pembimbing dan pemegang hak.

Apakah perlu menerjemahkan instrumen ke bahasa Indonesia?

Jika responden Anda berbahasa Indonesia dan instrumen aslinya berbahasa Inggris, ya, dan prosesnya harus dijelaskan: terjemahan awal, terjemahan balik, telaah ahli, dan uji coba.

Bolehkah mengurangi butir agar kuesioner lebih singkat?

Boleh dengan alasan yang jelas, tetapi Anda harus menyatakan perubahan itu dan menguji ulang validitas dan reliabilitas pada data Anda.

Apakah skor kepuasan kerja global dan skor aspek bisa dipakai sekaligus?

Bisa bila hipotesis Anda memerlukannya, misalnya satu model untuk skor global dan satu untuk aspek. Pastikan tidak ada dobel hitung.

Apa teori yang cocok untuk kepuasan kerja?

Pilihan umum meliputi teori dua faktor Herzberg dan definisi afektif Locke (1976). Pilih yang sesuai dengan instrumen dan hipotesis Anda, lalu rujuk dari sumber asli.

Apakah kepuasan kerja selalu memengaruhi kinerja?

Itu hipotesis yang harus Anda uji dan dukung dengan literatur, bukan asumsi. Hasil studi bisa beragam, jadi laporkan temuan Anda apa adanya.