Temuan utama: pada survei nasional terverifikasi terbaru, 95 persen mahasiswa sarjana melaporkan memakai AI untuk setidaknya satu keperluan studi, tetapi hanya 12 persen yang memasukkan teks buatan AI langsung ke dalam tugas yang dinilai — dan tidak satu pun angka itu berasal dari Indonesia. Halaman ini mengumpulkan angka penggunaan AI oleh mahasiswa yang sumbernya bisa Anda buka sendiri, menyebutkan tahun dan populasinya, lalu menjelaskan secara terbuka mengapa angka nasional Indonesia belum tersedia untuk instrumen kami.
Dari mana angka pada halaman ini diambil?
Dua sumber, keduanya dibuka langsung pada 18 Agustus 2026:
| Sumber | Populasi | Waktu pengumpulan | Jumlah responden |
|---|---|---|---|
| Higher Education Policy Institute (HEPI), Student Generative Artificial Intelligence Survey 2026 (HEPI Report 199), disponsori Kortext, survei dijalankan Savanta | Mahasiswa sarjana purnawaktu di Britania Raya | Desember 2025 | 1.054 |
| HEPI, Student Generative AI Survey 2025, survei dijalankan Savanta | Mahasiswa sarjana purnawaktu di Britania Raya | Desember 2024 | 1.041 (margin galat sekitar 3 persen) |
| Digital Education Council, Global AI Student Survey 2024 | Mahasiswa sarjana, magister, dan doktoral di 16 negara | 2024 | 3.839 |
Ketiganya adalah survei mandiri terhadap sampel mahasiswa, bukan sensus dan bukan data administratif kampus. Itu berarti angkanya menggambarkan laporan diri responden, bukan catatan sistem.
Berapa banyak mahasiswa yang memakai AI?
| Ukuran | Angka | Sumber dan tahun |
|---|---|---|
| Memakai AI untuk setidaknya satu keperluan | 95 persen | HEPI 2026 (data Desember 2025) |
| Memakai AI generatif untuk membantu tugas yang dinilai | 94 persen | HEPI 2026 |
| Memakai AI generatif untuk tugas dinilai | 88 persen | HEPI 2025 (data Desember 2024) |
| Memakai AI generatif untuk tugas dinilai | 53 persen | HEPI 2024, dikutip di dalam laporan 2025 |
| Memakai alat AI apa pun | 92 persen (naik dari 66 persen setahun sebelumnya) | HEPI 2025 |
| Menyatakan memakai AI dalam studinya | 86 persen | Digital Education Council 2024, 16 negara |
| Memakai AI harian atau mingguan | 54 persen | Digital Education Council 2024 |
| Memakai AI setiap hari | 24 persen | Digital Education Council 2024 |
| Rata-rata jumlah alat AI per mahasiswa | 2,1 alat | Digital Education Council 2024 |
Perbedaan antara 95 persen dan 86 persen bukan pertentangan: dua survei berbeda, populasi berbeda, tahun berbeda, dan pertanyaan yang tidak sama persis. Menyandingkan keduanya sebagai satu tren adalah kesalahan kutip yang paling sering muncul di latar belakang skripsi.

Berapa yang benar-benar menyalin teks AI ke dalam tugas?
Ini angka yang paling sering dikaburkan oleh judul berita. HEPI mengukurnya secara terpisah dari “memakai AI”, dan hasilnya jauh lebih kecil:
| Edisi survei | Memasukkan teks buatan AI langsung ke tugas yang dinilai |
|---|---|
| 2024 | 3 persen |
| 2025 | 8 persen |
| 2026 | 12 persen |
Tiga titik dari instrumen yang sama, populasi yang sama, dan lembaga yang sama — itulah syarat minimum sebelum sebuah rangkaian angka boleh disebut tren. Bandingkan dengan pemakaian AI secara umum yang sudah mendekati batas atas: ruang kenaikannya habis, sedangkan angka penyalinan langsung masih bergerak.
Untuk apa AI dipakai, dan apa yang menahan mahasiswa?
HEPI 2025 menanyakan alasan dan hambatan secara eksplisit:
- Alasan utama memakai AI: menghemat waktu (51 persen), disusul memperbaiki kualitas pekerjaan (50 persen).
- Hal yang paling membuat enggan: takut dituduh curang (53 persen) dan hasil keliru atau halusinasi (51 persen). Hanya 15 persen terhalang oleh pertimbangan dampak lingkungan.
- Penggunaan yang paling umum: menjelaskan konsep, meringkas artikel, dan mengusulkan ide penelitian.
Urutan itu penting untuk dibaca mahasiswa Indonesia yang sedang menyusun skripsi: dua alasan teratas adalah kecepatan dan mutu, sementara dua hambatan teratas adalah risiko tuduhan dan risiko kesalahan fakta. Keduanya bisa dikelola dengan proses, bukan dengan menghindari alat. Aturan yang berlaku di kampus Indonesia dibahas terpisah pada panduan aturan penggunaan AI untuk skripsi, dan pemilihan alat per tahap pengerjaan ada di daftar aplikasi AI untuk skripsi 2026.
Apa yang dikatakan mahasiswa tentang dukungan kampusnya?
| Ukuran | Angka | Sumber |
|---|---|---|
| Merasa didorong institusinya memakai AI | 36 persen | HEPI 2026 |
| Setuju bahwa institusinya mendorong penggunaan AI | 37 persen setuju, 36 persen tidak setuju | HEPI 2026 |
| Disediakan alat AI oleh institusinya | 38 persen | HEPI 2026 |
| Menganggap keterampilan AI penting untuk masa depan | 68 persen | HEPI 2026 |
| Merasa pengajarnya membantu mengembangkan keterampilan itu | 48 persen | HEPI 2026 |
| Menyatakan cara penilaian berubah signifikan karena AI | 65 persen | HEPI 2026 |
| Merasa pengetahuan AI-nya belum memadai | 58 persen | Digital Education Council 2024 |
| Menilai penerapan AI di kampusnya belum memenuhi harapan | 80 persen | Digital Education Council 2024 |
Pola yang konsisten pada dua instrumen berbeda: perilaku mahasiswa bergerak lebih cepat daripada kebijakan dan pelatihan institusinya. Itu satu-satunya kesimpulan lintas-sumber yang menurut kami aman ditarik dari halaman ini.
Dua temuan yang jarang dikutip, dan keduanya relevan bagi penulis skripsi
Selain angka pemakaian, edisi HEPI 2026 memuat dua ukuran yang hampir tidak pernah muncul di pemberitaan:
- Sumber mana yang lebih dipercaya. Responden terbelah hampir rata: 33 persen cenderung memakai sumber tradisional, 29 persen menyeimbangkan keduanya, dan 37 persen lebih condong ke sumber yang dihasilkan AI. Untuk penyusun skripsi ini penting, karena daftar pustaka dinilai berdasarkan sumber primernya, bukan berdasarkan ringkasan yang membawanya kepada Anda.
- Pemakaian AI di luar urusan akademik. Sekitar 15 persen responden melaporkan memakai AI untuk menemani, meminta nasihat, atau mengatasi rasa kesepian. Proporsi yang merasa AI membuat mereka lebih kesepian (20 persen) dan lebih tidak kesepian (21 persen) hampir sama besar, sehingga laporan itu sendiri tidak menyimpulkan arah dampaknya.
Angka kedua itu dicatat oleh penulis laporannya sebagai wilayah yang masih memerlukan penelitian lanjutan — dan itu berarti wilayah tersebut terbuka bagi mahasiswa yang sedang mencari celah penelitian.

Mengapa halaman ini tidak memuat angka nasional Indonesia
Kami mencari, dan tidak menemukannya melalui jalur yang dapat kami buka. Hasil pengujian pada 18 Agustus 2026, dengan permintaan biasa memakai peramban standar:
| Jalur | Hasil |
|---|---|
| PDDikti (pddikti.kemdiktisaintek.go.id) | Ditolak, kode 403, badan halaman berupa layar verifikasi otomatis |
| Badan Pusat Statistik (bps.go.id) | Ditolak, kode 403 |
| SINTA (sinta.kemdikbud.go.id) | Tidak ada jawaban sama sekali dari nama domain tersebut |
| Portal kelembagaan Kemdiktisaintek | Tidak ada jawaban |
| data.kemendikdasmen.go.id | Terbuka, tetapi kumpulan data pendidikan tingginya bertahun 2023 dan tabelnya tidak memuat pertanyaan tentang AI |
Selain itu, laporan Digital Education Council menyebut 16 negara tetapi tidak menyebutkan negara mana saja di dalam teks laporannya. Karena itu kami tidak dapat menyatakan bahwa Indonesia termasuk di dalamnya, dan Anda pun sebaiknya tidak menyatakannya.
Ini pola yang sama dengan hal-hal lain yang sudah kami dokumentasikan di halaman statistik publikasi ilmiah Indonesia. Bila Anda memerlukan data primer Indonesia untuk skripsi Anda sendiri, jalur yang masih terbuka dibahas di prosedur akses mikrodata BPS dan daftar sumber data sekunder per jurusan.
Cara memakai angka ini di latar belakang skripsi tanpa salah kutip
- Sebutkan populasinya, selalu. Tulis “mahasiswa sarjana purnawaktu di Britania Raya”, bukan “mahasiswa”. Selisih satu frasa ini adalah beda antara kutipan yang benar dan klaim yang salah.
- Sebutkan tahun pengumpulan data, bukan tahun terbit. Laporan HEPI 2026 memuat data Desember 2025. Menulis “data 2026” salah.
- Jangan gabungkan dua survei menjadi satu garis tren. HEPI dan Digital Education Council mengukur hal yang berbeda pada populasi yang berbeda.
- Pakai angka luar negeri sebagai pembanding, bukan sebagai gambaran Indonesia. Kalimat yang aman: “Di Britania Raya, X persen mahasiswa melaporkan Y; data setara untuk Indonesia belum tersedia secara publik, sehingga penelitian ini mengumpulkannya sendiri.” Kalimat itu justru memperkuat urgensi penelitian Anda — cara menyusunnya ada di panduan menulis latar belakang.
- Tulis entri daftar pustakanya saat itu juga, mengikuti aturan daftar pustaka APA 7, agar tidak ada angka tanpa sumber saat naskah dirapikan.
Empat hal yang tidak boleh disimpulkan dari halaman ini
- Bahwa 95 persen mahasiswa Indonesia memakai AI. Tidak ada satu pun angka di sini yang berasal dari sampel Indonesia.
- Bahwa kenaikan 3 → 8 → 12 persen berarti kecurangan meningkat. Memasukkan teks AI ke tugas bisa dibolehkan, disyaratkan, atau dilarang tergantung aturan mata kuliahnya; surveinya tidak memisahkan ketiganya.
- Bahwa lonjakan 53 ke 88 persen antara dua edisi HEPI berlaku universal. Itu perubahan pada satu negara dalam dua belas bulan, dengan margin galat sekitar 3 persen.
- Bahwa laporan diri sama dengan perilaku terukur. Semua angka di sini berasal dari jawaban responden atas kuesioner, bukan dari log sistem kampus.
Bila Anda perlu memastikan bahwa sumber-sumber yang Anda kutip masih sah dan belum ditarik penerbitnya, prosedurnya ada di halaman artikel ilmiah yang dicabut.
Susun latar belakang skripsi Anda dengan sumber yang terlacak sejak kalimat pertama — setiap angka tetap Anda yang memilih dan pertanggungjawabkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa persen mahasiswa yang memakai AI pada 2026?
Pada survei HEPI 2026 terhadap 1.054 mahasiswa sarjana purnawaktu di Britania Raya, 95 persen melaporkan memakai AI untuk setidaknya satu keperluan dan 94 persen memakainya untuk membantu tugas yang dinilai. Data dikumpulkan Desember 2025.
Apakah ada angka resmi untuk Indonesia?
Belum ada yang dapat kami buka. PDDikti dan BPS menolak permintaan otomatis, domain SINTA tidak menjawab, dan kumpulan data terbuka Kemendikdasmen yang bisa diakses bertahun 2023 tanpa pertanyaan tentang AI. Bila Anda menemukan sumber resmi Indonesia, itu lebih baik daripada angka mana pun di halaman ini.
Bolehkah saya memakai angka Britania Raya di latar belakang skripsi saya?
Boleh, sebagai pembanding internasional yang disebutkan populasinya dengan jelas. Tidak boleh sebagai pengganti angka Indonesia. Penguji hampir selalu menanyakan asal sampel bila sebuah persentase muncul tanpa keterangan negara.
Berapa mahasiswa yang menyalin langsung teks buatan AI?
12 persen pada survei HEPI 2026, naik dari 8 persen pada 2025 dan 3 persen pada 2024. Ketiganya berasal dari instrumen dan populasi yang sama, sehingga boleh dibaca sebagai satu rangkaian.
Alat AI apa yang paling banyak dipakai mahasiswa?
Digital Education Council 2024 mencatat ChatGPT sebagai alat yang paling banyak dipakai, dengan rata-rata 2,1 alat AI per mahasiswa. Laporannya tidak memerinci angka itu per negara.
Apakah kampus sudah menyediakan alat AI untuk mahasiswanya?
Pada HEPI 2026, 38 persen mahasiswa menyatakan institusinya menyediakan alat AI, dan 36 persen merasa didorong untuk memakainya. Delapan puluh persen responden Digital Education Council 2024 menilai penerapan AI di kampusnya belum memenuhi harapan.
Apakah survei ini mencakup mahasiswa pascasarjana?
HEPI hanya mensurvei mahasiswa sarjana purnawaktu. Digital Education Council mencakup jenjang sarjana, magister, dan doktoral, tetapi tidak menerbitkan pemisahan angka per jenjang di dalam laporan publiknya.
Mengapa angka HEPI dan Digital Education Council berbeda?
Karena populasi, tahun, dan rumusan pertanyaannya berbeda. HEPI mengukur satu negara pada Desember tiap tahun; Digital Education Council mengumpulkan 3.839 jawaban dari 16 negara pada 2024. Perbedaan angka di antara keduanya bukan kontradiksi dan tidak boleh dibaca sebagai perubahan waktu.
Bagaimana cara mengetahui aturan AI di kampus saya sendiri?
Tidak ada survei yang bisa menjawabnya. Aturan yang mengikat Anda adalah pedoman fakultas dan ketentuan mata kuliah, dan keduanya berbeda antarkampus bahkan antarprodi. Tanyakan secara tertulis kepada pembimbing agar jawabannya bisa Anda simpan.
Apakah angka pada halaman ini akan berubah?
Ya. HEPI menerbitkan edisi baru tiap awal tahun dan Digital Education Council menerbitkan survei lanjutan. Selalu buka edisi terbaru sebelum mengutip, dan tulis tahun pengumpulan datanya di dalam kalimat Anda.
