Per 12 Agustus 2026, Indonesia memiliki 2.738 jurnal yang terdaftar di Directory of Open Access Journals (DOAJ) dari total 23.306 jurnal sedunia, atau sekitar 11,7% dari seluruh jurnal akses terbuka yang terindeks di sana. Portal GARUDA milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat 29.822 jurnal dan 5.510.860 dokumen.
Angka-angka di bawah ini diambil langsung dari portal resmi masing-masing pada 12 Agustus 2026. Karena seluruhnya merupakan pangkalan data yang terus diperbarui, angkanya akan berubah. Sebutkan selalu tanggal akses bila Anda mengutipnya dalam skripsi.
Berapa jumlah jurnal ilmiah Indonesia yang terindeks?
| Pangkalan data | Jumlah jurnal | Pengelola | Tanggal akses |
|---|---|---|---|
| GARUDA (Garba Rujukan Digital) | 29.822 | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi | 12 Agustus 2026 |
| DOAJ (jurnal terbitan Indonesia) | 2.738 | DOAJ, lembaga nirlaba internasional | 12 Agustus 2026 |
| DOAJ (seluruh dunia) | 23.306 | DOAJ | 12 Agustus 2026 |
Perbedaan besar antara angka GARUDA dan DOAJ bukan pertanda salah satunya keliru. Keduanya menghitung hal yang berbeda. GARUDA mengindeks terbitan ilmiah Indonesia secara luas, termasuk jurnal kampus yang terbit dalam bahasa Indonesia dengan jangkauan pembaca yang terbatas. DOAJ menerapkan proses penilaian tersendiri dan hanya memuat jurnal akses terbuka yang memenuhi kriteria mereka.
Bagi Anda yang sedang menyusun tinjauan pustaka, perbedaan ini berguna: jurnal yang terdaftar di DOAJ umumnya lebih aman dijadikan rujukan karena telah melewati penyaringan, sedangkan cakupan GARUDA jauh lebih luas sehingga lebih besar peluangnya menemukan penelitian dengan konteks Indonesia yang sangat spesifik.
Seberapa besar kontribusi Indonesia terhadap jurnal akses terbuka dunia?
Dengan 2.738 jurnal dari 23.306 jurnal yang terdaftar di DOAJ per 12 Agustus 2026, terbitan Indonesia mencakup sekitar 11,7% dari seluruh jurnal akses terbuka yang terindeks di direktori tersebut. Ini adalah proporsi yang besar untuk satu negara.
Perlu ditafsirkan dengan hati-hati. Angka ini menunjukkan banyaknya jurnal, bukan banyaknya artikel, dan bukan pula ukuran mutu penelitian. Salah satu penjelasannya adalah struktur penerbitan ilmiah Indonesia yang tersebar: banyak fakultas, bahkan banyak program studi, mengelola jurnalnya sendiri. Akibatnya jumlah jurnal tinggi meskipun jumlah artikel per jurnal relatif kecil.

Berapa banyak dokumen yang dapat ditelusuri?
GARUDA mencatat 5.510.860 dokumen per 12 Agustus 2026. Angka ini mencakup artikel jurnal dan prosiding konferensi yang telah diindeks.
Untuk mahasiswa yang sedang menyusun bab dua, angka ini punya arti praktis: kemungkinan besar sudah ada penelitian berbahasa Indonesia mengenai topik Anda. Keluhan “tidak ada referensi tentang topik saya” hampir selalu merupakan persoalan kata kunci pencarian, bukan persoalan ketersediaan sumber.
Berapa banyak peneliti Indonesia yang terdaftar di SINTA?
Portal Science and Technology Index (SINTA) menampilkan angka berikut pada halaman utamanya per 12 Agustus 2026:
| Indikator | Jumlah | Tanggal akses |
|---|---|---|
| Penulis terdaftar | 334.304 | 12 Agustus 2026 |
| Afiliasi (lembaga) | 5.559 | 12 Agustus 2026 |
| Departemen | 2.476 | 12 Agustus 2026 |
Sumber: sinta.kemdiktisaintek.go.id, halaman utama, diakses 12 Agustus 2026.
SINTA berguna bagi mahasiswa bukan terutama sebagai sumber artikel, melainkan sebagai cara memeriksa reputasi. Anda dapat menelusuri peringkat suatu jurnal (dinyatakan dalam tingkat S1 sampai S6) sebelum memutuskan mengutipnya, dan dapat pula menelusuri rekam jejak publikasi calon dosen pembimbing untuk melihat bidang yang benar-benar ditekuninya.
Apa arti angka-angka ini bagi penyusunan skripsi Anda?
Data agregat semacam ini mudah dikutip tetapi mudah pula disalahgunakan. Tiga penafsiran berikut membantu Anda memakainya secara tepat.
Pertama, banyaknya jurnal bukan jaminan mudahnya menemukan rujukan yang sesuai. Lebih dari lima juta dokumen terindeks di GARUDA, tetapi sebarannya sangat timpang antarbidang. Topik pada bidang yang mapan seperti manajemen dan pendidikan akan berlimpah rujukan, sedangkan topik pada bidang yang lebih khusus dapat terasa kosong meskipun angka totalnya besar.
Kedua, jumlah yang besar menuntut penyaringan yang lebih ketat, bukan lebih longgar. Semakin banyak jurnal yang terbit, semakin besar pula ragam mutunya. Karena itu memeriksa peringkat jurnal di SINTA atau status pendaftarannya di DOAJ menjadi lebih penting, bukan kurang penting.
Ketiga, angka ini paling berguna sebagai konteks, bukan sebagai temuan. Mencantumkan jumlah jurnal Indonesia di bab satu masuk akal bila penelitian Anda memang membahas perkembangan publikasi ilmiah. Untuk skripsi bertopik lain, angka ini tidak perlu dipaksakan masuk hanya agar latar belakang terlihat berdata.
Angka apa saja yang tidak dapat kami verifikasi?
Bagian ini penting agar Anda tidak mengutip angka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Beberapa data yang sering dicari mahasiswa tidak dapat kami ambil langsung dari sumber resminya pada saat penyusunan artikel ini, karena portalnya menerapkan pembatasan akses otomatis atau memerlukan kredensial:
- Jumlah mahasiswa aktif dan angka kelulusan nasional. Sumber resminya adalah Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Portalnya dapat diakses melalui peramban biasa, tetapi tidak melalui pengambilan data otomatis. Buka langsung situsnya dan catat tanggal aksesnya sendiri.
- Rata-rata lama pengerjaan skripsi. Sepanjang penelusuran kami, tidak ada satu pun kumpulan data nasional resmi yang mempublikasikan angka ini secara berkala. Angka yang beredar di internet umumnya berasal dari penelitian pada satu kampus atau satu program studi, dan tidak dapat digeneralisasi menjadi angka nasional. Bila Anda menemukan angka semacam ini, telusuri sumber aslinya sebelum mengutipnya.
- Persentase kemiripan Turnitin rata-rata skripsi Indonesia. Tidak ada lembaga yang mempublikasikan angka agregat nasional. Batas kemiripan ditetapkan masing-masing perguruan tinggi dan datanya tidak dikumpulkan secara terpusat.
- Persentase mahasiswa yang memakai AI untuk mengerjakan tugas akhir. Belum tersedia survei nasional resmi. Angka yang beredar umumnya berasal dari survei swasta dengan metode dan cakupan yang berbeda-beda.
Menyatakan bahwa suatu angka tidak tersedia adalah sikap yang lebih kuat secara akademik daripada mengutip angka yang tidak jelas asalnya. Bila penguji menanyakan sumber sebuah angka dan Anda tidak dapat menunjukkannya, satu angka itu dapat meruntuhkan kepercayaan terhadap seluruh bab satu Anda.
Bagaimana cara mengutip angka-angka ini dengan benar?
Pangkalan data daring berbeda dari buku karena isinya berubah. Karena itu tanggal akses menjadi bagian yang wajib disebutkan. Pola kalimat yang dapat Anda adaptasi untuk bab satu:
“Penelitian ilmiah di Indonesia berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Portal Garba Rujukan Digital yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengindeks 29.822 jurnal dan 5.510.860 dokumen per 12 Agustus 2026. Pada tingkat internasional, sebanyak 2.738 jurnal terbitan Indonesia terdaftar dalam Directory of Open Access Journals dari total 23.306 jurnal yang terindeks, atau sekitar 11,7%.”
Perhatikan bahwa setiap angka disertai nama pengelola dan tanggal akses. Inilah bentuk pengutipan yang tidak dapat dipersoalkan saat sidang.
Catatan penting: alamat lama portal sudah tidak berlaku
Banyak panduan skripsi, materi kuliah, dan artikel lama masih mencantumkan alamat SINTA dan GARUDA yang berakhiran kemdikbud.go.id. Pada saat pemeriksaan kami tanggal 12 Agustus 2026, kedua alamat lama tersebut sudah tidak dapat diakses sama sekali.
Alamat yang berlaku saat ini adalah sinta.kemdiktisaintek.go.id dan garuda.kemdiktisaintek.go.id, mengikuti perubahan nomenklatur kementerian. Bila Anda mencantumkan tautan portal dalam daftar pustaka, pastikan memakai alamat yang berlaku, karena tautan mati adalah temuan yang mudah dilihat penguji.
Menemukan sumber yang tepat untuk topik Anda
Mengetahui besarnya kumpulan literatur yang tersedia hanya berguna bila Anda dapat menyaringnya. Perbandingan antarpangkalan data beserta cara memilihnya dibahas pada panduan cara membuat kerangka teori skripsi, yang menjelaskan cara menempatkan temuan penelitian terdahulu ke dalam struktur bab dua.
Bila Anda masih menentukan pendekatan penelitian, mulailah dari panduan memilih metode kualitatif atau kuantitatif, dan untuk perhitungan respondennya lihat cara menentukan jumlah sampel skripsi.
Mengubah data menjadi latar belakang yang meyakinkan
Angka yang baik tidak otomatis menjadi bab satu yang baik. Yang menentukan adalah bagaimana Anda merangkai data itu menjadi alasan mengapa penelitian Anda perlu dilakukan.
Tesify membantu Anda menyusun latar belakang yang mengalir dari data menuju rumusan masalah, dengan Anda tetap sebagai penulis dan penanggung jawab setiap angka yang dicantumkan. Lebih dari 9.000 mahasiswa telah memakainya untuk menyusun lebih dari 15.000 bab.
Susun latar belakang skripsi Anda di Tesify
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah semua jurnal di GARUDA aman dijadikan rujukan?
Tidak otomatis. GARUDA mengindeks secara luas dan tidak menerapkan penyaringan mutu seketat DOAJ. Periksa peringkat jurnalnya di SINTA, lihat apakah proses telaah sejawatnya dijelaskan, dan pastikan terbitannya berlanjut secara teratur.
Apa arti peringkat S1 sampai S6 pada SINTA?
Peringkat tersebut menunjukkan tingkat akreditasi jurnal nasional, dengan S1 sebagai peringkat tertinggi. Perhatikan agar tidak tertukar dengan istilah S1 untuk jenjang sarjana, karena keduanya memakai singkatan yang sama namun sama sekali berbeda maknanya.
Apakah artikel berbahasa Indonesia boleh dipakai untuk skripsi?
Boleh sepenuhnya, dan untuk topik yang berkonteks Indonesia justru sering lebih relevan daripada artikel internasional. Sebagian program studi mensyaratkan sejumlah rujukan berbahasa asing, jadi periksa pedoman fakultas Anda.
Mengapa jumlah jurnal Indonesia di DOAJ begitu banyak?
Salah satu penjelasannya adalah struktur penerbitan yang tersebar, dengan banyak fakultas dan program studi mengelola jurnal masing-masing. Jumlah jurnal yang besar tidak dengan sendirinya berarti jumlah artikel atau mutu penelitian yang besar pula.
Apakah data ini akan berubah?
Ya, dan cukup cepat. Seluruh angka dalam artikel ini adalah cuplikan keadaan pada 12 Agustus 2026. Bila Anda mengutipnya, buka sendiri portalnya, catat angka terbarunya, dan cantumkan tanggal akses Anda sendiri.
Di mana saya bisa mencari data statistik selain literatur ilmiah?
Untuk data statistik resmi, rujukan utamanya adalah Badan Pusat Statistik. Portal Satu Data Indonesia di data.go.id juga menghimpun kumpulan data dari berbagai kementerian dan lembaga, dan dapat diakses tanpa akun.
Apakah Google Scholar cukup untuk mencari referensi?
Cukup sebagai titik awal, tetapi tidak memadai sebagai satu-satunya sumber. Google Scholar tidak menyaring mutu penerbit, sehingga jurnal yang bermasalah dapat muncul berdampingan dengan jurnal yang bereputasi. Gunakan bersama GARUDA, SINTA, dan DOAJ agar Anda dapat memeriksa status jurnalnya.
Bagaimana bila jurnal yang saya rujuk ternyata sudah tidak terbit?
Artikel yang sudah diterbitkan tetap sah dikutip meskipun jurnalnya berhenti terbit. Yang perlu diwaspadai adalah jurnal yang dicabut statusnya karena masalah integritas. Periksa status jurnalnya sebelum memasukkan banyak rujukan dari satu jurnal yang sama.
Apakah ada data resmi tentang jumlah skripsi yang dihasilkan tiap tahun?
Sepanjang penelusuran kami pada Agustus 2026, tidak ada publikasi resmi berkala yang menyajikan angka nasional tersebut secara terbuka. Sebagian perguruan tinggi mempublikasikan jumlah lulusannya sendiri melalui laporan tahunan masing-masing.
Mengapa artikel ini tidak memuat jumlah mahasiswa di Indonesia?
Karena kami tidak berhasil mengambil angka tersebut langsung dari sumber resminya pada saat penyusunan artikel ini, dan kami memilih tidak mengutip angka dari sumber sekunder yang tidak dapat diverifikasi. Sumber resminya adalah PDDikti, yang dapat Anda buka sendiri melalui peramban.
