Sumber Data Sekunder untuk Skripsi: Panduan Lengkap per Jurusan 2026

Data sekunder adalah data yang sudah dikumpulkan pihak lain dan dapat Anda pakai kembali untuk penelitian. Memakainya berarti Anda tidak perlu menyebar kuesioner, dan untuk sebagian topik justru menghasilkan skripsi yang lebih kuat karena cakupan datanya jauh lebih luas daripada yang bisa Anda kumpulkan sendiri dalam satu semester.

Panduan ini menyusun sumber data resmi Indonesia menurut jurusan, disertai catatan tentang alamat mana yang masih berlaku pada Agustus 2026, karena sejumlah portal pemerintah berpindah alamat setelah perubahan nomenklatur kementerian.

Kapan sebaiknya memakai data sekunder?

Data sekunder tepat dipakai bila:

  1. Variabel Anda memang terukur secara resmi, misalnya inflasi, angka kemiskinan, laporan keuangan, atau cakupan imunisasi.
  2. Anda meneliti tren antarwaktu atau perbandingan antarwilayah, yang tidak mungkin dikumpulkan sendiri.
  3. Populasi Anda terlalu besar atau sulit dijangkau untuk disurvei langsung.
  4. Waktu Anda terbatas dan pengumpulan data primer berisiko tidak selesai.

Sebaliknya, data sekunder tidak cocok bila Anda meneliti persepsi, sikap, motivasi, atau pengalaman, karena hal-hal itu jarang tersedia dalam bentuk data resmi dan harus Anda ukur sendiri.

Sumber data lintas bidang

Sumber Pengelola Isi utama Catatan akses
Badan Pusat Statistik (bps.go.id) BPS Kependudukan, ketenagakerjaan, kemiskinan, inflasi, produksi, hingga tingkat kabupaten dan kota Buka melalui peramban; akses otomatis dibatasi
Satu Data Indonesia (data.go.id) Pemerintah Republik Indonesia Himpunan kumpulan data lintas kementerian dan lembaga Terbuka, dapat diakses tanpa akun
GARUDA (garuda.kemdiktisaintek.go.id) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Artikel jurnal dan prosiding Indonesia Terbuka

BPS adalah titik awal untuk hampir semua skripsi yang memerlukan data wilayah. Satu hal yang sering terlewat: BPS menerbitkan publikasi bertajuk “Dalam Angka” untuk hampir setiap provinsi, kabupaten, dan kota. Publikasi ini memuat data yang sangat rinci untuk satu wilayah dan biasanya jauh lebih sesuai untuk skripsi berlokus daerah daripada data nasional.

Laptop menampilkan tabel data statistik resmi yang siap diunduh
Simpan salinan berkas yang Anda unduh beserta tanggalnya, karena isi pangkalan data daring dapat berubah.

Sumber data menurut jurusan

Ekonomi, manajemen, dan akuntansi

Bidang ini paling dimanjakan ketersediaan data sekunder, sehingga skripsi tanpa kuesioner sangat lazim.

  • Bursa Efek Indonesia (idx.co.id). Laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan tercatat. Ini sumber utama untuk skripsi yang menguji pengaruh rasio keuangan terhadap kinerja atau nilai perusahaan.
  • Otoritas Jasa Keuangan (ojk.go.id). Statistik perbankan, pasar modal, asuransi, dan lembaga pembiayaan.
  • Bank Indonesia (bi.go.id). Data moneter, inflasi, nilai tukar, sistem pembayaran, dan statistik ekonomi keuangan daerah.
  • Badan Pusat Statistik. Produk domestik regional bruto, ketenagakerjaan, dan indikator ekonomi makro.

Catatan praktis: bila Anda memakai laporan keuangan perusahaan tercatat, tetapkan kriteria pemilihan sampel secara tegas, misalnya sektor tertentu, periode tertentu, dan perusahaan yang menerbitkan laporan secara lengkap sepanjang periode itu. Kriteria inilah yang akan Anda tuliskan sebagai teknik pengambilan sampel bertujuan di bab tiga.

Kesehatan, keperawatan, dan kesehatan masyarakat

  • Kementerian Kesehatan (kemkes.go.id). Profil kesehatan Indonesia, data penyakit menular dan tidak menular, cakupan imunisasi, dan indikator gizi.
  • Badan Pusat Statistik. Indikator kesehatan pada survei sosial ekonomi nasional, termasuk akses terhadap layanan kesehatan.
  • Dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota. Banyak menerbitkan profil kesehatan tahunan yang jauh lebih rinci untuk wilayah tertentu.

Untuk data rekam medis di satu rumah sakit atau puskesmas, statusnya berbeda. Data itu bukan data terbuka, sehingga Anda memerlukan izin penelitian resmi dan pada banyak kasus juga persetujuan etik. Urus perizinannya sejak awal karena prosesnya kerap memakan waktu berminggu-minggu.

Pendidikan

  • Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (pddikti.kemdiktisaintek.go.id). Data perguruan tinggi, program studi, dosen, dan mahasiswa.
  • Data Pokok Pendidikan (dapo.kemendikdasmen.go.id). Data sekolah, guru, dan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Peringatan alamat: alamat lama Data Pokok Pendidikan yang berakhiran kemdikbud.go.id sudah tidak dapat diakses sama sekali per Agustus 2026. Hal yang sama berlaku untuk alamat lama SINTA dan GARUDA. Setelah kementerian dipecah, portal berpindah ke alamat baru sesuai kementerian yang mengelolanya. Bila panduan skripsi di kampus Anda masih mencantumkan alamat lama, tautannya sudah mati.

Hukum

  • Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (jdih.setneg.go.id). Naskah resmi undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan presiden.
  • Portal peraturan Badan Pemeriksa Keuangan (peraturan.bpk.go.id). Basis data peraturan yang lengkap beserta status keberlakuannya.
  • Direktori putusan Mahkamah Agung. Salinan putusan pengadilan dari berbagai tingkatan, sumber utama untuk penelitian hukum yang menganalisis putusan.

Untuk penelitian hukum normatif, bahan hukum inilah yang menjadi data Anda. Selalu periksa status keberlakuan suatu peraturan, karena mengutip pasal dari peraturan yang sudah dicabut adalah kesalahan yang langsung terlihat oleh penguji. Sebutkan pula nomor Berita Negara atau Lembaran Negara bila tersedia.

Ilmu sosial, politik, dan pemerintahan

  • Komisi Pemilihan Umum (kpu.go.id). Data hasil pemilu dan daftar pemilih.
  • Badan Pusat Statistik. Indeks pembangunan manusia, data kemiskinan, dan indikator sosial lainnya hingga tingkat kabupaten dan kota.
  • Satu Data Indonesia. Kumpulan data dari kementerian teknis yang sering tidak terpikirkan, misalnya data desa atau data pelayanan publik.

Teknik, lingkungan, dan pertanian

  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (bmkg.go.id). Data curah hujan, suhu, kualitas udara, dan kegempaan, yang banyak dipakai pada skripsi teknik sipil, lingkungan, dan pertanian.
  • Satu Data Indonesia. Kumpulan data infrastruktur, energi, dan produksi pertanian.
  • Badan Pusat Statistik. Data produksi pertanian, luas lahan, dan konsumsi energi.

Bagaimana menilai kelayakan sebuah sumber data?

Sebelum memakai suatu data, periksa lima hal berikut:

  1. Siapa yang mengumpulkan. Lembaga resmi lebih kuat kedudukannya daripada lembaga swasta yang metodenya tidak dipublikasikan.
  2. Kapan dikumpulkan. Bukan kapan diunggah. Data yang diunggah tahun ini bisa saja merupakan hasil pengumpulan beberapa tahun sebelumnya.
  3. Bagaimana metodenya. Sensus, survei sampel, atau data administratif menghasilkan tingkat ketelitian yang berbeda dan harus dinyatakan.
  4. Satuan dan cakupan wilayahnya. Pastikan cocok dengan tingkat analisis Anda. Menggabungkan data tingkat provinsi dengan data tingkat kabupaten dalam satu analisis adalah kesalahan yang serius.
  5. Apakah definisi variabelnya berubah antarwaktu. Ini jebakan yang paling sering luput. Bila definisi suatu indikator diubah pada tahun tertentu, deret waktu Anda terputus dan perbandingan antartahun menjadi tidak sahih.

Cara mengutip data sekunder dengan benar

Data daring berubah, sehingga pengutipannya harus memuat tanggal akses. Unsur yang perlu ada: nama lembaga, judul publikasi atau tabel, tahun data, alamat sumber, dan tanggal Anda mengaksesnya.

Pola kalimat yang dapat Anda adaptasi untuk bab tiga:

“Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan sektor manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021 sampai 2025. Data diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia yang diakses pada 12 Agustus 2026. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria perusahaan menerbitkan laporan keuangan lengkap dan tidak mengalami perubahan sektor sepanjang periode penelitian.”

Simpan pula salinan berkas yang Anda unduh beserta tanggalnya. Bila data di situs berubah setelah Anda mengunduhnya, salinan itulah bukti bahwa angka pada skripsi Anda benar pada saat pengambilan.

Catatan teknis: sebagian portal menolak akses otomatis

Beberapa portal pemerintah, termasuk BPS dan portal peraturan, menerapkan pembatasan terhadap pengambilan data otomatis. Situsnya terbuka normal bila dibuka melalui peramban biasa, tetapi menolak permintaan dari perkakas pengunduh massal.

Implikasinya untuk Anda: jangan bergantung pada perkakas pengambil data otomatis untuk portal-portal ini. Buka melalui peramban, unduh berkasnya secara manual, dan simpan sendiri. Bila Anda memerlukan data dalam jumlah besar, periksa apakah lembaga tersebut menyediakan berkas unduhan resmi dalam format tabel.

Dari data menuju rumusan masalah

Menemukan data hanyalah separuh pekerjaan. Data yang tersedia harus diubah menjadi alasan mengapa penelitian Anda perlu dilakukan, dan itulah yang dinilai pada bab satu. Gambaran mengenai besarnya literatur ilmiah Indonesia yang dapat Anda rujuk tersedia pada artikel statistik publikasi ilmiah Indonesia 2026.

Bila Anda memakai data sekunder, penelitian Anda hampir pasti kuantitatif. Pastikan pendekatannya sudah tepat melalui panduan memilih metode kualitatif atau kuantitatif, dan susun landasan teorinya mengikuti cara membuat kerangka teori skripsi.

Menulis bab tiga untuk penelitian berbasis data sekunder

Bab tiga penelitian data sekunder punya tantangan tersendiri: Anda harus menjelaskan asal data, kriteria pemilihan, cara pengolahan, dan keterbatasannya, tanpa bisa bersandar pada uraian instrumen dan uji validitas seperti penelitian berbasis kuesioner. Banyak mahasiswa kebingungan karena sebagian besar contoh yang beredar justru berbasis kuesioner.

Tesify membantu Anda menyusun bab metodologi yang sesuai dengan jenis data yang benar-benar Anda pakai, dengan Anda tetap sebagai penulis dan penanggung jawab seluruh angkanya.

Susun bab metodologi Anda di Tesify

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah skripsi berbasis data sekunder dianggap lebih mudah?

Tidak. Yang berkurang adalah kerja pengumpulan data, sementara tuntutan analisisnya justru sering lebih tinggi karena Anda tidak dapat menyesuaikan data dengan kebutuhan penelitian. Anda harus bekerja dengan variabel apa adanya dan menjelaskan keterbatasannya secara jujur.

Bolehkah menggabungkan data primer dan data sekunder?

Boleh dan sering dilakukan. Misalnya data sekunder dipakai untuk menggambarkan konteks di bab satu, sementara data primer dari kuesioner dipakai untuk menguji hipotesis. Nyatakan dengan jelas di bab tiga bagian mana memakai data yang mana.

Berapa tahun data yang diperlukan untuk penelitian tren?

Bergantung pada teknik analisisnya. Untuk analisis data panel, patokan praktis yang lazim adalah minimal tiga hingga lima tahun agar variasi antarwaktu memadai. Yang lebih penting adalah konsistensi definisi variabel sepanjang periode tersebut.

Bagaimana bila data yang saya butuhkan tidak tersedia untuk umum?

Ada tiga jalan. Ajukan permohonan resmi kepada lembaga yang bersangkutan melalui mekanisme keterbukaan informasi publik, ganti dengan variabel pengganti yang tersedia dan jelaskan alasannya, atau ubah lokus penelitian ke wilayah yang datanya tersedia. Ketiganya sah asalkan dijelaskan.

Apakah data dari berita atau blog boleh dipakai?

Sebagai data penelitian sebaiknya tidak. Berita boleh dipakai untuk menunjukkan bahwa suatu persoalan sedang menjadi perhatian publik pada bab satu, tetapi angka yang Anda analisis harus berasal dari sumber resminya. Bila berita menyebut angka BPS, telusuri dan kutip dari BPS.

Apakah perlu izin untuk memakai data terbuka?

Umumnya tidak, karena sifatnya memang terbuka untuk umum. Yang tetap wajib adalah mencantumkan sumbernya secara benar. Sebagian kumpulan data mencantumkan ketentuan penggunaan tersendiri, jadi periksa keterangan lisensinya bila ada.

Bagaimana mengatasi data yang hilang pada beberapa tahun?

Nyatakan secara terbuka pada bab tiga, sebutkan berapa banyak data yang hilang, dan jelaskan cara Anda menanganinya, apakah dengan mengeluarkan objek tersebut atau memakai teknik tertentu. Yang tidak boleh dilakukan adalah mengisi sendiri angka yang hilang tanpa menjelaskannya.

Apakah data sekunder perlu uji validitas dan reliabilitas?

Tidak, karena kedua uji itu menilai instrumen buatan peneliti seperti kuesioner. Untuk data sekunder, yang perlu Anda tunjukkan adalah kredibilitas sumber dan ketepatan definisi variabelnya.

Bagaimana bila angka pada dua sumber resmi berbeda?

Ini lazim terjadi karena metode dan cakupan yang berbeda. Pilih satu sumber sebagai acuan utama, gunakan secara konsisten sepanjang skripsi, dan jelaskan perbedaannya pada catatan. Mencampur dua sumber dalam satu deret data adalah kesalahan yang serius.

Apakah publikasi BPS berbayar?

Sebagian besar publikasi BPS dapat diunduh tanpa biaya melalui situs resminya, termasuk publikasi “Dalam Angka” untuk setiap daerah. Bukalah melalui peramban karena portalnya membatasi akses dari perkakas otomatis.