Cara Membuat Kesimpulan dan Saran Skripsi: Enam Langkah Menulis Bab 5 Beserta Contohnya (2026)

Bab 5 bukan ringkasan skripsi Anda. Itu satu kesalahpahaman yang membuat bab terpendek menjadi bab yang paling sering dicoret. Kesimpulan adalah jawaban atas rumusan masalah — satu butir untuk satu rumusan, tidak lebih dan tidak kurang — sedangkan saran adalah tindakan yang bisa dilakukan orang lain berdasarkan jawaban itu. Enam langkah berikut menghasilkan bab penutup yang utuh dalam satu hari kerja, dengan contoh kalimat yang bisa Anda adaptasi langsung.

Langkah 1: Salin rumusan masalah Anda apa adanya ke halaman kosong

Buka Bab 1, salin rumusan masalah persis seperti tertulis, dan beri nomor. Jangan diperbaiki, jangan diperhalus. Bila rumusan Anda ada tiga, halaman kosong itu sekarang berisi tiga baris bernomor — dan Bab 5 Anda akan berisi tepat tiga butir kesimpulan.

Langkah yang terlihat sepele ini menutup kesalahan paling umum di bab penutup: kesimpulan yang menjawab hal-hal menarik yang Anda temukan, tetapi tidak menjawab pertanyaan yang Anda ajukan sendiri di halaman kedua belas. Bila salinan rumusan itu ternyata membuat Anda ragu, akar masalahnya ada di Bab 1 dan perbaikannya dibahas di panduan menulis latar belakang dan rumusan masalah.

Diagram pemasangan satu per satu antara rumusan masalah dan butir kesimpulan skripsi
Satu rumusan, satu kesimpulan. Jumlahnya harus sama persis.

Langkah 2: Tulis satu kalimat jawaban untuk setiap rumusan

Setiap butir kesimpulan adalah satu kalimat yang menyatakan arah, kekuatan, dan status hipotesis — tanpa mengulang angka mentah dan tanpa mengulang nama uji statistik.

Contoh untuk penelitian kuantitatif:

Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT X, sehingga hipotesis pertama diterima.

Contoh untuk penelitian kualitatif:

Proses adaptasi guru baru pada sekolah X berlangsung melalui tiga tahap yang berurutan, yaitu penyesuaian administratif, penyesuaian relasional, dan penyesuaian pedagogis, dengan tahap relasional sebagai tahap yang paling menentukan.

Perhatikan apa yang tidak ada di kedua contoh itu: tidak ada nilai signifikansi, tidak ada koefisien, tidak ada nama uji. Angka-angka itu sudah dilaporkan di bab sebelumnya dan mengulangnya di sini justru dibaca penguji sebagai tanda Anda menyalin. Cara membaca dan melaporkan angkanya di bab sebelumnya dibahas di cara membaca hasil regresi linear berganda untuk penelitian kuantitatif, dan di analisis data kualitatif model Miles dan Huberman untuk penelitian kualitatif.

Langkah 3: Periksa bahwa tidak ada kesimpulan yang melampaui datanya

Ini pemeriksaan yang paling banyak menyelamatkan sidang. Bacalah setiap butir kesimpulan sambil bertanya: apakah kalimat ini masih benar bila dibatasi pada sampel yang benar-benar saya ambil?

Kalimat yang melampaui data Mengapa bermasalah Perbaikan
“Beban kerja menyebabkan turunnya kepuasan kerja.” Desain korelasional tidak membuktikan sebab-akibat “Beban kerja berhubungan negatif dengan kepuasan kerja.”
“Karyawan di Indonesia mengalami…” Sampelnya satu perusahaan “Karyawan PT X mengalami…”
“Tidak ada pengaruh antara X dan Y.” Tidak signifikan bukan berarti tidak ada “Penelitian ini tidak menemukan bukti pengaruh yang signifikan antara X dan Y.”
“Variabel Z adalah faktor paling penting.” Perbandingan kepentingan menuntut koefisien terstandar dan pengujian yang sesuai “Di antara ketiga variabel yang diuji, Z memiliki koefisien terstandar terbesar.”

Perbedaan antara kolom pertama dan ketiga hampir seluruhnya soal kata kerja. Ganti “menyebabkan” menjadi “berhubungan dengan”, dan “tidak ada” menjadi “tidak ditemukan bukti”, maka satu babak pertanyaan penguji hilang.

Langkah 4: Tulis implikasi sebelum menulis saran

Banyak pedoman fakultas meminta bagian implikasi, dan banyak mahasiswa melewatinya karena mengira implikasi sama dengan saran. Bedanya tegas: implikasi menjelaskan apa arti temuan Anda, saran menjelaskan apa yang harus dilakukan orang.

  • Implikasi teoretis — apakah temuan Anda memperkuat, membatasi, atau bertentangan dengan teori yang Anda pakai di Bab 2. Contoh: “Temuan ini memperkuat proposisi teori X pada konteks organisasi jasa, tetapi tidak mendukung dugaan bahwa hubungan tersebut menguat pada karyawan dengan masa kerja lebih lama.”
  • Implikasi praktis — apa arti temuan itu bagi pihak yang Anda teliti. Contoh: “Karena penurunan kepuasan paling tajam terjadi pada kelompok dengan beban administratif tertinggi, pengurangan beban pada kelompok tersebut berpotensi memberi dampak terbesar per satuan upaya.”

Bila teori yang Anda pakai di Bab 2 tidak muncul sama sekali di bagian ini, itu tanda kerangka teori Anda tidak pernah benar-benar dipakai — masalah yang seharusnya sudah selesai sejak penyusunan kerangka teori.

Tiga kelompok sasaran saran skripsi: praktis, teoretis, dan untuk penelitian selanjutnya
Saran tanpa sasaran yang jelas terbaca sebagai basa-basi penutup.

Langkah 5: Pisahkan saran menurut tiga sasaran, dan buat setiap saran dapat dikerjakan

Saran yang ditulis sebagai satu paragraf mengambang hampir selalu diminta ditulis ulang. Pisahkan menjadi tiga kelompok, dan pastikan setiap butir menyebut siapa yang melakukan dan apa yang dilakukan.

  1. Bagi objek penelitian atau praktisi. Contoh: “Manajemen PT X disarankan meninjau ulang pembagian beban administratif pada divisi dengan jam lembur tertinggi, karena kelompok inilah yang menunjukkan penurunan kepuasan terbesar.”
  2. Bagi pengembangan keilmuan. Contoh: “Penelitian selanjutnya disarankan menguji peran dukungan atasan sebagai variabel moderasi, karena hubungan langsung yang ditemukan dalam penelitian ini tergolong lemah.”
  3. Bagi peneliti berikutnya, dari sisi metode. Contoh: “Penelitian selanjutnya disarankan memakai desain longitudinal agar arah hubungan dapat ditelusuri, dan memperluas sampel ke lebih dari satu perusahaan agar hasilnya dapat digeneralisasi lebih luas.”

Aturan praktis: setiap saran harus bisa dikerjakan tanpa membaca skripsi Anda. Bila sebuah kalimat saran hanya masuk akal bagi orang yang sudah membaca Bab 4, kalimat itu belum selesai.

Langkah 6: Tulis keterbatasan penelitian secara terbuka

Keterbatasan bukan pengakuan kelemahan, melainkan penetapan batas klaim. Menuliskannya lebih dulu membuat penguji tidak perlu menemukannya sendiri — dan penguji yang menemukannya sendiri akan mengejarnya jauh lebih lama.

Empat keterbatasan yang paling lazim dan cara menuliskannya dengan jujur tanpa merendahkan penelitian sendiri:

Keterbatasan Contoh kalimat
Cakupan sampel “Penelitian ini terbatas pada satu perusahaan sehingga temuannya tidak digeneralisasi ke industri sejenis.”
Teknik pengambilan sampel “Responden diperoleh melalui penyebaran tautan secara daring sehingga pengambilan sampelnya bersifat aksidental, bukan acak.”
Instrumen laporan diri “Seluruh variabel diukur melalui laporan diri responden pada satu waktu, sehingga potensi bias metode bersama tidak dapat disingkirkan.”
Cakupan variabel “Model dalam penelitian ini menjelaskan sebagian variasi kepuasan kerja; variabel lain yang tidak diteliti tetap berpotensi berperan.”

Bila salah satu keterbatasan Anda berkaitan dengan sebaran data atau jumlah responden, sebutkan penanganan yang sudah Anda lakukan, bukan hanya masalahnya — misalnya merujuk pada penanganan data yang tidak berdistribusi normal atau pada perhitungan jumlah sampel yang Anda pakai di Bab 3.

Struktur akhir Bab 5 dan panjang yang wajar

Bagian Isi Panjang lazim
5.1 Kesimpulan Satu butir bernomor per rumusan masalah 1–2 halaman
5.2 Implikasi Teoretis dan praktis, masing-masing satu paragraf 1 halaman
5.3 Keterbatasan Tiga sampai lima butir Setengah halaman
5.4 Saran Tiga kelompok sasaran 1–2 halaman

Total tiga sampai lima halaman sudah memadai pada sebagian besar program studi. Penomoran dan judul subbabnya mengikuti pedoman fakultas Anda; sebagian menggabungkan implikasi ke dalam saran, sebagian memisahkan keterbatasan ke bab tersendiri.

Enam kesalahan yang paling sering dicoret dosen di bab penutup

  1. Jumlah butir kesimpulan tidak sama dengan jumlah rumusan masalah. Ini yang pertama dihitung penguji.
  2. Mengulang angka statistik. Bab 5 tidak memuat tabel dan tidak memuat nilai signifikansi.
  3. Memasukkan temuan baru. Apa pun yang muncul pertama kali di Bab 5 dianggap tidak pernah dianalisis.
  4. Saran yang tidak berasal dari temuan. Saran “perlu penelitian lebih lanjut” tanpa menyebut apa yang perlu diteliti selalu diminta ditulis ulang.
  5. Bahasa sebab-akibat pada desain korelasional. Satu kata kerja yang salah bisa membatalkan seluruh butir.
  6. Keterbatasan yang berupa keluhan pribadi. “Waktu penelitian terbatas” bukan keterbatasan metodologis; yang relevan adalah dampaknya pada klaim, bukan pada Anda.

Setelah Bab 5 selesai, apa berikutnya?

Tiga pekerjaan yang harus dilakukan pada hari yang sama, sebelum Anda merasa selesai:

  • Perbarui abstrak. Kalimat hasil dan kalimat simpulan pada abstrak harus cocok dengan Bab 5 kata per kata dalam maknanya. Rumusnya ada di cara membuat abstrak skripsi.
  • Audit silang daftar pustaka. Semua yang dikutip harus terdaftar, dan tidak boleh ada entri yang tidak pernah dikutip; caranya ada di panduan daftar pustaka APA 7.
  • Kumpulkan berkas pendaftaran sidang. Daftarnya lebih panjang daripada dugaan sebagian orang, dan sebagian berkas baru bisa diurus setelah naskah final; urutannya ada di syarat sidang skripsi.

Setelah itu, latihan menjawab. Penguji hampir selalu memulai dari Bab 5, karena bab itu yang paling cepat memperlihatkan apakah Anda memahami penelitian Anda sendiri; bank pertanyaannya ada di pertanyaan sidang skripsi per bab.

Susun Bab 5 skripsi Anda dari rumusan masalah ke butir kesimpulan dengan Tesify — penafsiran temuan tetap milik Anda; alatnya hanya menjaga agar setiap rumusan benar-benar terjawab satu per satu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa halaman idealnya bab kesimpulan dan saran?

Tiga sampai lima halaman pada sebagian besar program studi. Bab ini adalah bab terpendek dalam skripsi, dan menambah halaman tidak memperbaikinya — yang dinilai adalah kecocokan butir kesimpulan dengan rumusan masalah.

Apakah kesimpulan boleh ditulis dalam bentuk paragraf?

Boleh, tetapi bentuk bernomor lebih aman karena membuat kecocokan satu-lawan-satu dengan rumusan masalah terlihat langsung. Bila pedoman fakultas Anda mewajibkan bentuk paragraf, tetap pertahankan urutan dan jumlahnya.

Apa bedanya kesimpulan, implikasi, dan saran?

Kesimpulan menjawab pertanyaan penelitian Anda. Implikasi menjelaskan apa arti jawaban itu bagi teori dan bagi praktik. Saran menyebutkan tindakan yang perlu dilakukan pihak tertentu. Ketiganya sering tertukar, dan tertukarnya mudah terlihat oleh penguji.

Bolehkah menyebut angka statistik di bab kesimpulan?

Sebaiknya tidak. Angka sudah dilaporkan pada bab hasil, dan mengulangnya membuat bab penutup terbaca sebagai ringkasan. Cukup nyatakan arah hubungan dan status hipotesisnya.

Bagaimana menulis kesimpulan bila semua hipotesis saya ditolak?

Tulis apa adanya, dengan rumusan “penelitian ini tidak menemukan bukti pengaruh yang signifikan”. Hipotesis yang ditolak adalah temuan yang sah dan sering justru lebih menarik dibahas, terutama bila Anda dapat menunjukkan mengapa hasilnya berbeda dari penelitian terdahulu.

Apakah keterbatasan penelitian wajib ditulis?

Sebagian besar pedoman fakultas mewajibkannya, dan bahkan bila tidak diwajibkan, menuliskannya menguntungkan Anda. Keterbatasan yang Anda sebutkan sendiri jarang dikejar; keterbatasan yang ditemukan penguji hampir selalu dikejar.

Berapa banyak saran yang sebaiknya ditulis?

Dua sampai tiga butir per kelompok sasaran sudah cukup. Yang dinilai bukan jumlahnya, melainkan apakah setiap butir berasal dari temuan Anda dan menyebut secara jelas siapa yang harus melakukannya.

Bolehkah saran menyebut penggunaan alat atau teknologi tertentu?

Boleh, selama saran itu berasal dari temuan Anda dan bukan dari preferensi pribadi. Saran yang menyebut produk tanpa dasar temuan biasanya diminta dihapus.

Apakah bab kesimpulan perlu memuat sitasi?

Umumnya tidak pada bagian kesimpulan, karena Anda menyimpulkan temuan sendiri. Bagian implikasi teoretis adalah pengecualian: di situ Anda menyebut teori atau penelitian terdahulu, dan sitasinya perlu ditulis lengkap.

Kapan Bab 5 bisa dianggap selesai?

Ketika seseorang bisa membaca Bab 1 dan Bab 5 saja, lalu menyebutkan pertanyaan penelitian Anda, jawabannya, dan batas klaimnya — tanpa membuka bab di antaranya.