Abstrak skripsi ditulis paling akhir, bukan paling awal, dan isinya bukan ringkasan bab satu. Abstrak yang diterima penguji memuat enam hal dalam satu paragraf: masalah, tujuan, hipotesis atau fokus, metode berikut jumlah sampelnya, hasil utama dengan angka, dan implikasi. Panduan APA edisi ketujuh membatasi abstrak sampai 250 kata; sebagian besar pedoman kampus di Indonesia meminta 150–250 kata dalam dua bahasa. Halaman ini memberi Anda rumus enam kalimat, dua contoh utuh, dan daftar periksa sebelum menyerahkan naskah.
Kapan abstrak sebaiknya ditulis?
Setelah bab empat dan bab lima selesai. Alasannya sederhana: abstrak wajib memuat hasil, dan hasil baru ada setelah data diolah. Mahasiswa yang menulis abstrak di awal hampir selalu menulis ulang seluruhnya, karena angka yang muncul di bab empat jarang sama persis dengan dugaan di proposal.
Urutan yang paling hemat waktu: selesaikan latar belakang dan bab tiga lebih dulu, olah data, tulis bab empat dan bab lima, baru kembali ke halaman abstrak. Jika Anda sedang mengejar tenggat, urutan ini juga yang dipakai pada rencana kerja 30 hari: abstrak masuk pekerjaan minggu terakhir, bersama kerapian dan kelengkapan berkas.
Langkah 1: Kumpulkan enam bahan wajib dari naskah Anda
Jangan mulai dari kalimat. Mulai dari bahan. Panduan resmi Abstract and Keywords Guide terbitan American Psychological Association untuk edisi ketujuh menyebut abstrak harus menjawab enam hal, masing-masing biasanya cukup satu sampai dua kalimat:
- aspek penting dari tinjauan pustaka;
- masalah yang diteliti atau pertanyaan penelitian;
- hipotesis yang dinyatakan dengan jelas;
- metode yang dipakai, termasuk gambaran singkat desain penelitian, sampel, dan ukuran sampel;
- hasil penelitian;
- implikasi, yaitu mengapa penelitian ini penting dan bagaimana hasilnya dipakai.
Buka naskah Anda, lalu salin satu kalimat mentah untuk setiap butir di atas ke dokumen kosong. Ambil butir empat dari bab tiga, butir lima dari tabel di bab empat, dan butir enam dari bagian saran di bab lima. Pada tahap ini kalimatnya boleh jelek; yang penting keenamnya ada.

Langkah 2: Ubah setiap bahan menjadi satu kalimat
Rumus enam kalimat di bawah ini bekerja untuk hampir semua skripsi kuantitatif dan bisa disesuaikan untuk kualitatif dengan mengganti kolom hipotesis menjadi fokus penelitian.
| Urutan | Isi kalimat | Pola yang bisa langsung diadaptasi |
|---|---|---|
| 1 | Konteks dan celah | “Penelitian terdahulu telah menunjukkan …, namun belum banyak yang menguji … pada konteks …” |
| 2 | Tujuan | “Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh X terhadap Y pada …” |
| 3 | Hipotesis atau fokus | “Hipotesis yang diuji adalah X berpengaruh positif terhadap Y.” |
| 4 | Metode | “Penelitian kuantitatif dengan desain … Sampel sebanyak N responden diambil dengan teknik … Data dianalisis menggunakan …” |
| 5 | Hasil | “Hasil menunjukkan X berpengaruh signifikan terhadap Y (β = …; p = …), dengan koefisien determinasi sebesar … persen.” |
| 6 | Implikasi | “Temuan ini menyarankan agar … dan membuka peluang penelitian lanjutan pada …” |
Tiga aturan penulisan yang membedakan abstrak dari paragraf biasa. Pertama, tidak ada sitasi di dalam abstrak kecuali pedoman kampus Anda mengizinkannya. Kedua, tidak ada singkatan yang belum dijelaskan. Ketiga, tidak ada kalimat yang menjanjikan sesuatu yang tidak ada di naskah, misalnya “penelitian ini akan membahas” untuk penelitian yang sudah selesai.
Kalimat keempat adalah tempat ukuran sampel harus muncul secara eksplisit. Bila Anda belum memutuskan atau belum menuliskan dasar perhitungannya, selesaikan dulu bagian itu di bab tiga; cara menentukan jumlah sampel skripsi membahas rumus dan pembulatannya. Untuk penelitian kualitatif, ganti ukuran sampel dengan jumlah informan dan teknik pemilihannya, sesuai pilihan pendekatan yang sudah Anda tetapkan pada tahap penentuan metode.
Langkah 3: Sesuaikan panjangnya dengan aturan yang benar-benar berlaku
Ada dua aturan yang sering tertukar, dan keduanya berlaku bersamaan.
Aturan APA 7. Panduan resmi APA menyatakan abstrak dibatasi sampai 250 kata, dengan catatan kaki bahwa jurnal atau pengajar dapat menetapkan panjang lain. Panduan yang sama juga memuat catatan penting yang jarang dikutip: abstrak dan kata kunci umumnya tidak diwajibkan untuk tugas mahasiswa, dan mahasiswa diminta menanyakan kepada pengajar atau institusinya.
Aturan pedoman kampus. Justru karena APA menyerahkannya kepada institusi, buku pedoman penulisan karya ilmiah fakultas Andalah yang mengikat. Rentang yang paling lazim dipakai di Indonesia adalah 150–250 kata, sering dengan tambahan kewajiban menyediakan versi bahasa Inggris. Angka pastinya berbeda antarfakultas bahkan di kampus yang sama, jadi buka pedoman Anda dan catat tiga hal: batas kata, jumlah bahasa, dan jumlah kata kunci.
Cara mengecek panjang dengan cepat: blok paragraf abstrak saja, lalu baca penghitung kata di bilah bawah pengolah kata. Jangan menghitung judul, nama, dan baris kata kunci kecuali pedoman Anda memintanya.
Langkah 4: Tulis kata kunci sesuai aturan, bukan sesuai kebiasaan
Kata kunci bukan hiasan. Kata kunci dipakai untuk pengindeksan di basis data dan sebagai istilah pencarian pembaca. Panduan APA 7 menetapkan tiga sampai lima kata, frasa, atau akronim, dan memberi aturan format yang cukup rinci:
- ditempatkan satu baris di bawah abstrak;
- label Keywords: ditulis menjorok seperti paragraf biasa, dicetak miring tetapi tidak tebal;
- teks kata kuncinya sendiri tidak miring dan tidak tebal;
- ditulis dengan huruf kecil, kecuali nama diri;
- dipisahkan koma dan satu spasi, tanpa tanda baca di akhir kata kunci terakhir;
- urutannya bebas, tidak harus alfabetis;
- bila melebihi satu baris, baris kedua tidak menjorok.
Isi kata kunci sebaiknya mewakili topik penelitian, populasi, metode, dan penerapan hasil. Kesalahan yang paling sering muncul adalah mengulang seluruh judul sebagai kata kunci. Bila judul Anda sudah memuat empat konsep, pilih tiga yang paling mungkin diketik orang lain di kolom pencarian, lalu tambahkan satu istilah metode.
Langkah 5: Siapkan versi bahasa Inggris tanpa menerjemahkan kata per kata
Sebagian besar pedoman meminta abstract berbahasa Inggris di samping abstrak bahasa Indonesia. Tiga jebakan yang paling sering membuat versi Inggris dicoret:
- Kala waktu. Metode dan hasil ditulis dengan bentuk lampau (data were analyzed, the results showed), sedangkan simpulan umum boleh bentuk sekarang.
- Istilah statistik. “Uji t” bukan t test yang berdiri sendiri tanpa konteks; sebutkan jenisnya, misalnya independent samples t test. Nama uji dan simbol statistik jangan diterjemahkan bebas.
- Nama lembaga dan lokasi. Nama diri tetap ditulis apa adanya, tidak diterjemahkan. “Dinas Pendidikan Kota Semarang” tetap demikian, boleh diberi penjelas singkat dalam kurung.
Menerjemahkan dengan bantuan mesin diperbolehkan di banyak kampus selama Anda memeriksa dan bertanggung jawab atas hasilnya, tetapi aturannya berbeda-beda. Sebelum memakainya, baca dulu aturan penggunaan AI untuk skripsi dan tanyakan batasannya kepada dosen pembimbing.

Langkah 6: Uji abstrak Anda dengan lima pertanyaan
Bacalah abstrak Anda seolah-olah Anda penguji yang belum membaca naskahnya. Jika salah satu jawaban di bawah ini tidak ada, abstrak belum selesai.
- Apa masalahnya, dan mengapa masalah itu layak diteliti sekarang?
- Berapa banyak responden atau informan, dan dari mana mereka diambil?
- Uji atau teknik analisis apa yang dipakai?
- Apa hasilnya, dalam angka, bukan dalam kata sifat?
- Apa yang sebaiknya dilakukan pembaca setelah membaca hasil itu?
Uji tambahan yang cepat dan jujur: kirimkan abstrak saja kepada teman yang berbeda jurusan. Bila ia bisa menceritakan kembali isi penelitian Anda dalam dua kalimat, abstrak Anda berfungsi.
Contoh abstrak utuh
Contoh kuantitatif (manajemen)
Kepuasan kerja kerap disebut sebagai penentu keinginan berpindah kerja, namun kajian pada karyawan generasi muda di industri ritel daerah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan beban kerja terhadap keinginan berpindah kerja. Hipotesis yang diuji adalah kepuasan kerja berpengaruh negatif dan beban kerja berpengaruh positif terhadap keinginan berpindah kerja. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei ini melibatkan 132 karyawan tetap pada empat gerai ritel, dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah seluruh uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil menunjukkan kepuasan kerja berpengaruh negatif signifikan dan beban kerja berpengaruh positif signifikan, dengan kedua variabel menjelaskan sebagian besar variasi keinginan berpindah kerja. Temuan ini menyarankan manajemen memprioritaskan penataan beban kerja sebelum menaikkan insentif, dan membuka peluang penelitian lanjutan yang memasukkan variabel dukungan atasan.
Contoh kualitatif (pendidikan)
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi banyak dibahas pada tataran kebijakan, tetapi sedikit yang menggambarkan bagaimana guru menjalankannya di kelas dengan jumlah siswa besar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan hambatan yang mereka hadapi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini melibatkan sembilan guru pada dua sekolah menengah, dipilih secara purposif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan telaah dokumen perangkat ajar. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa lewat triangulasi sumber. Hasil menunjukkan guru menyederhanakan diferensiasi menjadi variasi tugas akhir, sementara diferensiasi proses jarang terjadi karena keterbatasan waktu persiapan. Temuan ini menyarankan pelatihan yang menyasar perancangan proses, bukan hanya penilaian.
Kesalahan yang paling sering dicoret dosen
| Kesalahan | Mengapa dicoret | Perbaikan |
|---|---|---|
| Abstrak berisi teori dan definisi | Definisi adalah pekerjaan bab dua, bukan abstrak | Hapus definisi, ganti dengan hasil |
| Hasil ditulis sebagai kata sifat | “Berpengaruh cukup baik” tidak bisa dinilai | Cantumkan arah pengaruh dan angka kuncinya |
| Ukuran sampel tidak disebut | Pembaca tidak bisa menilai kekuatan bukti | Tulis jumlah dan teknik pengambilannya |
| Ada sitasi dan daftar rujukan mini | Abstrak harus utuh tanpa rujukan luar | Pindahkan sitasi ke bab satu atau bab dua |
| Abstrak dan simpulan identik | Menandakan abstrak disalin, bukan ditulis | Abstrak memuat metode; simpulan tidak |
| Kata kunci berupa kalimat panjang | Tidak berfungsi untuk pengindeksan | Tiga sampai lima istilah pendek |
Format halaman abstrak menurut APA 7
Bila fakultas Anda memakai APA sebagai rujukan format, panduan resminya menetapkan hal berikut untuk halaman abstrak: abstrak diletakkan pada halaman kedua naskah; label bagian ditulis “Abstract”, dicetak tebal dan ditempatkan di tengah pada baris pertama halaman; teks abstrak dimulai satu baris di bawah label, ditulis sebagai satu paragraf tanpa indentasi, dengan spasi ganda dan margin satu inci di semua sisi.
Perlu dicatat, banyak pedoman kampus di Indonesia mengubah ketentuan ini, misalnya meminta spasi satu untuk abstrak atau meletakkannya setelah lembar pengesahan. Bila pedoman fakultas berbeda dari APA, ikuti pedoman fakultas. Untuk bagian daftar pustaka, aturan APA justru berlaku lebih ketat dan lebih sering diperiksa; rinciannya ada pada panduan cara membuat daftar pustaka APA 7.
Menulis abstrak lebih cepat tanpa kehilangan kendali
Bagian tersulit dari abstrak bukan menulisnya, melainkan memadatkan lima bab menjadi satu paragraf tanpa menghilangkan satu pun dari enam bahan wajib. Tesify menyimpan naskah Anda bab demi bab, sehingga tujuan, metode, jumlah sampel, dan hasil bisa ditarik langsung dari bagian yang sudah Anda tulis, lalu dirapikan menjadi satu paragraf sesuai batas kata pedoman Anda. Anda tetap penulis dan penanggung jawab naskahnya: setiap kalimat yang dihasilkan harus Anda periksa terhadap angka di bab empat sebelum dipakai.
Mulai susun naskah skripsi Anda di Tesify dan selesaikan halaman abstrak setelah bab empat rampung.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa jumlah kata abstrak skripsi yang benar?
Ikuti pedoman fakultas Anda. Bila pedoman tidak menyebut angka dan Anda memakai APA edisi ketujuh, batas resminya 250 kata. Rentang 150–250 kata adalah yang paling lazim dipakai di Indonesia.
Apakah abstrak harus satu paragraf?
Menurut APA 7, ya: abstrak ditulis sebagai satu paragraf tanpa indentasi. Sebagian pedoman kampus mengizinkan pemisahan menjadi beberapa paragraf; periksa pedoman Anda sebelum memutuskan.
Apakah abstrak boleh memuat kutipan dan sitasi?
Sebaiknya tidak. Abstrak harus dapat dipahami berdiri sendiri, sedangkan sitasi mengharuskan pembaca membuka daftar pustaka. Bila Anda benar-benar harus menyebut satu teori kunci, sebut namanya tanpa tahun dan tanpa entri rujukan.
Apa bedanya abstrak dengan ringkasan dan dengan simpulan?
Abstrak memuat metode dan hasil sekaligus, ditempatkan di depan naskah. Simpulan hanya menjawab rumusan masalah dan ditempatkan di bab lima. Ringkasan eksekutif, bila diminta, lebih panjang dan boleh memuat rekomendasi terperinci.
Apakah abstrak dihitung dalam pemeriksaan kemiripan Turnitin?
Umumnya ikut terperiksa kecuali operator mengecualikan bagian depan naskah. Karena abstrak memuat istilah baku yang juga dipakai ribuan skripsi lain, kemiripan pada bagian ini wajar terjadi. Penjelasan lengkap soal ambang dan cara membacanya ada di artikel batas persentase plagiarisme skripsi.
Berapa kata kunci yang harus saya tulis?
Tiga sampai lima, menurut panduan APA 7. Pilih istilah yang mewakili topik, populasi, dan metode, bukan mengulang seluruh judul.
Apakah abstrak wajib dua bahasa?
Tidak ada aturan nasional yang kami temukan yang mewajibkannya untuk semua kampus; kewajiban ini berasal dari pedoman masing-masing fakultas dan sangat lazim. Periksa pedoman Anda, dan bila diminta, siapkan keduanya dengan isi yang persis sama.
Bolehkah menulis abstrak sebelum data selesai diolah?
Boleh sebagai draf kerja, tetapi jangan diserahkan. Abstrak tanpa hasil akan selalu kembali dengan coretan, karena butir hasil dan implikasi belum bisa diisi.
Apakah nama penulis dan pembimbing ditulis di halaman abstrak?
Bergantung pedoman. Sebagian fakultas meminta nama, nomor induk, dan nama pembimbing di atas abstrak; APA tidak mengatur hal ini karena format kampus yang berlaku.
Bagaimana bila hasil penelitian saya tidak signifikan?
Tetap tulis apa adanya di kalimat hasil. Hasil yang tidak signifikan bukan kegagalan penelitian, dan menyembunyikannya di abstrak justru menjadi masalah saat sidang. Sebutkan arah temuan dan lanjutkan ke implikasi metodologisnya.
Apakah abstrak perlu diperbarui setelah revisi bab empat?
Wajib. Setiap kali angka di bab empat berubah, kalimat hasil di abstrak ikut berubah. Bila revisi Anda terasa tidak berujung, cara memutus siklus revisi membahas urutan perbaikan yang mengurangi jumlah putaran.
