Mahasiswa pariwisata yang mencari referensi lewat pencarian umum di Google sering berakhir dengan artikel blog perjalanan atau situs berita, bukan jurnal ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan di daftar pustaka. Padahal Indonesia punya cukup banyak jurnal pariwisata terakreditasi yang jarang diketahui mahasiswa baru. Panduan ini memetakan sumber jurnal dan basis data yang benar-benar bisa diverifikasi untuk skripsi pariwisata — dari jurnal terakreditasi bidang pariwisata sendiri sampai basis data indeks yang menaunginya.
Kenapa Sumber Pariwisata Perlu Dicari Lebih Spesifik
Situs ini sudah membahas perbandingan GARUDA, SINTA, Google Scholar, dan DOAJ secara umum lintas jurusan. Yang belum dibahas adalah jurnal spesifik bidang pariwisata yang sebenarnya sudah terakreditasi dan aktif menerbitkan — informasi yang tidak muncul dari perbandingan basis data secara umum, karena Anda tetap harus tahu jurnal mana yang benar-benar relevan untuk topik pariwisata, bukan hanya cara memakai basis datanya. Panduan ini melengkapi perbandingan umum tersebut dengan daftar jurnal pariwisata terakreditasi yang bisa langsung Anda cek.
SINTA: Jurnal Pariwisata Terakreditasi, Diverifikasi Langsung
Pencarian kata kunci “pariwisata” di SINTA (Science and Technology Index, dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi/Kemdiktisaintek) pada laman resminya menghasilkan 51 jurnal yang relevan, dari total 16.772 jurnal dan 2.073 penerbit yang terindeks di platform ini secara keseluruhan. Lima yang paling atas berdasarkan peringkat platform pada saat panduan ini ditulis:
| Jurnal | Penerbit | Akreditasi | ISSN |
|---|---|---|---|
| Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (nama penerbit sebagaimana tercantum di SINTA) | Sinta 2, terindeks Garuda | P-ISSN 1907-9419 / E-ISSN 2685-9076 |
| Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan | Politeknik Pariwisata NHI Bandung | Sinta 2, terindeks Garuda | E-ISSN 2477-3808 |
| Jurnal Kepariwisataan | Politeknik Pariwisata Bali | Sinta 3, terindeks Garuda | P-ISSN 1412-5498 / E-ISSN 2581-1053 |
| Jurnal Pariwisata Pesona | Universitas Merdeka Malang | Sinta 3, terindeks Garuda | P-ISSN 1410-7252 / E-ISSN 2541-5859 |
| Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) | Universitas Muhammadiyah Gorontalo | Sinta 3, terindeks Garuda | E-ISSN 2720-9873 |
Perhatikan bahwa jurnal terbitan kementerian yang membidangi pariwisata (Jurnal Kepariwisataan Indonesia) dan jurnal terbitan politeknik pariwisata negeri (NHI Bandung, Politeknik Pariwisata Bali) menempati peringkat akreditasi tertinggi dalam daftar ini — pola yang wajar karena kedua jenis lembaga tersebut memang berfokus penuh pada riset pariwisata. Peringkat dan jumlah hasil pencarian di SINTA bisa berubah setiap kali database diperbarui, jadi cek ulang pencarian “pariwisata” di laman SINTA Anda sendiri sebelum menuliskannya di daftar pustaka, bukan menyalin daftar di atas begitu saja.

Garuda: Basis Data yang Lebih Luas, Termasuk Jurnal Non-Sinta
Garuda (Garba Rujukan Digital), juga dikelola Kemdiktisaintek, mengindeks lebih dari 5,6 juta artikel dari lebih dari 30.000 jurnal dan 424 prosiding konferensi lintas 40 bidang subjek — cakupannya lebih luas dari SINTA karena Garuda juga memuat jurnal yang belum terakreditasi Sinta sama sekali. Untuk skripsi pariwisata, Garuda berguna terutama untuk mencari artikel dari jurnal kampus lokal atau prosiding seminar pariwisata daerah yang relevan dengan objek penelitian Anda (misalnya destinasi wisata tertentu) tapi belum masuk radar SINTA. Cara mencarinya: masukkan kata kunci di kolom judul/abstrak/penulis, lalu saring hasil berdasarkan jurnal sumber atau bidang subjek — pola pencarian yang sama dijelaskan lebih rinci di panduan perbandingan basis data referensi skripsi.
Data Statistik Resmi untuk Latar Belakang Skripsi Pariwisata
Selain jurnal, skripsi pariwisata biasanya juga butuh data statistik kunjungan wisatawan, okupansi hotel, atau kontribusi ekonomi sektor pariwisata untuk latar belakang. Dua sumber resmi yang paling umum dirujuk: Kementerian Pariwisata (Kemenpar, kemenpar.go.id — sebelumnya bernama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), yang menerbitkan data dan laporan statistik pariwisata nasional, dan Badan Pusat Statistik (BPS), yang menerbitkan statistik kunjungan wisatawan mancanegara dan indikator pariwisata lainnya sebagai bagian dari statistik sektoral resminya. Karena angka kunjungan wisatawan dan indikator ekonomi pariwisata berubah setiap periode rilis, selalu kutip edisi dan tanggal akses yang Anda buka sendiri di laman resmi kedua lembaga tersebut — jangan menyalin angka dari skripsi kakak tingkat tanpa memeriksa apakah datanya masih edisi terbaru. Perhatikan juga nama lembaganya: data lama mungkin tercatat atas nama Kemenparekraf, sedangkan rilis terbaru terbit atas nama Kementerian Pariwisata — tulis nama lembaga sesuai dokumen yang Anda kutip.
Cara Mencari Jurnal Pariwisata Secara Sistematis
- Mulai dari SINTA: cari kata kunci bidang spesifik Anda (destinasi wisata, ekowisata, pariwisata halal, hospitality, dll.), bukan hanya “pariwisata” secara umum, untuk mempersempit hasil ke jurnal yang benar-benar relevan.
- Bandingkan angka H5-index dan Citations 5yr yang ditampilkan di setiap entri untuk memprioritaskan jurnal yang paling banyak dirujuk peneliti lain di bidang yang sama.
- Buka Garuda untuk melengkapi dengan artikel dari jurnal kampus lokal atau prosiding daerah yang relevan dengan objek penelitian spesifik Anda.
- Untuk data statistik, kunjungi laman resmi Kementerian Pariwisata dan BPS secara terpisah, catat tanggal akses dan edisi data yang Anda kutip.
- Verifikasi ulang bahwa jurnal yang Anda pilih sudah terakreditasi (bukan jurnal predator) dengan mengecek entrinya langsung di SINTA, bukan hanya percaya klaim di situs jurnal itu sendiri.

Mencari Skripsi dan Tesis Pariwisata Terdahulu
Selain jurnal, penelitian terdahulu berupa skripsi dan tesis pariwisata juga berguna untuk memetakan apa yang sudah diteliti dan celah apa yang masih terbuka pada objek penelitian Anda. Repositori RAMA menghimpun jutaan dokumen dari ratusan institusi di Indonesia dan bisa ditelusuri per subjek, termasuk pariwisata dan perhotelan — cara mengakses dan batasannya (termasuk jeda waktu antara skripsi disidangkan dan diunggah ke repositori) dibahas di panduan repositori RAMA. Perlakukan skripsi/tesis terdahulu sebagai peta celah penelitian, bukan sebagai sumber kutipan utama — banyak pedoman fakultas membatasi atau bahkan melarang mengutip skripsi S1 lain sebagai rujukan teori, jadi cek dulu aturan program studi Anda.
Membaca Metrik Jurnal di SINTA: Impact, H-Index, dan Sitasi
Setiap entri jurnal di SINTA menampilkan beberapa angka yang sering membingungkan mahasiswa baru: skor Impact (skor dampak yang dihitung dan ditampilkan SINTA), H5-index (jumlah artikel dalam lima tahun terakhir yang masing-masing disitasi minimal sebanyak angka itu), dan jumlah Citations 5yr (total sitasi lima tahun terakhir). Angka-angka ini berguna untuk membandingkan dua jurnal pada level akreditasi yang sama — misalnya dua jurnal sama-sama Sinta 3, jurnal dengan H5-index dan sitasi lebih tinggi umumnya lebih banyak dirujuk peneliti lain di bidang yang sama, meski ini bukan jaminan mutlak kualitas satu artikel tertentu di dalamnya. Jangan menjadikan angka-angka ini sebagai satu-satunya kriteria pemilihan — kesesuaian topik artikel dengan penelitian Anda tetap kriteria utama; metrik jurnal hanya alat bantu kedua untuk memilih di antara beberapa jurnal yang topiknya sama-sama relevan.
Basis Data Internasional: Kapan Perlu Dipakai
Untuk topik pariwisata yang punya perbandingan internasional (pariwisata berkelanjutan, ekowisata, dampak pandemi terhadap sektor pariwisata global), tinjauan pustaka Anda akan lebih kuat bila melengkapi jurnal nasional dengan sumber internasional. Google Scholar tetap menjadi titik awal paling mudah diakses karena terbuka tanpa biaya langganan dan mengindeks lintas penerbit; Scopus memberi jaminan kualitas lebih ketat tapi aksesnya biasanya lewat langganan institusi kampus (cek apakah perpustakaan kampus Anda menyediakan akses). Jangan mencampur begitu saja artikel internasional bereputasi tinggi dengan artikel nasional yang belum terverifikasi kredibilitasnya — keduanya boleh digabung dalam satu tinjauan pustaka, tapi masing-masing tetap perlu diverifikasi kredibilitasnya secara terpisah sebelum dikutip.
Merapikan Kutipan Setelah Sumber Terkumpul
Setelah daftar jurnal dan sumber terkumpul, langkah berikutnya adalah menuliskannya secara konsisten di naskah dan daftar pustaka. Format APA yang paling umum dipakai kampus Indonesia untuk artikel jurnal mengikuti pola nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring), volume, dan halaman — aturan lengkap beserta cara menulis versi manual maupun dengan bantuan aplikasi dibahas di panduan membuat daftar pustaka APA. Pastikan setiap jurnal yang Anda kutip konsisten formatnya dari kutipan dalam teks sampai entri lengkap di daftar pustaka — inkonsistensi format kutipan adalah salah satu hal pertama yang diperiksa penguji saat menilai kerapian naskah.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
- Mengutip artikel dari jurnal yang tidak terindeks di SINTA maupun Garuda tanpa memeriksa reputasinya lebih dulu — berisiko mengutip jurnal predator.
- Hanya mencari kata kunci “pariwisata” secara umum, padahal topik spesifik (ekowisata, pariwisata halal, desa wisata) punya jurnal yang lebih relevan dan lebih mudah ditemukan dengan kata kunci spesifik.
- Menyalin data statistik kunjungan wisatawan dari artikel populer atau berita, bukan langsung dari laman resmi Kementerian Pariwisata atau BPS.
- Tidak mencatat tanggal akses saat mengutip data statistik yang sifatnya berubah tiap periode rilis.
- Mengabaikan jurnal terbitan politeknik pariwisata (NHI Bandung, Politeknik Pariwisata Bali) yang justru sering paling relevan secara tematik untuk topik pariwisata terapan.
Kata Kunci Pencarian per Sub-topik Pariwisata
Kata kunci yang Anda masukkan ke SINTA atau Garuda menentukan seberapa relevan hasil yang muncul. Tabel berikut memetakan sub-topik pariwisata yang umum diteliti mahasiswa ke kata kunci pencarian yang lebih spesifik daripada sekadar “pariwisata”:
| Sub-topik | Kata kunci pencarian yang lebih spesifik |
|---|---|
| Ekowisata dan pariwisata berkelanjutan | “ekowisata”, “pariwisata berkelanjutan”, “sustainable tourism” |
| Pariwisata halal | “pariwisata halal”, “wisata syariah” |
| Desa wisata dan pariwisata berbasis komunitas | “desa wisata”, “community based tourism” |
| Manajemen perhotelan | “hospitality”, “manajemen perhotelan” |
| Kepuasan dan loyalitas wisatawan | “kepuasan wisatawan”, “loyalitas wisatawan”, “SERVQUAL pariwisata” |
| Dampak ekonomi pariwisata | “dampak ekonomi pariwisata”, “multiplier effect pariwisata” |
Kata kunci yang lebih spesifik ini biasanya menghasilkan jumlah artikel yang jauh lebih sedikit tapi jauh lebih relevan dibanding kata kunci umum “pariwisata” yang mengembalikan ratusan hasil dari berbagai sub-bidang sekaligus. Kombinasikan dua kata kunci sekaligus (misalnya “desa wisata” dan “kepuasan wisatawan”) bila topik Anda memang menggabungkan dua sub-bidang, untuk mempersempit hasil pencarian lebih jauh lagi.
Menyusun Tinjauan Pustaka Pariwisata Lebih Cepat
Tesify membantu Anda merencanakan dan menyusun alur sintesis tinjauan pustaka berdasarkan sumber jurnal yang sudah Anda pilih dan verifikasi sendiri, termasuk menata urutan argumen antarpenelitian terdahulu. Anda tetap yang memutuskan jurnal mana yang relevan dan bertanggung jawab penuh memverifikasi akreditasi serta isi setiap sumber yang dikutip; Tesify membantu Anda bekerja lebih cepat berdasarkan sumber yang Anda masukkan sendiri, bukan mencarikan atau memvalidasi jurnal untuk Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jurnal Sinta 3 masih layak dikutip untuk skripsi S1?
Layak — akreditasi Sinta 1 sampai 6 semuanya adalah jurnal terakreditasi resmi Kemdiktisaintek, hanya berbeda peringkat kualitas/dampak. Untuk skripsi S1, jurnal Sinta 3-6 umumnya tetap diterima selama relevan dengan topik Anda; cek pedoman skripsi fakultas Anda untuk aturan spesifik bila ada.
Apa bedanya SINTA dan Garuda untuk mencari jurnal pariwisata?
SINTA hanya memuat jurnal yang sudah diakreditasi resmi, sementara Garuda mengindeks jurnal jauh lebih banyak termasuk yang belum terakreditasi — gunakan SINTA untuk memastikan kredibilitas, dan Garuda untuk memperluas pencarian ke jurnal kampus lokal atau prosiding daerah.
Bagaimana cara mengecek apakah sebuah jurnal pariwisata itu predator?
Cek dulu apakah jurnal tersebut terdaftar di SINTA atau Garuda dengan ISSN yang sesuai — jurnal yang tidak muncul di kedua basis data resmi ini, memungut biaya tinggi tanpa proses review yang jelas, atau menjanjikan penerbitan sangat cepat patut dicurigai sebagai jurnal predator.
Apakah boleh mengutip data kunjungan wisatawan dari artikel berita?
Sebaiknya tidak sebagai sumber utama — telusuri angka yang sama ke sumber resminya di laman Kementerian Pariwisata atau BPS, lalu kutip dari sana langsung dengan tanggal akses dan edisi data yang jelas.
Apakah jurnal terbitan politeknik pariwisata setara dengan jurnal terbitan universitas?
Ya, akreditasi Sinta tidak membedakan berdasarkan jenis institusi penerbit — yang menentukan peringkat adalah proses review, konsistensi terbit, dan dampak sitasi jurnal itu sendiri, bukan status politeknik atau universitas.
Berapa banyak jurnal pariwisata yang idealnya dikutip dalam satu skripsi?
Tidak ada angka baku secara nasional — jumlahnya tergantung pedoman fakultas dan kedalaman tinjauan pustaka yang diminta. Fokuslah pada relevansi dan kemutakhiran sumber, bukan sekadar mengejar jumlah kutipan.
Apakah hasil pencarian “51 jurnal” untuk kata kunci pariwisata akan selalu sama?
Tidak — jumlah ini berubah seiring jurnal baru terindeks atau status akreditasi diperbarui. Selalu jalankan pencarian ulang di SINTA saat Anda benar-benar menyusun daftar pustaka, bukan mengandalkan angka dari panduan ini.
Apakah artikel dari jurnal internasional (bukan Sinta) boleh dipakai untuk skripsi pariwisata di Indonesia?
Boleh, bahkan dianjurkan untuk memperkuat tinjauan pustaka dengan perspektif internasional — cari lewat Google Scholar atau Scopus, dan gunakan bersama jurnal nasional agar tinjauan pustaka Anda punya konteks lokal sekaligus rujukan global.
Apa arti H5-index yang muncul di setiap entri jurnal SINTA?
H5-index menunjukkan jumlah artikel jurnal tersebut dalam lima tahun terakhir yang masing-masing sudah disitasi minimal sebanyak angka itu — semakin tinggi angkanya, semakin banyak artikel jurnal itu yang cukup sering dirujuk peneliti lain, meski ini bukan indikator tunggal kualitas satu artikel spesifik.
Apakah skripsi/tesis dari repositori RAMA boleh dijadikan sumber kutipan utama di Bab II?
Sebaiknya tidak sebagai sumber teori utama — banyak pedoman fakultas membatasi atau melarang mengutip skripsi S1 lain sebagai rujukan teori. Gunakan sebagai peta penelitian terdahulu untuk melihat celah topik, lalu telusuri sumber teori aslinya (jurnal atau buku) yang dikutip skripsi tersebut.
