Dari Mana Data Skripsi Manajemen Berasal? BEI, BPS, Google Trends, dan Data Internal Perusahaan (2026)

Jawaban singkat: data skripsi manajemen paling sering berasal dari laporan keuangan/tahunan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk topik keuangan, Google Trends dan media sosial untuk topik pemasaran/perilaku konsumen, serta kuesioner atau wawancara langsung ke perusahaan untuk topik SDM dan operasional — pemilihannya tergantung apakah topik Anda bisa dijawab dengan data yang sudah dipublikasikan (sekunder) atau harus dikumpulkan sendiri (primer).

Data sekunder untuk skripsi manajemen pada dasarnya menjawab pertanyaan “apa yang sudah terekam secara publik” sebelum Anda memutuskan data primer tambahan apa yang masih perlu dikumpulkan sendiri di lapangan. Empat sumber di bawah ini — IDX/BEI, Google Trends, data internal perusahaan, dan BPS — mewakili kebutuhan yang berbeda: data keuangan resmi, data minat/perilaku pasar, data operasional/SDM yang sifatnya lebih tertutup, dan data makro sektoral sebagai konteks.

BEI/IDX: Data Keuangan dan Tahunan Perusahaan

Untuk skripsi manajemen keuangan yang menganalisis kinerja perusahaan publik (rasio keuangan, struktur modal, kebijakan dividen), sumber utamanya adalah laporan keuangan dan laporan tahunan yang wajib dipublikasikan emiten di idx.co.id — portal resmi Bursa Efek Indonesia. Setiap perusahaan tercatat (emiten) memiliki halaman profil dengan arsip laporan keuangan triwulanan dan tahunan yang bisa diunduh gratis. Untuk topik data panel lintas-perusahaan, IDX juga menerbitkan ringkasan statistik pasar (IDX Statistics) triwulanan dan tahunan, serta berkas Daftar Saham berisi kode, tanggal pencatatan, dan sektor setiap emiten. Prosedur mengakses data IDX per sektor dan kriteria purposive sampling emiten dibahas lebih rinci di data perusahaan IDX untuk skripsi akuntansi — logika aksesnya sama untuk topik manajemen keuangan, hanya rasio dan variabel yang dianalisis berbeda (mis. return on equity dan struktur modal untuk manajemen keuangan, dibanding kualitas laba dan audit untuk akuntansi).

Pakai Klasifikasi Sektor yang Berlaku

Sejak 25 Januari 2021, BEI memakai IDX Industrial Classification (IDX-IC) yang menggantikan penggolongan sektor lama. Istilah seperti “sektor consumer goods” berasal dari klasifikasi lama; dalam IDX-IC, perusahaan makanan-minuman, rokok, dan barang keperluan rumah tangga umumnya masuk sektor Barang Konsumen Primer, sedangkan otomotif, pakaian, media, dan pariwisata masuk Barang Konsumen Non-Primer. Jika periode pengamatan Anda melintasi tahun 2021, jelaskan di BAB III klasifikasi mana yang dipakai dan bagaimana Anda memperlakukan emiten yang berpindah sektor, supaya populasi penelitian tidak berubah diam-diam di tengah periode.

Google Trends: Minat Pasar dan Perilaku Konsumen

Untuk topik pemasaran (branding, minat beli, tren produk), Google Trends (trends.google.com) adalah sumber data sekunder gratis yang menunjukkan volume pencarian relatif suatu kata kunci dari waktu ke waktu dan per wilayah. Data ini berguna sebagai bukti pendukung tren pasar di latar belakang — misalnya menunjukkan meningkatnya minat pencarian terhadap suatu kategori produk sebagai justifikasi mengapa topik penelitian Anda relevan — atau sebagai salah satu variabel proksi minat konsumen dalam penelitian yang menghubungkan tren pencarian dengan keputusan pembelian. Catatan penting: Google Trends menampilkan data relatif (skala 0–100 terhadap puncak tertinggi periode yang dipilih), bukan angka pencarian absolut, sehingga tidak bisa langsung dijadikan angka populasi atau digabung secara aritmetika dengan sumber data lain tanpa penjelasan skalanya.

Grafik tren minat pasar dari data pencarian untuk skripsi pemasaran
Google Trends menampilkan minat pencarian relatif, bukan angka volume pencarian absolut.

Data Internal Perusahaan (Studi Kasus/Magang)

Untuk topik SDM, operasional, atau studi kasus satu perusahaan, data yang paling relevan justru data internal: absensi, penilaian kinerja, dokumen SOP, atau hasil wawancara dengan manajer/karyawan. Akses ke data ini memerlukan izin resmi perusahaan (surat pengantar kampus + persetujuan tertulis perusahaan), dan skripsi yang menggunakannya harus eksplisit menyebutkan batasan kerahasiaan data yang boleh ditampilkan (mis. angka dianonimkan atau diindeks, bukan nominal asli, jika perusahaan mensyaratkan demikian). Struktur skripsi studi kasus satu perusahaan yang diterima penguji, termasuk cara menangani triangulasi data dan izin, dibahas di skripsi studi kasus satu perusahaan: struktur manajemen yang diterima penguji.

BPS: Data Sektoral dan Industri

Untuk topik manajemen yang membandingkan kinerja antarsektor atau menganalisis tren industri secara makro (misalnya pertumbuhan sektor ritel, jumlah UMKM per provinsi), Badan Pusat Statistik (BPS) menyediakan publikasi seperti Statistik Industri Manufaktur, Sensus Ekonomi, dan Survei Angkatan Kerja Nasional yang bisa diunduh gratis di bps.go.id. Data ini berguna sebagai konteks makro yang menjelaskan mengapa fenomena di level perusahaan yang Anda teliti terjadi — misalnya menghubungkan penurunan kinerja satu perusahaan ritel dengan tren penurunan sektor ritel secara nasional dari data BPS. Sama seperti sumber sekunder lain, selalu catat tahun publikasi dan metodologi pengumpulan datanya karena definisi sektor/klasifikasi industri BPS bisa berubah antar periode sensus.

Menguji Kualitas Data Sebelum Dipakai

Sebelum menjadikan data sekunder sebagai dasar analisis, periksa tiga hal: kelengkapan (apakah ada tahun/perusahaan yang datanya kosong dan bagaimana itu memengaruhi sampel Anda), konsistensi definisi (apakah variabel yang Anda bandingkan didefinisikan sama di seluruh periode — misalnya kriteria UMKM atau klasifikasi sektor yang berubah karena regulasi atau klasifikasi baru), dan kesesuaian unit analisis (data provinsi tidak otomatis mewakili kondisi satu perusahaan di provinsi itu). Ketiga pengecekan ini idealnya didokumentasikan singkat di BAB III sebagai bagian dari justifikasi metodologi, bukan diasumsikan begitu saja.

Memilih Sumber Sesuai Topik

Topik skripsi manajemen Sumber data utama
Kinerja keuangan perusahaan publik Laporan keuangan IDX/BEI
Minat pasar, tren produk, branding Google Trends + survei konsumen
Kepuasan/motivasi/kinerja karyawan Kuesioner primer ke karyawan perusahaan
Studi kasus proses bisnis satu perusahaan Dokumen internal + wawancara manajer
Perbandingan industri/sektor Publikasi BPS (Statistik Industri) + IDX Statistics

Contoh Alur Pencarian Data (Ilustratif)

Catatan: alur di bawah ini bersifat ilustratif untuk menunjukkan langkah pencarian, bukan hasil penelitian nyata.

Misalkan topik Anda adalah “Pengaruh Struktur Modal terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer”. Langkah pencarian data yang aman: (1) buka idx.co.id, unduh berkas Daftar Saham dan saring emiten sektor Barang Konsumen Primer menurut IDX-IC, lalu catat tanggal unduhnya; (2) tentukan kriteria purposive sampling — misalnya perusahaan yang konsisten terdaftar dan menerbitkan laporan keuangan lengkap selama periode pengamatan yang Anda tentukan; (3) unduh laporan keuangan tahunan tiap perusahaan terpilih dari halaman masing-masing emiten; (4) ekstrak variabel yang dibutuhkan (total utang, total ekuitas, laba bersih, total aset) ke spreadsheet untuk dihitung rasio struktur modal (DER) dan profitabilitasnya (ROA/ROE); (5) catat setiap perusahaan yang dikeluarkan dari sampel beserta alasannya (data tidak lengkap, delisting, dll.) sebagai bagian dari kriteria eksklusi di BAB III.

Menyusun Rumusan Masalah Berdasarkan Ketersediaan Data

Kesalahan paling umum: menetapkan rumusan masalah dulu, baru menyadari datanya tidak tersedia atau sulit diakses saat sudah masuk BAB III. Cara amannya adalah cek dulu ketersediaan data sebelum menetapkan judul final — untuk data sekunder (IDX, Google Trends, BPS), pastikan rentang tahun dan cakupan perusahaan/wilayah yang Anda butuhkan benar-benar tersedia publik; untuk data primer, pastikan Anda punya akses realistis ke perusahaan/responden sebelum menjanjikan desain penelitian tertentu di proposal. Contoh rumusan masalah yang sudah memperhitungkan ketersediaan data untuk berbagai konsentrasi manajemen ada di bagaimana merumuskan rumusan masalah, hipotesis, dan variabel skripsi manajemen, dan contoh judul lengkap dengan sumber datanya masing-masing ada di judul skripsi manajemen 2026: 30 judul SDM, pemasaran, dan keuangan.

Setelah Data Terkumpul

Menentukan sumber data yang tepat sejak awal juga memengaruhi realistis-tidaknya rencana jadwal penelitian Anda: data sekunder (IDX, Google Trends, BPS) bisa diunduh dalam hitungan hari, sementara data primer dari perusahaan (izin, wawancara, kuesioner) sering memerlukan waktu berminggu-minggu untuk proses persetujuan dan pengumpulan. Perhitungkan perbedaan ini secara eksplisit di jadwal penelitian pada proposal, alih-alih menyamaratakan waktu pengumpulan data seolah semua sumber sama cepatnya.

Untuk data panel keuangan dari IDX yang memerlukan regresi data panel, pemilihan perangkat lunak dan uji yang tepat (Chow, Hausman, LM) dibahas di EViews vs Stata vs R untuk regresi data panel — meski artikel tersebut berkonteks akuntansi, prosedur ujinya sama untuk data panel keuangan manajemen. Setelah rumusan masalah dan sumber data ditetapkan, susun proposal lengkap mengikuti struktur di proposal skripsi ditolak terus? struktur lengkap dan cara lolos seminar proposal.

Mengorganisir Data Sebelum Analisis

Setelah data dari berbagai sumber terkumpul, kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah menyimpannya berserakan di banyak file tanpa penamaan konsisten. Praktik yang aman: satu spreadsheet induk per jenis data (misalnya satu file untuk data panel keuangan IDX, satu file terpisah untuk data Google Trends), setiap baris diberi keterangan sumber dan tanggal akses, dan simpan salinan mentah (raw, sebelum diolah) terpisah dari salinan yang sudah diproses — sehingga jika ada pertanyaan penguji tentang bagaimana suatu angka diperoleh, Anda bisa menelusurinya kembali ke sumber aslinya dengan cepat.

Spreadsheet data perusahaan yang terorganisir rapi untuk analisis skripsi
Satu spreadsheet induk per jenis data memudahkan penelusuran ulang saat sidang.

Kesalahan yang Sering Ditemukan Penguji

  • Menyamakan skala Google Trends (0–100 relatif) dengan angka volume pencarian absolut, lalu menjumlahkannya dengan data lain seolah satuan yang sama.
  • Mengklaim data internal perusahaan “rahasia” tanpa surat keterangan resmi dari perusahaan yang menjelaskan pembatasan tersebut — penguji berhak mempertanyakan keabsahannya.
  • Memilih periode laporan keuangan IDX yang tidak lengkap (ada tahun yang datanya kosong/tidak dipublikasikan emiten tertentu) tanpa menjelaskan kriteria eksklusi di metodologi.
  • Masih memakai nama sektor lama (misalnya “consumer goods”) untuk periode pengamatan setelah IDX-IC berlaku, sehingga populasi penelitian tidak bisa dicocokkan dengan Daftar Saham terbaru.
  • Menggunakan data sekunder makro (BPS sektoral) sebagai pengganti data primer perusahaan spesifik yang sebenarnya dijanjikan di judul.

Menyusun Latar Belakang Berbasis Data Lebih Cepat

Menentukan sumber data yang tepat dan menyusunnya jadi argumen latar belakang yang koheren memang memakan waktu, apalagi jika topik Anda menggabungkan data sekunder dan primer sekaligus. Tesify dapat membantu merangkai narasi latar belakang begitu Anda memasukkan data dan sumber yang sudah Anda verifikasi sendiri dari IDX, Google Trends, atau dokumen perusahaan. Anda tetap bertanggung jawab memastikan keabsahan setiap angka dan izin akses data sebelum diserahkan ke pembimbing; Tesify menyusun kalimat dan alur argumen berdasarkan data yang sudah Anda verifikasi dan organisasikan sendiri, bukan mencari atau mengarang angka pengganti.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Google Trends bisa jadi satu-satunya data dalam skripsi pemasaran?

Sebaiknya tidak sendirian — Google Trends kuat sebagai bukti tren tetapi tidak menjelaskan alasan di balik tren tersebut. Kombinasikan dengan survei atau wawancara konsumen untuk menjelaskan mengapa minat berubah, bukan hanya bahwa minat berubah.

Bagaimana jika perusahaan yang saya ajak kerja sama menolak memberi data keuangan internal?

Ini situasi umum. Alternatifnya: fokus pada aspek proses/kebijakan yang tidak memerlukan angka keuangan sensitif (misalnya proses pengambilan keputusan, bukan besaran labanya), atau alihkan ke perusahaan publik yang laporan keuangannya memang wajib dipublikasikan di IDX.

Apakah data BEI/IDX gratis sepenuhnya?

Laporan keuangan dan tahunan emiten di situs resmi IDX dapat diunduh gratis. Data historis harga saham dan data pasar yang lebih detail/real-time terkadang disediakan melalui layanan berbayar pihak ketiga, tetapi untuk keperluan skripsi rasio-rasio dari laporan keuangan tahunan sudah tersedia gratis di halaman emiten masing-masing.

Berapa periode data laporan keuangan yang wajar untuk skripsi manajemen keuangan?

Umumnya 3–5 tahun data panel untuk menangkap tren dan cukup observasi untuk regresi, namun sesuaikan dengan ketersediaan data emiten yang Anda pilih dan syarat program studi Anda — beberapa kampus mensyaratkan rentang minimum tertentu.

Apakah boleh menggabungkan data sekunder IDX dengan survei primer dalam satu skripsi?

Boleh dalam desain mixed-methods atau penelitian dua tahap, misalnya menganalisis tren kinerja keuangan sektor tertentu (sekunder) lalu memperdalam dengan wawancara manajer keuangan perusahaan terpilih (primer) — pastikan rumusan masalah menyatakan eksplisit kombinasi ini.

Apakah data dari media sosial (misalnya jumlah follower atau komentar) termasuk data sekunder yang sah untuk skripsi?

Bisa, terutama untuk topik pemasaran digital, selama metode pengambilannya dijelaskan sistematis (periode, kriteria akun/unggahan) dan bukan sekadar tangkapan layar acak — perlakukan seperti data sekunder lain yang perlu dijelaskan sumber dan tanggal aksesnya.

Apakah wajib menyebutkan alasan memilih satu perusahaan dibanding perusahaan lain untuk studi kasus?

Wajib. Penguji akan menanyakan kriteria pemilihan (purposive sampling) — jelaskan alasan logis seperti aksesibilitas data, relevansi masalah, atau karakteristik unik perusahaan tersebut terhadap fenomena yang diteliti.

Apakah data historis Google Trends bisa diunduh untuk diolah lebih lanjut di Excel/SPSS?

Bisa, Google Trends menyediakan fitur unduh data mentah dalam format CSV langsung dari antarmukanya, yang kemudian bisa diimpor ke Excel, SPSS, atau software statistik lain untuk analisis lanjutan seperti uji korelasi dengan variabel penjualan.

Apakah data BPS sektoral dan data IDX per perusahaan bisa digabung dalam satu model regresi?

Bisa sebagai variabel kontrol level makro dalam model regresi data panel (misalnya pertumbuhan sektor sebagai variabel kontrol terhadap kinerja perusahaan individual), tetapi pastikan satuan waktu dan level agregasi kedua sumber cocok sebelum digabungkan, dan jelaskan asumsi ini di metodologi.

Apakah boleh menggunakan data dari platform pihak ketiga (misalnya situs agregator data saham) selain langsung dari IDX?

Boleh sebagai pelengkap kecepatan akses, tetapi selalu silangkan (cross-check) dengan laporan resmi IDX untuk angka-angka kunci yang akan dianalisis, karena platform pihak ketiga kadang memiliki jeda pembaruan atau kesalahan input yang tidak terjadi pada sumber resminya.