Definisi operasional skripsi kesehatan masyarakat harus mengikat satu istilah ke satu ambang ukur yang bisa dicek, dan ambang itu wajib bersumber. Panduan ini menyusun 20 istilah yang paling sering muncul di Bab I sampai Bab III skripsi kesmas, dengan definisi konseptual dari sumber yang dibuka per Oktober 2026 (WHO, Permenkes No. 2 Tahun 2020, dan PP No. 28 Tahun 2024) serta contoh definisi operasional yang ditandai ilustratif.
Definisi Konseptual dan Definisi Operasional: Apa Bedanya di Skripsi Kesmas?
Definisi konseptual menjelaskan arti istilah menurut sumber otoritatif, misalnya WHO, peraturan menteri kesehatan, atau buku teks. Definisi operasional menyatakan bagaimana istilah itu diukur dalam penelitian Anda: siapa respondennya, alat ukur apa, dan ambang apa yang dipakai untuk mengategorikan hasilnya. Penguji kesmas biasanya memeriksa tiga hal: apakah ambang berasal dari sumber yang disebut, apakah alat ukur sesuai definisi, dan apakah skala ukur (nominal, ordinal, rasio) cocok dengan uji statistik di Bab III.
Catatan penting: definisi konseptual di tabel berikut hanya memuat angka yang bisa ditelusuri ke sumber yang tercantum. Untuk istilah yang ambangnya tidak tercantum di sumber yang dibuka (misalnya diabetes melitus atau anemia pada ibu hamil), tabel menyuruh Anda menulis angka dan sumber dari pedoman yang Anda pilih sendiri. Contoh definisi operasional adalah ilustrasi pola penulisan, bukan temuan penelitian, dan bukan rumusan resmi dari kampus mana pun.
Ringkasan 20 Istilah Berdasarkan Kelompok
| Kelompok | Istilah | Sumber utama yang dibuka |
|---|---|---|
| Status gizi | Stunting, wasting, underweight, status gizi, overweight dan obesitas dewasa, ASI eksklusif | WHO; Permenkes No. 2 Tahun 2020 |
| Penyakit | Hipertensi, diare, diabetes melitus, anemia pada ibu hamil | WHO |
| Layanan | Puskesmas | PP No. 28 Tahun 2024 Pasal 1 |
| Epidemiologi dan perilaku | Prevalensi, insidens, faktor risiko, pengetahuan, sikap, perilaku, dukungan keluarga, kepatuhan, status sosial ekonomi | Buku teks epidemiologi dan teori perilaku yang Anda pilih |
Kelompok 1: Istilah Status Gizi dan Menyusui
| Istilah | Definisi konseptual (bersumber) | Contoh definisi operasional (ilustratif) |
|---|---|---|
| 1. Stunting | WHO: anak disebut stunted bila tinggi badan menurut umur lebih dari dua simpangan baku di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO. Permenkes No. 2 Tahun 2020 memakai kategori sangat pendek dan pendek untuk indeks PB/U atau TB/U anak usia 0 sampai 60 bulan. | Balita 0–59 bulan dengan z-score TB/U di bawah −2 SD menurut standar WHO, diukur dengan alat ukur panjang atau tinggi badan terkalibrasi oleh petugas terlatih. |
| 2. Wasting | WHO menggolongkan wasting sebagai berat badan rendah menurut tinggi badan. Permenkes memakai kategori gizi kurang dan gizi buruk untuk indeks BB/PB atau BB/TB. | Balita dengan z-score BB/TB di bawah ambang kategori gizi kurang pada Lampiran Permenkes No. 2 Tahun 2020 (tulis angka ambang dari Lampiran yang Anda buka). |
| 3. Underweight | WHO: berat badan rendah menurut umur. Permenkes: kategori berat badan kurang dan sangat kurang pada indeks BB/U. | Balita dengan z-score BB/U di bawah ambang berat badan kurang pada Lampiran Permenkes yang sama. |
| 4. Status gizi | Hasil penilaian dengan membandingkan pengukuran berat dan panjang atau tinggi badan dengan Standar Antropometri Anak (Permenkes No. 2 Tahun 2020 Pasal 4). | Kategori status gizi balita berdasarkan satu indeks yang Anda pilih (BB/U, TB/U, atau BB/TB), dengan skala ordinal. |
| 5. Overweight dan obesitas dewasa | WHO: overweight bila indeks massa tubuh (IMT) 25 atau lebih; obesitas bila IMT 30 atau lebih (untuk dewasa). | Responden usia 18 tahun ke atas dengan IMT (berat badan dalam kg dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter) sesuai ambang WHO. Bila memakai ambang lain, sebutkan sumbernya. |
| 6. ASI eksklusif | WHO: bayi diberi hanya ASI selama enam bulan pertama kehidupan. | Bayi usia 6 sampai 12 bulan yang menurut pengakuan ibu hanya mendapat ASI tanpa makanan atau minuman lain sejak lahir sampai usia enam bulan (recall). |
Perhatikan bahwa definisi operasional ASI eksklusif di atas memakai recall dari ibu. Itu bagian dari keterbatasan yang harus Anda tulis di Bab III. Ambang z-score dan kategori lengkap untuk indeks antropometri ada di lampiran peraturan; pengukuran di lapangan sebaiknya memakai alat dan teknik yang distandarkan. Pembahasan teknis penilaian gizi ada di panduan Z-score WHO Antro dan recall 24 jam untuk skripsi gizi.

Kelompok 2: Istilah Penyakit
| Istilah | Definisi konseptual (bersumber) | Contoh definisi operasional (ilustratif) |
|---|---|---|
| 7. Hipertensi | WHO: tekanan darah di pembuluh darah terlalu tinggi, yaitu 140/90 mmHg atau lebih. | Responden dengan rata-rata dua kali pengukuran tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau diastolik 90 mmHg atau lebih memakai tensimeter tervalidasi, setelah istirahat lima menit. |
| 8. Diare | WHO: buang air besar tiga kali atau lebih per hari dengan tinja cair atau lembek (atau lebih sering dari biasanya bagi individu tersebut). | Anak yang menurut laporan ibu mengalami tiga kali atau lebih buang air besar cair dalam 24 jam pada dua minggu terakhir. |
| 9. Diabetes melitus | WHO menyebut kadar glukosa darah yang diperiksa sebagai dasar diagnosis; angka diagnostik tidak dicantumkan dalam lembar fakta yang dibuka. Ambil angka dari pedoman klinis yang Anda pilih. | Responden yang tercatat di rekam medis atau program pengelolaan penyakit kronis dengan diagnosis diabetes melitus menurut kriteria yang Anda sebutkan lengkap dengan angka dan sumbernya. |
| 10. Anemia pada ibu hamil | WHO menyatakan anemia ditentukan dari kadar hemoglobin di bawah ambang yang berbeda menurut usia, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis; angka ambang untuk kehamilan tidak tercantum di halaman yang dibuka. | Ibu hamil dengan kadar hemoglobin di bawah ambang anemia kehamilan menurut pedoman yang Anda rujuk, diukur dengan alat yang dikalibrasi. Tulis angka dan sumbernya. |
Contoh pola di tabel ini patut ditiru: bila sumber yang Anda buka tidak memuat angka, jangan mengarang angka. Tulis bahwa ambang diambil dari pedoman tertentu dan lampirkan rujukannya di daftar pustaka.
Kelompok 3: Istilah Layanan Kesehatan
| Istilah | Definisi konseptual (bersumber) | Contoh definisi operasional (ilustratif) |
|---|---|---|
| 11. Puskesmas | PP No. 28 Tahun 2024 Pasal 1: fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan dan mengoordinasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dengan mengutamakan promotif dan preventif di wilayah kerjanya. | Puskesmas di satu kecamatan yang menjadi lokasi penelitian, dibatasi pada wilayah kerja dan periode data yang Anda tetapkan. |
Cek status peraturan saat Anda menulis. PP No. 28 Tahun 2024 adalah peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, sehingga definisi yang beredar di skripsi kakak tingkat bisa merujuk peraturan sebelumnya. Cara mengutip peraturan perundang-undangan dijelaskan di panduan mengutip undang-undang dan peraturan dalam skripsi.
Kelompok 4: Istilah Epidemiologi dan Perilaku
Istilah di kelompok ini jarang punya ambang tunggal. Definisi konseptualnya berasal dari buku teks epidemiologi atau teori perilaku yang Anda pilih, sedangkan definisi operasionalnya bergantung pada instrumen Anda. Karena itu, tabel berikut hanya memuat pola, bukan angka.
| Istilah | Pola definisi konseptual | Contoh definisi operasional (ilustratif) |
|---|---|---|
| 12. Prevalensi | Proporsi populasi yang memiliki kondisi tertentu pada satu titik atau periode waktu. | Jumlah responden dengan kondisi dibagi jumlah seluruh responden yang diperiksa, dinyatakan dalam persen. |
| 13. Insidens | Jumlah kasus baru dalam populasi berisiko selama periode tertentu. | Jumlah kasus baru selama periode pengamatan dibagi populasi berisiko pada awal periode. |
| 14. Faktor risiko | Karakteristik atau paparan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya suatu kondisi. | Variabel bebas yang diukur melalui kuesioner atau pengukuran dan dianalisis hubungannya dengan kejadian kondisi. |
| 15. Pengetahuan | Hasil tahu seseorang tentang objek kesehatan tertentu. | Skor jawaban benar pada kuesioner pilihan benar-salah yang sudah diuji validitas dan reliabilitas; kategori baik, cukup, kurang dengan batas yang Anda tetapkan dan dasarkan pada pedoman pembimbing. |
| 16. Sikap | Kecenderungan menilai suatu objek secara positif atau negatif. | Skor skala Likert dari pernyataan favorable dan unfavorable, dengan pembalikan skor untuk pernyataan unfavorable. |
| 17. Perilaku | Tindakan nyata seseorang terkait kesehatan. | Frekuensi tindakan yang dilaporkan responden dalam periode tertentu atau hasil observasi dengan lembar ceklis. |
| 18. Dukungan keluarga | Bantuan emosional, informasi, instrumental, dan penghargaan dari keluarga. | Skor kuesioner dukungan keluarga yang Anda adaptasi dari instrumen bersumber, dengan kategori berdasarkan nilai tengah atau persentil yang dijelaskan. |
| 19. Kepatuhan | Sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. | Skor skala kepatuhan yang bersumber dan memiliki izin penggunaan; kategori patuh dan tidak patuh dengan titik potong yang disebut sumbernya. |
| 20. Status sosial ekonomi | Kedudukan keluarga berdasarkan pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan. | Pendapatan rumah tangga per bulan dibandingkan upah minimum daerah penelitian pada tahun data, dikategorikan di bawah atau di atas upah minimum. |
Untuk pengetahuan, sikap, dan kepatuhan, penguji akan menanyakan dari mana titik potong kategori berasal. Jangan memakai “76 persen sampai 100 persen” atau pola persentase serupa hanya karena skripsi lama memakainya; jelaskan sumbernya atau pilih pendekatan statistik seperti nilai tengah dan sebutkan alasannya.

Cara Menulis Satu Baris Definisi Operasional yang Lolos Pemeriksaan
- Tulis istilah persis seperti di judul dan rumusan masalah.
- Salin definisi konseptual dari satu sumber dan sebutkan sumbernya dengan tahun.
- Tulis cara ukur: alat, satuan, dan siapa yang mengukur.
- Tulis hasil ukur: kategori beserta ambangnya dan sumber ambang.
- Tulis skala ukur (nominal, ordinal, interval, rasio) agar cocok dengan uji statistik di Bab III.
Pola lima kolom ini bisa dipakai untuk semua variabel di skripsi Anda. Contoh tabel lintas jurusan ada di contoh definisi operasional variabel skripsi per jurusan.
Kesalahan yang Sering Muncul pada Bagian Definisi Operasional Kesmas
- Memakai ambang dari skripsi lama tanpa membuka sumber aslinya, sehingga ambang yang usang ikut terbawa.
- Mencampur ambang dari dua sumber berbeda dalam satu variabel, misalnya IMT dewasa dengan dua batas berbeda tanpa penjelasan.
- Menulis definisi operasional tanpa menyebut alat ukur, sehingga penguji tidak tahu bagaimana data dikumpulkan.
- Menyatakan skala ukur ordinal padahal analisis memperlakukan variabel sebagai interval.
- Memakai istilah yang tidak konsisten antarbab, misalnya “balita pendek” di Bab I tetapi “stunting” di Bab IV tanpa menyatakan keduanya sama.
Satu cara mudah menghindarinya adalah membuat daftar variabel dalam satu lembar kerja dengan kolom sumber, alat ukur, ambang, dan skala, lalu menyalinnya ke Bab III hanya setelah pembimbing menyetujui. Cek silang dengan rumusan masalah dan hipotesis agar setiap variabel di tabel memang dipakai di analisis, dan tidak ada variabel yatim di Bab IV.
Menyambungkan Definisi dengan Uji Statistik dan Penyajian Hasil
Definisi operasional menentukan jenis uji. Variabel dikotomi seperti stunting ya atau tidak dan hipertensi ya atau tidak lazim diuji dengan chi-square atau rasio prevalensi pada desain potong lintang. Variabel numerik seperti skor pengetahuan atau IMT diuji dengan uji beda atau korelasi. Pilihan uji dibahas di panduan uji statistik skripsi kesehatan masyarakat cross-sectional, dan cara menyajikan hasilnya di panduan menyajikan hasil skripsi kesmas. Bila data Anda berasal dari survei nasional, rujuk perbandingan Riskesdas, SDKI, dan SUSENAS untuk skripsi kesmas dan ikuti definisi variabel yang dipakai survei tersebut agar tidak bertentangan dengan dokumentasinya.
Sumber yang Dibuka untuk Tabel Ini
- WHO, Stunting in a nutshell (19 November 2015): definisi anak stunted.
- WHO, lembar fakta Malnutrition: wasting, stunting, underweight.
- WHO, lembar fakta Hypertension: 140/90 mmHg.
- WHO, lembar fakta Obesity and overweight: IMT 25 dan 30 untuk dewasa.
- WHO, lembar fakta Diarrhoeal disease: tiga kali atau lebih per hari.
- WHO, lembar fakta Infant and young child feeding: ASI eksklusif enam bulan.
- Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, Pasal 2 sampai 4, dibuka melalui basis data peraturan api-law.crpg.info. Cek apakah masih berlaku dan baca lampirannya di situs Kemenkes.
- PP No. 28 Tahun 2024, Pasal 1 (definisi Puskesmas), api-law.crpg.info.
Menyusun Tabel Istilah Lebih Rapi, Tetap Tulisan Anda
Tesify membantu mahasiswa menyusun struktur bab skripsi. Tesify dipakai oleh 9.000+ mahasiswa untuk mengerjakan 15.000+ bab, dan seluruh tulisan tetap 100% ditulis oleh Anda, termasuk pemilihan sumber dan ambang untuk setiap definisi operasional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda definisi konseptual dan definisi operasional dalam skripsi kesmas?
Definisi konseptual menjelaskan arti istilah menurut sumber, sedangkan definisi operasional menyatakan cara mengukurnya di penelitian Anda, lengkap dengan alat, ambang, dan skala ukur.
Berapa ambang stunting yang dipakai di skripsi?
WHO mendefinisikan anak stunted sebagai tinggi badan menurut umur lebih dari dua simpangan baku di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO. Di Indonesia, Permenkes No. 2 Tahun 2020 menjadi acuan penilaian status gizi anak; sebutkan peraturan dan indeks yang Anda pakai.
Apakah boleh memakai ambang hipertensi selain 140/90 mmHg?
Boleh bila ada sumber yang Anda rujuk, misalnya pedoman klinis tertentu. WHO menyebut 140/90 mmHg atau lebih. Pilih satu ambang, tulis sumbernya, dan konsisten di seluruh bab.
Apakah definisi operasional harus sama dengan skripsi sebelumnya?
Tidak harus. Yang wajib adalah sumbernya jelas dan sesuai dengan alat ukur Anda. Menyalin definisi tanpa memeriksa sumbernya berisiko membawa ambang yang usang.
Bagaimana jika sumber tidak mencantumkan angka ambang?
Cari pedoman klinis atau peraturan yang memuatnya, baca langsung, dan kutip. Jangan mengisi angka dari ingatan atau dari skripsi lain tanpa memeriksa sumber aslinya.
Apakah ASI eksklusif boleh diukur dengan recall ibu?
Boleh, tetapi cantumkan sebagai keterbatasan karena rentan bias ingatan. Sebutkan juga periode recall dan usia bayi saat ditanya.
Bagaimana mengategorikan skor pengetahuan dengan benar?
Tentukan titik potong dengan dasar yang bisa dijelaskan, misalnya pedoman dari pembimbing atau nilai tengah sampel, dan tulis alasannya. Jangan memakai persentase tertentu hanya karena skripsi lain memakainya.
Di bab mana definisi operasional ditulis?
Umumnya di Bab III dalam subbab definisi operasional variabel, sedangkan definisi konseptual sering ada di Bab II. Cek pedoman fakultas Anda untuk urutan pastinya.
Apakah definisi dari peraturan menteri lebih kuat daripada definisi dari buku?
Untuk istilah yang diatur peraturan, seperti kategori status gizi anak, peraturan adalah rujukan yang kuat. Untuk konsep perilaku, rujukan teori dan jurnal yang relevan lebih sesuai.
